#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Konjen Indonesia Bantu Perenang yang Terjebak di Hong Kong
14 August 2019 12:48 WIB
JAKARTA – Demo anti-Cina yang berlangsung secara masif di Hong Kong berimbas kepada perenang nasional Indonesia, I Gede Siman Sudartawa dan Gagarin Nathaniel Yus. Keduanya sempat terjebak di Bandara Internasional Hong Kong (HKIA) yang sempat lumpuh, Senin (12/8).

Kedua peraih emas SEA Games XXIX/2017 Kuala Lumpur itu ikut rombongan DKI Jakarta dan turun dalam Hong Kong Terbuka, 9-11 Agustus. Beruntung, insiden tersebut hanya berlangsung sehari karena Selasa (13/8), andalan Merah Putih dalam SEA Games XXX/2019 Filipina tersebut bisa kembali ke Tanah Air.

Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PB PRSI) Harlin E. Rahardjo mengaku sempat panik saat mendengar kabar yang menimpa para perenang DKI Jakarta, termasuk Siman dan Gagarin. Belum lagi, fakta beberapa pelatih nasional seperti Albert Sutanto yang juga ikut terjebak.


Baca Juga :
- Persiapan Tantang Indonesia, Malaysia Uji Coba Lawan Yordania
- 8 Pemain Muda Indonesia Baru Saja Mengikuti MILO Champions Cup di Barcelona

Namun, Harlin mengatakan kondisi tersebut tidak berlangsung lama. “Kami berterima kasih kepada Konsulat Jenderal (Konjen) Indonesia yang ada di Hong Kong karena telah membantu proses pemulangan atlet. Bahkan, atlet-atlet yang ada di sana juga diberi penginapan,” Harlin mengungkapkan.

Upaya penanganan yang cepat dari Konjen Indonesia di Hong Kong, salah satunya karena keberadaan dua atlet nasional. Ini dilakukan guna meminimalisasi dampak yang mungkin ditimbulkan dari aksi massa yang menolak Undang-Undang Ekstradisi hingga Hak Kedaulatan Negara tersebut.

Harlin pun memastikan, tragedi yang terjadi di Hong Kong tersebut tak sampai mengganggu psikologis para atlet. Persiapan mereka menuju SEA Games Filipina pun tak terhambat. Ini karena Siman dan Gagarin hanya melewatkan sesi latihan satu hari karena penanganan cepat Konjen.

Ke depan, Harlin berharap masalah serupa tidak terulang. “Memang ada satu hari di mana mereka tak bisa menjalankan program dari pelatih tapi saya rasa, itu tidak masalah. Mungkin mereka hanya sedikit kelelahan (karena tertahan di Bandara Hong Kong),” Harlin menambahkan.

Dihubungi secara terpisah, Sekretaris Jenderal (Sekjen) PB PRSI, Ali Patiwiri, menyebut tiga bulan menjelang SEA Games 2019 sudah tak ada lagi agenda training camp (TC) maupun try-out (TO) ke luar negeri. Hal ini membuat kejadian di Hong Kong berpotensi tak terulang di kemudian hari.

“SEA Games ini kan masih tiga bulan lagi (November), jadi kalau latihan mereka hanya tertunda satu hari, saya rasa itu bukan masalah. Tapi, akan berbeda ceritanya jika peristiwa ini sangat dekat dengan hari H SEA Games. Mungkin itu bisa berpengaruh (ke psikologis atlet),” Ali menuturkan.

Manajer tim renang DKI Jakarta, Turmudzi, menyebut ada 42 atlet ibu kota yang sempat terjebak di Hong Kong. Adapun 22 di antaranya dipersiapkan untuk Pekan Olahraga Nasional (PON) XX/2020 Papua. Sedangkan sisanya adalah perenang binaan Pusat Pendidikan dan Latihan Mahasiswa (PPLM).


Baca Juga :
- Babak Pertama, Indonesia dan Timor Leste Masih Sama Kuat
- 6 Hal Patut Dicatat Jelang Indonesia Vs Timor Leste

Sekadar informasi, lumpuhnya aktifitas Bandara Internasional Hong Kong dikarenakan massa yang menduduki lokasi tersebut. Tak hanya para perenang DKI beserta ofisial, peristiwa ini membuat seluruh orang yang ingin datang maupun meninggalkan negara tersebut terkena imbasnya.

Penyebabnya karena maskapai penerbangan memilih untuk tidak beroperasi karena ada sekitar 5.000 demonstran yang menduduki HKIA. “Kami berangkat dari Kedutaan Besar Republik Indonesia pukul 10 pagi dan sampai HKIA jam 11 siang. Semua bisa pulang dengan selamat,” Turmudzi mengungkapkan.*KRISNA C. DHANESWARA

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
news
ARTIKEL SEBELUMNYA