#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Teknik dan Gaya Arnold Bukan Tipe yang Biasa Dipakai Bek
14 August 2019 13:40 WIB
ISTANBUL – Trent Alexander-Arnold merupakan aset utama Liverpool. Sejak promosi ke tim senior pada 2016 silam, dia jadi andalan The Reds. Terutama, musim lalu yang berkontribusi saat menjuarai Liga Champions. Termasuk, assist brilian untuk Divock Origi saat mencukur Barcelona 4-0 pada leg kedua semifinal 2018/19.

Pujian pun mengalir kepada bek kanan 20 tahun tersebut. Salah satunya, dari mantan gelandang Liverpool, Danny Murphy. Menurutnya, Arnold mengingatkan pada David Beckham. Apa yang dikatakan Murphy beralasan. Arnold piawai melayangkan umpan-umpan matang lewat secara silang seperti yang dilakukan eks Manchester United tersebut.

Teranyar, pada pekan pertama Liga Primer 2019/20 ketika Liverpool pesta 4-1 atas Norwich City di Anfield (9 Agustus). Ketika itu, Arnold memberi umpan silang yang empuk untuk ditanduk Origi dengan mudah ke gawang tim promosi tersebut.  


Baca Juga :
- Kinerja Man-City Menggila, Jurgen Klopp Tidur Cukup Nyenyak
- Alexander-Arnold Terinspirasi Dua Bek Sayap Legendaris

“Arnold memiliki kemampuan passing dan teknis yang belum pernah kita lihat sebagai bek tengah dalam beberapa tahun terakhir. Bagi saya, dia sama bagusnya dengan umpan silang yang biasa dilepaskan Beckham. Bola-bola mati dan umpan silang dari Arnold sangat fenomenal,” kata Murphy yang memperkuat Liverpool pada 1997 hingga 2004.

Sepanjang kariernya, Arnold sudah melepaskan 14 assist di Liga Primer. 12 di antaranya dilakukan musim lalu. Sebagai bek, apa yang dilakukannya luar biasa mengingat melepaskan assist bukan tujuan utama. “Kemampuan teknis dan passingnya tidak lumrah untuk bek tengah. Biasanya, itu dilakukan gelandang,” Murphy, menambahkan.

Setelah di Liga Primer dan Liga Champions, tentu Arnold berharap bisa melakukannya di Piala Super Eropa 2019. Tepatnya, saat menghadapi Chelsea di Besiktas Park, Rabu (14/8). Apalagi, mengingat mereka membidik turnamen tersebut demi meraih trofi perdana musim ini. Itu ditegaskan Andrew Robertson terkait duel melawan The Blues.

“Kami ingin memenangkan lebih banyak trofi. Tidak hanya berhenti pada Liga Champions 2018/19 saja. Kami ingin lebih. Meski, kami tahu itu akan sulit. Saat ini, kesempatan bagus bagi kami untuk melakukannya (di Piala Super Eropa 2019). Ini jadi awal atas kampanye yang padat sepanjang musim 2019/20,” ujar bek kiri asal Skotlandia tersebut.

Robertson mengakui, bangga bisa jadi bagian saat Liverpool meraih trofi Liga Champions keenam pada musim lalu. Namun, itu tidak cukup. Sebab, masih banyak yang ditargetkan mereka. Termasuk, Piala Super Eropa yang kali terakhir dimenangkan pada 2005 silam.

“Misi kami untuk menuju akhir musim dengan lebih banyak final. Termasuk, Rabu ini yang merupakan pertandingan besar. Kami berharap bisa memenangkannya. Kami juga punya misi untuk mempertahankan gelar di Liga Champions. Sementara, di kompetisi domestik, ada Liga Primer yang ingin kami raih,” Robertson, mengungkapkan.*CHOIRUL HUDA DARI BERBAGAI SUMBER
 

SOROT
TRENT
Alexander-Arnold mengukir rekor sebagai pemain termuda dalam sejarah yang tampil di final Liga Champions secara beruntun pada 2017/18 dan musim lalu. Sebelumnya, dicatat bek AC Milan, Christian Panucci pada 1993/94 dan 1994/95.

                


Baca Juga :
- Susunan Pemain Chelsea vs Liverpool
- Klopp Cocok Latih Timnas Inggris

Statistik Liverpool di Piala Super Eropa
1977 sebagai juara Liga Champions vs Hamburg 1-1, 6-0 (agregat 6-1)
1978 sebagai juara Liga Champions vs Anderlecht 1-3, 2-1 (agg 4-3)
1984 sebagai juara Liga Champions vs Juventus 0-2
2001 sebagai juara Piala UEFA vs Bayern Muenchen 3-2
2005 sebagai juara Liga Champions vs CSKA Moscow 3-1
2019 sebagai juara Liga Champions vs Chelsea

 

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA