#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Timnas Voli Berpotensi Tanpa Rivan dan Aprilia
14 August 2019 13:00 WIB
BOGOR – Pelatih tim nasional (timnas) voli indoor putra yang dipersiapkan menuju SEA Games XXX/2019 Filipina, akhirnya terjawab. Pengurus Pusat Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PP PBVSI) memilih Li Qiujiang, sosok yang sudah tak asing untuk skuat Merah Putih.

Pria asal Cina itu tercatat beberapa kali menangani timnas dan menyumbangkan medali tertinggi di SEA Games. Sebut saja, Jakarta 1997, Hanoi 2003, Nakhon Ratchasima 2007, dan Vientianne 2009. Selain itu, dua perak SEA Games, masing-masing di Manila 2005 dan Jakarta-Palembang 2011.

Kembalinya Li, sekaligus menegaskan tekad PP PBVSI untuk mengulang cerita manis tersebut. Ketua Badan Tim Nasional (BTN), Loudry Maspaitella, menyebut Li sebagai pilihan tepat. Dengan persiapan mepet, Indonesia harus mengambil arsitek yang paham betul seluk beluk voli nasional.


Baca Juga :
- MotoGP Gelar Uji Coba di Sirkuit KymiRing, Sirkuit MotoGP Finlandia 2020
- Latihan Perdana 7 Juli, PBVSI Belum Tunjuk Pelatih Putra

“Li Qiujiang bukan cuma pernah melatih timnas tapi klub-klub Proliga. Waktu 2012 melatih Samator dan 2018, BNI. Kami juga yakin, ia bisa meredam ego pemain bintang yang ada di timnas saat ini,” ujar toser legendaris itu saat ditemui di Padepokan Voli Sentul, Bogor, Selasa (13/8).

Harapan bisa mengulang kejayaan dalam pesta olahraga se-Asia Tenggara juga dikemukakan Ketua Umum PBVSI Imam Sujarwo, kemarin. Menurutnya, pemain yang terpilih merupakan yang terbaik, sebagaimana dikemukakan Imam di sela-sela peresmian timnas voli indoor.

Pada kesempatan ini, Imam turut melepas timnas putri yang akan berlaga di Korea Selatan (Korsel). “Hari ini (kemarin) kami resmikan, jadi tentu mereka sudah siap fisik maupun mental. Baik untuk menghadapi uji coba dan SEA Games 2019. Mudah-mudahan tim putri makin kuat,” katanya.

Namun, harapan bisa memperbaiki raihan medali perak SEA Games XXIX/2017 Kuala Lumpur dibayangi kabar tak sedap. Ya, tim asuhan Octavian tersebut terancam tidak diperkuat Aprilia Santini Manganang saat berlaga di Filipina karena cedera lutut yang didapat kala mengikuti Proliga 2019.

Octavian menuturkan, April sudah menyerahkan hasil tes Magnetic Resonance Imaging  (MRI) dan diperkirakan harus menepi tiga bulan. “Saya berharap April mau tinggal di Padepokan. Jadi, kalau nantinya bergabung, dia sudah bisa menyatu dengan tim,” ujarnya kepada wartawan, kemarin.

Kamis (15/8), Amalia Fajrina Nabila dan kawan-kawan akan berangkat ke Seoul, Korsel, untuk mengikuti Kejuaraan Asia Senior. Dalam ajang uji coba tersebut PP PBVSI memberi target delapan besar. “Jika lolos ke perempat final, kami bisa ikut kualifikasi Olimpiade 2020 Tokyo,” kata Octavian.

Nasib serupa juga dialami tim putra yang kemungkinan besar tak diperkuat oleh Rivan Nurmulki. Penyebabnya pun sama, yakni cedera lutut. Sekadar informasi, Sigit Ardian dan kawan-kawan akan menguji kemampuan di Iran. “Kami akan bermain tanpa Rivan di sana,” kata asisten pelatih, Pascal Wilmar.

Tunggu Keputusan


Baca Juga :
- WAWANCARA EKSKLUSIF - Iannone: Hanya Ada Aprilia dalam Pikiran Saya
- Rider MotoGP Ini Sebut COTA Tidak Layak Pakai

Namun, kabar lain menyertai absennya Rivan karena pevoli asal Klub Samator tersebut diketahui mengikuti turnamen antarkampung alias tarkam. Loudry mengaku masih menunggu keputusan dari Ketua Umum PBVSI terkait nasib Rivan sebelum menjatuhkan sanksi kepada sang pemain.

“Sampai saat ini, belum ada statement mundur dari Rivan jadi PBVSI tidak mau mengambil kesimpulan. Tapi, keputusan (masuk atau tidaknya Rivan ke timnas) ini tergantung Ketua Umum (Imam Sujarwo). Termasuk soal sanksi (kalau diputuskan mangkir dari timnas),” kata Loudry.*KRISNA C. DHANESWARA

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
news
ARTIKEL SEBELUMNYA