#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Ada yang Baru di Pertandingan Piala Super Eropa
14 August 2019 13:33 WIB
ISTANBUL - Hal baru akan menarik perhatian publik pada pertandingan Piala Super Eropa di Stadion Besiktas Park, Istanbul, Turki, Rabu (14/8) malam atau Kamis dini hari WIB. Stephanie Frappart akan memimpin pertandingan antara juara Liga Champions, Liverpool FC, melawan kampiun Liga Europa, Chelsea FC. Inilah untuk kali pertama seorang wanita menjadi pengadil dalam sebuah pertandingan resmi antarklub Eropa yang berada dalam otoritas UEFA.

Meski, bagi Frappart, memimpin pertandingan bukan hal aneh. Sebab, wanita 35 tahun ini sudah merintis karier sebagai wasit sejak 2009 silam. Lima tahun berselang, Frappart dipercaya memimpin Ligue 2, kasta kedua di Prancis. April lalu, dia mengukir sejarah ketika jadi pengadil Ligue 1 yang melibatkan SC Amiens melawan RC Strasbourg.

Sementara, untuk pertandingan wanita, Frappart sudah terbiasa. Termasuk, di Piala Dunia Wanita 2015 dan 2019. Bahkan, Frappart memimpin final Piala Dunia Wanita 2019 yang dimenangkan Amerika Serikat atas Belanda, skor 2-0 pada 7 Juli lalu. Namun, dia mengakui, memimpin laga pria memiliki atmosfer yang beda dibandingkan duel wanita.


Baca Juga :
- Prediksi Susunan Pemain Liverpool vs Arsenal: Lini Tengah Berubah
- Jadwal Siaran Langsung Liverpool Vs Arsenal

“Tekanannya berbeda. Saya tahu betul, banyak orang menunggu untuk melihat saya melakukannya,” kata Frappart yang dibantu empat wasit lainnya di Piala Super Eropa 2019. Sebagai asisten wasit ada Manuela Nicolosi dari Prancis dan Michelle O’Neill (Republik Irlandia) yang sama-sama wanita. Sementara, ofisial keempat Cuneyt Cakir (Turki) dan pengendali Video Assistant Referee/VAR Clement Turpin (Prancis) merupakan pria.

Di kompetisi Eropa, ada beberapa wasit wanita yang memimpin pertandingan pria. Bibiana Steinhaus asal Jerman jadi pengadil di Bundesliga sejak 2017. Di sisi lain, Sian Massey-Ellis (Inggris) belum pernah jadi wasit utama dan sejak 2011 sebatas asisten di Liga Primer.

“Saya membuktikan memiliki keterampilan dan kemampuan untuk memimpin pertandingan. Dengan dipimpin wasit wanita, bukan berarti para pemain (pria) berlari lebih lambat dari biasanya,” Frappart, menegaskan.

Meski begitu, wanita kelahiran 14 Desember 1983 ini mengakui punya pengalaman kurang menyenangkan saat memimpin pertandingan antarpria terkait gender. Itu terjadi saat menjadi pengadil Valenciennes FC versus Stade Lavallois di Championnat (divisi tiga Prancis) 2015/16.

Pelatih Valenciennes David Le Frapper mencibir keputusan Frappart yang tidak memberikan penalti untuk timnya saat ditahan Laval 0-0. “Ketika Anda merupakan wanita dan jadi wasit pada olahraga pria, itu sangat rumit,” kata Le Frapper yang beberapa menit kemudian meminta maaf kepada Frappart atas komentarnya.


Baca Juga :
- 5 Fakta Menarik Jelang Liverpool Vs Arsenal
- Jadwal Pertandingan Play-off Liga Champions Leg Kedua

Namun, Frappart enggan mempermasalahkan insiden empat tahun lalu tersebut. Sebaliknya, dia bertekad untuk bisa terus memimpin pertandingan antarpria. Terutama, mengingat Piala Super Eropa ini jadi momentum terbesar dalam kariernya. “Senang bisa menunjukkan ini terjadi. Para gadis akan menyaksikan saya di televisi. Saya harap ini akan memotivasi mereka (sebagai wasit wanita),” tutur Frappart, optimistis.*CHOIRUL HUDA DARI BERBAGAI SUMBER

 

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA