#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Bintang yang Tidak Diinginkan
14 August 2019 13:15 WIB
PARIS - Direktur Olahraga Paris Saint Germain (PSG) Leonardo mengungkapkan negosiasi pelepasan Neymar Junior sudah mencapai tahap lebih jauh. Sebuah video yang beredar di media sosial, Selasa (13/8), kian menguatkan kabar soal kepergian Neymar itu.

Dalam tayangan video tersebut terlihat suasana di dalam sebuah toko merchandise resmi PSG yang bersih dari semua pernak-pernik berbau Neymar. Sebaliknya, bintang-bintang lain seperti Kylian Mbappe dan Edinson Cavani tampak menonjol.

Sudah berulang kali Neymar meminta Les Parisiens agar menjualnya musim panas ini. Ditambah sejumlah pernyataannya yang menyudutkan PSG, publik Parc Des Princes pun tidak lagi menginginkan winger 27 tahun itu. Puncaknya tergambar dari sejumlah spanduk berisi kecaman terhadap bintang Brasil tersebut saat PSG menjalani laga pertama Ligue 1 musim ini melawan Nimes Olympique di Parc Des Princes, Minggu (11/8) lalu.


Baca Juga :
- Madrid Paham Bagaimana Mengelola Superstar
- Havertz dan Camavinga Bintang Masa Depan

Kendati begitu, melepaskan pemain sekaliber Neymar jelas bukan sesuatu yang mudah. PSG yang telah menghabiskan 222 juta euro untuk mendatangkan pemain itu dari FC Barcelona dua tahun lalu. Mantan pemain Santos FC itu pun telah memberi bukti di lapangan dengan menyumbangkan 51 gol dan 29 assist dalam 58 laga.

“Saya menyukai Neymar,” kata pelatih Thomas Tuchel. “Saya ingin terus bekerja sama dengannya. Mungkin saya akan sulit tidur jika Neymar pergi. Mustahil untuk melepas dia dan menemukan pengganti yang mampu melakukan hal serupa dengannya. Saya telah berusaha meyakinkannya untuk bertahan, tapi itu urusan dia dengan klub.”

Tapi, benarkah PSG membutuhkan Neymar untuk meraih prestasi di lapangan? Jika untuk sekadar meraih gelar Ligue 1, jawabannya adalah tidak. Les Parisiens telah jadi langganan juara di kompetisi elite Prancis tersebut sejak diambil alih Qatar Sports Investments (QSI) pada 2011.

PSG juga tampak sangat dominan di Ligue 1 musim lalu meski Neymar absen dalam 21 dari total 38 laga yang dimainkan klub Paris itu. Keberadaan Julian Draxler, Angel Di Maria, dan pemain baru Pablo Sarabia membuat Les Parisiens dipastikan tidak akan kekurangan kreativitas dalam menyerang musim ini.

Terbukti, tanpa diperkuat Neymar yang cedera, PSG tetap bisa dengan mudah mengalahkan Nimes 3-0 pada laga pertama Ligue 1 akhir pekan lalu. Ketajaman trio penyerang Mbappe, Cavani, dan Di Maria yang membukukan masing-masing satu gol dalam laga itu membuat ketidakhadiran Neymar jadi tidak terasa.

Lantas, apakah PSG butuh Neymar di Liga Champions? Jawabannya lagi-lagi negatif. Dalam dua tahun kiprahnya bersama Les Parisiens, dia mencetak 11 gol dan lima assist dalam 13 laga di kancah elite Eropa itu. Ini kontribusi yang istimewa. Tapi, dia hanya tampil pada satu laga di fase knock-out saat PSG kalah 1-3 dari Real Madrid di Santiago Bernabeu.

Neymar juga tidak bisa berbuat banyak dalam laga-laga besar di fase grup lawan Liverpool FC dan FC Bayern Muenchen. Pikiran bahwa nasib PSG mungkin akan lebih baik jika Neymar tampil pada semua laga di fase knock-out dalam dua musim terakhir, memang sulit dihindarkan.

Tapi, fakta menunjukkan PSG lebih cepat tersingkir dari Liga Champions (babak 16 besar) sejak Neymar bergabung. Sebaliknya, sebelum kehadiran pemain itu, Les Parisiens sempat menembus babak perempat final dalam empat musim berturut-turut.

Bagaimana dengan pengaruh seorang Neymar bagi rekan-rekan setimnya? Dia memang seorang bintang, tapi sulit dijadikan teladan. Maklum, Neymar sangat identik dengan pesta dan dia juga terlalu sering pulang kampung yang membuat komitmen dan profesionalismenya dipertanyakan.


Baca Juga :
- Dembele Manusia Kaca
- Bukan Lyon atau Monaco melainkan Rennes Rival Baru PSG

Lalu, siapa yang bakal mengalami kerugian terbesar dengan kepergian Neymar? Jawabannya adalah Liga Profesional Prancis (LFP). Maklum, Neymar adalah sosok yang sangat marketable alias laku dijual. Kehadirannya telah membuat Ligue 1, atau setidaknya laga-laga PSG, jadi tontonan wajib bagi banyak fan di seluruh dunia.

Mbappe mungkin telah menggeser Neymar sebagai simbol Ligue 1 sejak musim lalu. Tapi, pemain kelahiran Sao Paulo ini tetap seorang bintang besar yang selalu jadi pusat perhatian. Jadi, kepergiannya berpotensi menggerogoti pamor Ligue 1 sebagai satu dari lima liga top Eropa.***RIJAL ALFURQON DARI BERBAGAI SUMBER

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA