#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
news
Lazio Bidik Liga Champions
15 August 2019 13:44 WIB
ROMA – Musim berganti, namun target SS Lazio bersama Simone Inzaghi tak pernah berubah: berpartisipasi di Liga Champions. Sebuah ambisi realistis, tapi begitu sulit dicapai. Tiga setengah tahun ditangani pelatih berbakat tersebut, I Biancocelesti terus memberi tekanan di zona empat besar. Sayang, perjuangan mereka selalu kandas di garis finis.

Musim lalu juga sama. Sergej Milinkovic-Savic dan kawan-kawan konsisten berada di jalur Eropa, tapi kehabisan bensin jelang akhir. Untungnya, mereka mampu merebut gelar Piala Italia versus Atalanta BC, sehingga masih berkesempatan tampil di Liga Europa musim ini. Lazio juga masih berpeluang menambah koleksi trofi saat menghadapi Juventus FC di Piala Super Italia mendatang.

Rangkaian kegagalan seharusnya dijadikan pelajaran oleh manajemen klub. Masalahnya bukan pada kualitas, karena semua tahu Lazio bisa menumbangkan siapapun dengan pasukan terbaik mereka. Ini lebih pada kuantitas, kedalaman skuat. Inzaghi bisa memetik rentetan hasil positif ketika memiliki tim yang bugar, namun kesulitan saat menghadapi jadwal padat dan badai cedera.


Baca Juga :
- Sektor Tengah Fondasi Permainan Milan
- Sampdoria Kembali Tampilkan Wajah Lama

Periode Januari-April lalu jadi bukti. Lazio saat itu sedang berada dalam posisi bagus di tiga kompetisi, namun tak memiliki cukup pemain untuk dirotasi. Mereka akhirnya tersingkir di babak 32 besar Liga Europa oleh Sevilla FC, merosot di klasemen Seri A, dan susah payah melaju di Piala Italia. Sulit untuk bersaing jika pelatih punya pilihan terbatas di skuat utama.

Musim panas ini, manajemen Lazio coba membenahi masalah tersebut dengan mendatangkan beberapa pemain. Denis Vavro diboyong dari FC Copenhagen untuk memperkuat pertahanan, Manuel Lazzarri bergabung dari SPAL 2013 demi menambah kreativitas di sisi sayap, begitu juga Jony (Malaga CF) dan Bobby Adekanye (Liverpool CF) yang diharap menyuntikkan energi dalam permainan.

Namun, Lazio masih kurang satu kepingan vital untuk meningkatkan level: penyerang papan atas. Inilah yang diminta Inzaghi dalam beberapa mercato terakhir, tapi tak kunjung tiba. Ciro Immobile adalah striker fantastis, mampu melesakkan dobel digit gol musim lalu meski tidak dalam kondisi terbaik. Tapi dia tak bisa memikul Lazio sepanjang kompetisi. Butuh penyerang lain untuk berbagi beban produktivitas dengannya.

Saat ini, ada nama Giovanni Simeone (ACF Fiorentina) dan Fernando Llorente (eks Tottenham Hotspur FC) yang dipertimbangkan jadi solusi. Namun, perkembangan operasi terlalu lama. Seri A dimulai dua pekan lagi, tambahan amunisi belum juga berlabuh di Olimpico. Jangan sampai kekecewaan terulang untuk kesekian kali: tersandung dalam persaingan Liga Champions di momen krusial karena skuat tak memadai.

Kerap Cetak Gol Penting

Tidak ada sambutan meriah buat Joaquin Correa ketika datang ke SS Lazio dari Sevilla FC dengan banderol 15 juta euro, musim panas lalu. Tifosi kurang yakin dengan keputusan klub menggantikan playmaker andalan Felipe Anderson dengan pemuda asal Argentina tersebut. Namun, selang beberapa bulan, keraguan pun berubah jadi pujian: Correa mampu menghiasi lini depan I Biancocelesti dengan permainan sensasional.

Sudah lama publik Olimpico tak melihat pemain yang mampu memadukan kecepatan dribel dan trik mematikan, semua ada dalam diri Correa. Ketika penyerang 24 tahun ini menggiring bola, artinya mimpi buruk bagi bek lawan. Musim lalu, dia mencatat rata-rata 2,1 dribel sukses perlaga, termasuk 10 pemain terbaik di Seri A. Pergerakannya di area seringkali berujung pada gol Lazio.


Baca Juga :
- Misi Melindungi Hegemoni
- Tidak Jadi ke Inter, Dzeko Kini Bisa Hentikan Laju Inter

Tapi bukan itu saja yang membuat tifosi Lazio luluh. Correa juga punya kecenderungan mencetak gol-gol penting. Torehan perdananya buat I Biancocelesti, September lalu, misalnya, memastikan kemenangan di kandang Udinese Calcio. Kemudian, yang paling vital adalah dua gol beruntun di Piala Italia: satu untuk membenamkan AC Milan di semifinal, satu lagi memastikan gelar juara buat Elang Ibukota, usai sepakannya merobek gawang Atalanta BC di final.

Total, pada musim debutnya, Correa tampil mengemas 9 gol dan 7 assist dalam 44 penampilan bersama Lazio. Prestasi yang juga membuatnya sempat dilirik klub-klub besar pada mercato kali ini. Namun, Correa tak mengindahkan rumor. Dia hanya ingin fokus buat Lazio pada musim kedua. Dengan kemampuan kian matang, pemuda berjuluk El Tucu itu siap membantu I Biancocelesti lolos ke Liga Champions.* Dari berbagai sumber

loading...

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
news
ARTIKEL SEBELUMNYA