#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Selama 121 Tahun Bilbao Hanya Merekrut Pemain Basque
15 August 2019 15:11 WIB
ATHLETIC Bilbao merupakan salah satu klub tertua di sepak bola Spanyol. Usianya sudah 121 tahun. Selain FC Barcelona, Real Madrid, dan Atletico Madrid, klub asal Basque Country ini tercatat sebagai klub keempat pengoleksi terbanyak gelar La Liga. Itu mengapa, bisa melatih tim berjulukan Los Leones ini merupakan sebuah kebanggaan, terutama untuk Gaizka Garitano yang asli kelahiran Basque.

Lebih dari itu, banyak keistimewaan yang dimiliki Bilbao yang disebut-sebut antidot sepak bola modern. “Kami berbeda sebab bermain tak hanya untuk uang, tak hanya untuk gelar. Tapi untuk jersey kami, nilai-nilai kami, untuk keluarga kami, teman-teman, saudara, dan itu sesuatu yang istimewa di dunia,” ujar Garitano, antusias.

Bilbao memang klub idealis. Mereka hanya menggunakan pemain yang berasal dari Basque; Spanyol timur laut-Prancis barat daya. Kebijakan itu sudah berlangsung sejak 1912 (klub berdiri 1898) dan berlaku hingga kini. Garitano sendiri merupakan pria yang lahir dan besar di Basque, bahkan tepat di kota Bilbao.


Baca Juga :
- Liverpool Lemah dalam Koordinasi, Chelsea Tidak Efektif
- Hanya Liverpool dan Man. City yang Penuhi Syarat untuk Mendominasi Eropa

“Kami sangat bangga melakukan hal-hal seperti itu. Menurut saya, kami adalah tim paling unik di dunia yang menerapkan filosofi tersebut. Kami cuma berjuang dengan orang-orang Basque. Itu telah terjadi selama beberapa dekade dan tidak bisa berubah. Bahkan saat kami mengalami kesulitan, di persaingan atau transfer,” kata Garitano lagi.

Dalam beberapa waktu terakhir, memang muncul kelompok orang yang mulai menentang idealisme klub soal pemainnya. Itu lantaran Los Leones tak juga bisa kembali menjuarai liga dalam tiga dekade terakhir. Terakhir mereka berjaya terjadi di 1983/84. Sedangkan trofi terakhir yang digapai adalah Piala Super Spanyol 2015/16.

Kendati begitu Bilbao sejatinya bisa berbangga sebab jadi salah satu tim yang tak pernah terdegradasi, seperti Barca dan Madrid. Garitano menilai itu sebagai keajaiban, dan soal paceklik ia menganggap semua terjadi akibat “habisnya” pemain top dan yang dibutuhkan adalah sebuah regenerasi yang hebat dan berkelanjutan.

Bersama entrenador 44 tahun, klub tentu ada di jalan yang benar. Ia merupakan sosok pelatih yang terbuka pada talenta muda, dan klub yang dilatih sebelumnya adalah Bilbao B. Kehadirannya pun menambah idealisme Los Leones. Filosofi yang dianut klub meluas dari soal pilihan pemain, ke gaya bermain yang merujuk pada sepak bola Inggris.

“Tidak diragukan lagi. Ketika kami bermain di Spanyol kami dikenal sebagai klub Inggris karena gaya main, suasana di stadion dan berbagai hal lain. Kami sangat bangga dan akan mempertahankannya,” katanya. Hasilnya pun manis. Musim lalu, Garitano yang dipercaya melatih per 5 Desember mengangkat tim dari zona degradasi hingga bersaing ke zona Eropa.


Baca Juga :
- Pub Tempat Lahirnya Dortmund Jadi Restoran Cepat Saji
- Kabar Kurang Bagus dari Liverpool, klopp Jelaskan Kondisi Kiper Becker

Lebih lanjut entrenador yang pernah menangani SD Eibar, Real Valladolid, dan Deportivo La Coruna ini mengakui bahwa Juergen Klopp di Liverpool FC jadi idolanya. Mulai dari kepemimpinan hingga gaya main. Ia menyukai sepak bola langsung, bermain sangat cepat, terus menyerang dan menekan, serta punya garis pertahanan yang tinggi.* TAUFANI RAHMANDA DARI BERBAGAI SUMBER

 

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA