#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
GOTHIA CUP CINA 2019
Final Gothia Cup di Momen Kemerdekaan, TopSkor Indonesia Siap Kalahkan Australia
16 August 2019 05:21 WIB
 

Pemain TopSkor Indonesia kobarkan semangat Merah Putih demi dapat mempersembahkan trofi juara di Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.

 


Baca Juga :
- Dari Stadion Pakansari dan GBK Senayan, FIFA Sambangi Manahan Solo
- Pelatih Timnas U-16 Cina Pantau Langsung Gaya Main Indonesia


QINGDAO - Selangkah lagi, tim TopSkor Indonesia (TSI) akan mengukir prestasi tertinggi di turnamen yang disebut sebagai Piala Dunianya Sepak Bola Usia Muda, Gothia Cup. Penampilan dengan determinasi tinggi sejak fase grup hingga semifinal akhirnya mengantarkan Bani Satriani dan kawan-kawan ke final Gothia Cup Qingdao, Cina 2019.

Pada laga semifinal, kemarin, TSI sukses menang meyakinkan atas wakil tuan rumah Huanghai FC, skor 3-0. Tampil penuh percaya diri, Raychan Adji membawa TSI unggul cepat di awal babak kedua.

Gol tersebut lantas meruntuhkan mentalitas lawan sehingga para pemain mampu mendominasi permainan di menit-menit berikutnya. Terus menekan, Achmad Syauki sukses menggandakan keunggulan TSI lewat sundulan usai memanfaatkan kemelut di depan gawang lawan.

Hingga akhirnya, bek tengah TSI Muhammad Farhan menutup pesta gol TSI di babak kedua, dan memastikan tiket final Gothia Cup Cina 2019 kategori U-14. Hasil ini sekaligus mematahkan “kutukan”. Pasalnya, dari dua edisi sebelumnya, TSI U-14 selalu mentok hingga semifinal.

Pada partai puncak, TSI akan berhadapan dengan tim asal Australia, Box Hill United SC, Jumat (16/8) pagi. Bukan lawan asing, karena dua tahun lalu, TSI juga sempat bertemu dengan mereka di babak perempat final.

Hasilnya, meski mendapat perlawanan keras dan provokatif, TSI tetap berhasil menang besar 4-0. Berkaca dari rekor pertemuan kedua tim, pelatih TSI Yunus Muchtar, tak ingin pasukannya terlena.

Sudah mencapai final, ia meminta para pemain untuk menyelesaikannya dengan penampilan gemilang dan mengangkat trofi juara satu. Rekor fantastis dengan mencetak 31 gol tanpa kebobolan tak akan berarti apa-apa jika antiklimaks di final.

Sebab ini pernah terjadi pada tim TSI angkatan 2003 saat berlaga di Gothia Cup Swedia 2016. Menjadi tim paling produktif dengan mencetak 40 gol lebih hingga final, tim akhirnya menyerah lewat satu gol yang dilesakkan tim Meksiko di pengujung laga babak kedua.

“Syukur Alhamdulillah anak-anak tampil luar biasa sejauh ini. Semoga kami bisa menutup perjalanan nanti dengan sebuah trofi prestisius, juara," kata Yunus.

Menurutnya pengamatan singkatnya, sang lawan tak bisa dianggap enteng.

Mereka mengerti cara bermain possesion dan cukup terorganisir. Dengan postur badan yang cukup tinggi, itu akan mereka jadikan senjata. Hal ini tentunya sudah diantisipasi oleh tim pelatih TSI untuk membendung kekuatan lawan.

“Yang pasti anak-anak harus bermain sabar, dan baca dulu bagaimana permainan lawan. Juga hindari pelanggaran-pelanggaran yang tak perlu di dekat kotak penalti sendiri. Karena saya yakin, Australia bakal mengandalkan set piece lewat keunggulan postur badan,” ucap Yunus.

Pria asal Maros berharap, para pemainnya juga memperlihatkan penampilan puncak di final nanti. Apalagi, motivasi mereka berlipat untuk mempersembahkan gelar juara bagi bangsa Indonesia yang akan merayakan Hari Kemerdekaan pada 17 Agustus, saat tim tiba di Tanah Air.*FURQON AL FAUZI

 

 

 

 


Baca Juga :
- Hadapi Cina, Filipina Tidak Ingin Dibantai Seperti Lawan Indonesia
- Sebab Serangan Timnas U-16 Indonesia Lebih Berat ke Kiri

 

 

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA