#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
PIALA AFF U-18 2019
Surat dari Vietnam: Polisi Ugal dan Kisah Cinta
16 August 2019 10:29 WIB
MACET dan semrawutnya jalanan di kota-kota Vietnam sudah sangat mendunia. Kelakuan masyarakat Indonesia yang ugal-ugalan, tidak ada apa-apanya. Di Negeri Lumbung Padi Asia ini, aturan di jalanan seperti tak berlaku. Jangankan lampu merah, laju bus pun bisa dipotong dengan seenak udelnya.

Karena macetnya jalanan di kota Ho Chi Minh sungguh luar biasa, setiap tim yang bertanding dalam Piala AFF U-18 2019 mendapat kawalan khusus dari polisi. Mirip patwal (patroli pengawalan) kalau di Indonesia. Biasanya, empat polisi dengan dua motor besar, mereka berboncengan, disiapkan.

Mereka ini bermodalkan sirine, pentungan seukuran 30 sentimeter, dan peluit. Dengan pakaian berwarna coklat, mereka bergerak lincah ke kiri ke kanan, menertibkan pengendara yang menutupi jalan. Mereka ini pun tak segang menegur dengan amarah sambil memberikan ancaman.


Baca Juga :
- Juara Piala AFF U-18, Tidak Ada Bonus, Tidak Ada Arak-Arakan Buat Skuat Australia
- Fakhri Akan Mencari Pemain Baru untuk Timnas U-18

Bahkan, jika ada pengendara yang nekat, dipukul kaca spionnya sampai pecah. Polisi ini bergerak sangat ugal, melebihi ugal-ugalannya pengendara motor dan mobil di Vietnam yang tak mau mengalah. Situasi ini membuat pemain timnas Indonesia yang berada di dalam bus, cukup tidak nyaman. Ke kiri ke kanan, ke kiri lagi, ke kanan lagi, dan seterusnya.

Tetapi, setelah sepekan menghadapi situasi tersebut, ofisial timnas, dan pemain mulai merasa terbiasa. Malahan, aksi polisi Vietnam ini jadi tontonan dan hiburan. “Ngeri-ngeri sedap,” ucap asisten pelatih timnas Indonesia U-18 Mahruzar Nasution, mengomentari aksi luar biasa polisi pengawal bus tim.

Situasi berbeda dialami saat anak-anak Garuda Muda pergi ke Ben Than Market, di pusat kota Ho Chi Minh, Kamis (15/8) siang. Tanpa pengawalan polisi, bus berjalan lambat. Bila bersama polisi hanya menempuh waktu sekitar satu jam, kali ini perjalanan sampai dua jam lebih.

Pada siang kemarin, skuat timnas Indonesia sengaja diajak ke pusat kota Ho Chi Minh, untuk penyegaran pikiran. Sebab, sejak pertama kali datang ke Negeri Paham Ho ini, kegiatan pemain hanya lapangan latihan, hotel, stadion, dan restoran. Selalu berulang dalam setiap harinya.


Baca Juga :
- Peringkat Ketiga Piala AFF U-18, Indonesia Bantai Myanmar 5-0
- Piala AFF U-18, Jadwal Siaran Langsung Perebutan Peringkat Ketiga dan Final

Walau jadwal sangat padat, di mana waktu sedikit apapun selayaknya dimanfaatkan untuk menjaga kebugaran, pemain tetap diberi kesempatan pelesir. Selain karena uang saku dari PSSI sudah turun, pemain ingin mencari oleh-oleh untuk keluarga tercinta di rumah, di kampung halaman, di Indonesia.

Sekitar tiga jam mereka secara berkelompok mengeksplorasi Pasar Ben Than. Ada yang belanja gantungan kunci, tempelan kulkas, makanan ringan, hingga membeli tas. “Saya beli tas untuk ibu,” kata Beckham Putra Nugraha. Inilah cinta anak-anak muda itu. Cinta untuk negeri dituangkan dalam laga, dan cinta untuk keluarga lewat buah tangan.*ABDUL SUSILA

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA