#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
news
Arema vs Persebaya, Singo Edan Tampil dengan Jersi Baru Buatan Sendiri
15 August 2019 09:59 WIB
MALANG - Gol tunggal kemenangan Arema 1-0 atas Persebaya lewat strikernya Singgih Pitono yang kini menjadi asisten pelatih tim Singo Edan pada 29 Maret 1995 silam, di Stadion Gajayana, Kota Malang, menjadi awal rivalitas kedua tim Jawa Timur tersebut. Kini kedua tim kembali bentrok untuk ke-26 kalinya di usia 27 tahun persaingan kedua tim, pada laga pekan ke-13 kompetisi Liga 1 2019, Kamis (15/8) sore di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang.

Entah apa penyebab pasti awal munculnya rivalitas klasik panjang kedua tim di provinsi sepak bola Jawa Timur itu yang kerap dan mampu menyeret publik ke dalamnya. Meski ada yang menyebut perseteruan kedua tim berawal dari rivalitas musisi bergenre rock 'underground' kedua kota awal 1970-an. Padahal sejak era Perserikatan (1950-an), Galatama, Liga Indonesia, dan bahkan Liga 1 kini, juga kerap terjadi migrasi pemain di antara kedua tim dan kota itu.

“Persebaya datang ke Malang dengan rivalitas dan sudah pasti ada tujuan yakni memenangkan pertandingan. Rivalitas tetap dan baik antara Surabaya dan Malang atau Persebaya dengan Arema sampai kompetisi kapan pun pasti ada. Setelah tak lagi bersama coach Djadjang Nurjaman, saya sebagai caretaker tapi juga bukan malaikat atau bukan one man show. Saya hanya mempersiapkan tim sebaik mungkin dan mengembalikan mood pemain dan membangun mental pemain yang sangat penting melawan Arema di Malang,” ucap pelatih caretaker Persebaya “Bejo” Sugiantoro.


Baca Juga :
- Pos Dua Liga 1 Juga Menggoda
- Runner-up Liga 1 Tetap Menggoda, Persipura dan Borneo FC Diunggulkan

Malang selalu menjadi momok dan mimpi buruk bagi tim Bajul Ijo. Sebelas kali tampil mereka tak pernah sekalipun mampu memenangi pertandingan dalam 14 tahun terakhir. Bahkan tim yang baru saja mendepak pelatih kepalanya, Djadjang Nurdjaman itu, dalam 19 tahun terakhir sejak Mei 2000 selalu kalah dalam tujuh pertemuannya melawan Arema.

“Main di Malang beda dengan kota lain, kalau mental sudah siap, otomatis dari teknik, skill, dan taktik dengan sendirinya tidak ada masalah. Arema tim bagus, tapi saya fokus ke tim sendiri saja. Kami mempunyai karakter dan gaya bermain sendiri, dan itu harus dimunculkan untuk pertandingan lawan Arema,” ucap Bejo.

“Soal siapa pemain yang absen di antara dua tim, saya tak ambilk pusing. Sepak bola itu 11 lawan 11, jadi semua pemain kedua tim bisa membahayakan. Kami waspadai semua pemain Arema secara kolektif, tapi kami ada target pulang ke Surabaya membawa poin, minimal seri, syukur-syukur tiga poin”.

Sebaliknya bagi Arema, mereka memiliki catatan mentereng dalam 11 perjumpaan dengan tim asal ibu kota Jawa Timur tersebut, sembilan kali menang dan dua kali seri dengan agregat gol telak 15-2.

Bahkan dalam dua laga terakhir tahun 2019 ini, Makan Konate dan kawan-kawan tak terkalahkan melawan Persebaya pada dua leg final Piala Presiden 2019 lalu, 2-0 di Malang (12/04/2019) dan imbang 2-2 (09/04/2019) di Surabaya.

Menariknya tuan rumah Arema FC dalam laga sore untuk pertama kalinya akan menjadi tim di Tanah Air yang menggunakan jersi produk sendiri, yakni Singo Edan Apparel setelah kerjasama dengan apparel asal Spanyol, Munich X teroputus di tengah jalan, Rabu (14/08/2019) kemarin sore.


Baca Juga :
- Kalteng Putra Siap Mati-matian di Empat Laga Sisa
- Los Maduraticos Tak Mau Malu Diri

“Derbi Jatim selalu menyajikan pertandingan yang atmosfernya fantastis. Pertandingan sepak bola tanpa atmosfer yang bagus, tidak akan menarik, pemain lawan masih sama di Piala Presiden,” ucap pelatih Arema Milomir Seslija.

“Ulang tahun Arema dan jersi baru buatan manajemen tim sendiri, tentu kami tak ingin kehilangan momen itu, hanya kemenangan yang kami pikirkan. Kondisi internal lawan juga kurang kondusif, jadi itu akan kami manfaatkkan ambil tiga poin. Saya berharap mental down lawan akan memudahkan raih kemenangan. Dedik Setiawan dan Alfin Tuasalamony, absen tidak masalah, kami masih banyak stok pemain lain. sama saja kami optimistis menang. Persebaya bermain bagus di kandang daripada saat away. Kami akan melanjutkan penampilan bagus di kandang sendiri,” kata pelatih Arema FC, Milomir Seslija.***NOVAL LUTHFIANTO

loading...

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA