#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Emosional, Djadjang Nurdjaman Curhat Panjang Lebar soal Pemecatannya sebagai Pelatih Persebaya
16 August 2019 14:31 WIB
BANDUNG – Djadjang Nurdjaman jadi pelatih ke-8 yang dipecat timnya pada kompetisi Liga 1 2019. Kerasnya atmosfer kompetisi kasta tertinggi membuat pelatih jadi korban pertama kebijakan klub. Kendati kesalahan utama tidak melulu kesalahan si pelatih. Tapi sebagai komandan tim, pemecatan harus diterimanya.

Bagaimana Djanur, sapaan akrabnya bercerita seputar pemecatannya oleh Persebaya Surabaya dan harapannya ke depan? Berikut obrolannya bersama TopSkor di kediamannya di kawasan Antapani, Bandung:

Vonis sudah dijatuhkan manajemen Persebaya. Anda harus lengser. Bagaimana hak-hak Anda yang belum selesai?


Baca Juga :
- Slemania Sebar Virus Perdamaian Jelang Laga PSS Lawan Persipura
- Diogo Campos Bergabung, Persebaya Kental Aroma Brasil

Karena sedikit kaget dan emosional, saya langsung pulang ke Bandung. Untuk urusan hak dibicarakan belakangan saja. Tapi belum tahu bagaimana penyelesaiannya karena belum ada pembicaraan lagi dengan manajemen.

Tidak ada argumen yang Anda sampaikan kepada manajemen?

Kalau mau beragumen bisa saja. Kami belum pernah kalah di kandang sejak Oktober 2018. Posisi di klasemen juga tidak terlalu jelek. Tapi ya sudahlah. Biar saja masyarakat yang menilainya.

Jadi pemecatan ini sangat mendadak?

Enggak menyangka. Tapi gaya manajer seperti itu. Lebih ke pemain yang bakal kena evaluasi. Ke saya enggak pernah kasih informasi bakal dievaluasi. Makanya saya kaget. Saya pikir kalau gagal atau kalah lagi di kandang Arema FC baru diberhentikan.

Tapi di media massa sering muncul berita Anda terancam dipecat jika gagal mengubah prestasi tim

Itu dia yang saya enggak mengerti. Di media massa beberapa kali muncul pemecatan, tapi tidak pernah bicara langsung kepada saya. Ultimatum dan warning itu, enggak pernah ada. Saya enggak mengada-ada atau mencari pembenaran.

Kasusnya sama atau tidak dengan pemecatan Rudy Eka Priyambada (mantan pelatih fisik Persebaya)?

Sama juga. Aneh saja pemecatannya. Ada evaluasi kok Rudy yang kena, bukan malah saya yang pelatih kepala. Kan Rudy yang bawa saya dan dia yang bantu pekerjaan saya.

Mirip dengan waktu di PSMS Medan dong, asisten dulu yang dipecat baru Anda…

Betul. Terulang di Persebaya. Saya nggak tahu itu fenomena baru di sepak bola Indonesia atau bukan. Yang jelas saya mengalaminya dua kali berturut-turut dan rasanya belum ada kejadian seperti itu di klub lain.

Tapi pasti tetap ada alasan mencukupi bagi manajemen memecat Anda…

Pasti ada karena memang prestasi Persebaya kurang bagus. Tidak selaras dengan cara bermainnya. Main selalu bagus, tapi hasilnya tidak selalu bagus. Kami kebanyakan imbang di kandang dan kalah di luar kandang. Ingat ya, Persebaya belum pernah kalah di kandang.

Main bagus tapi hasil tidak sesuai ekspektasi. Kira-kira apa penyebabnya?

Kualitas pemain asing Persebaya tidak sesuai ekspektasi. Amido Balde bagus di Piala Indonesia, tapi menurun di kompetisi. Manuchekhr Dzhalilov pun kurang berkembang setelah bersinar di Piala Presiden. Damian Lizio pun begitu. Tidak sesuai dengan video dan informasi yang kami dapatkan. Itulah kendala yang muncul jika merekrut pemain baru yang belum pernah bermain di Indonesia.

Sempat mengajukan perubahan komposisi pemain asing ke manajemen?

Pelan-pelan sambil menjalani kompetisi Liga 1 sudah saya sampaikan. Tapi belum kesampaian, saya keburu dipecat. Ya jadikan pelajaran saja untuk melangkah ke depan ketika ada kesempatan lagi melatih klub Liga 1.

Kapan melangkah lagi? Sudah ada tawaran dari klub lain?

Enggak tahu. Belum ada tawaran, jadi istirahat dulu saja. Tapi, kapan pun harus melatih lagi saya selalu siap. Melatih profesi saya.

PSIS Semarang bagaimana?

Enggak ada tuh yang hubungi saya. Bahkan lirik-lirikan juga belum sempat. Ya menunggu sajalah. Satu bulan atau empat bulan mengganggur kan enggak apa-apa. Meski status AFC Pro sudah di tangan.

Anda dikenal jago mengangkat prestasi tim yang berada di zona degradasi. Apa sih kiatnya?

Enggak ada kiat khusus. Cuma intip-intip dulu kekuatan timnya. Lalu formulasikan kenapa susah menang. Baru menerapkannya di lapangan. Begitu saja. Sederhana dan tidak rumit.

Kalau semisal Persija Jakarta butuh servis Anda untuk memperbaiki posisi bagaimana? Kan sebelum pelatih Persija yang sekarang hadir, Anda pernah diminati Persija untuk gantikan Ivan Kolev

Itu baru sebatas bisik-bisik saja. Apalagi saya waktu itu masih di Persebaya. Kalau sekarang enggaklah. Kan mereka sudah bersama pelatih yang sekarang, dan beratnya harus pamit sama bobotoh dulu...hahaha (tertawa).

Ironis jika lisensi AFC Pro sudah di tangan, tapi tidak memegang klub

Saya lebih ingin sistem kompetisi meniru di Eropa. Kontrak pelatih jangan satu tahun atau satu musim. Belum sesuai harapan sudah dipecat. Karena tahun pertama rata-rata baru bangun tim. Contoh Jurgen Klopp di Liverpool baru tahun keempat bawa Liverpool juara. Itu pun bukan juara Liga Inggris. Tapi juara Liga Champions Eropa.

Upaya yang akan ditempuh untuk mengubah sistem tersebut?

Kembali menghidupkan asosiasi pelatih yang sudah dibangun almarhum GH Sutejo. Kita pelatih AFC Pro dan pelatih lainnya sedang membahas soal ini agar posisi pelatih punya tempat yang bagus di tim yang dilatihnya. Asosiasi ini nantinya menyelesaikan persoalan yang muncul karena ada beberapa pelatih AFC Pro kehilangan jabatan. Padahal itu strata tertinggi. Juga mencari cara menyikapi ekspansi pelatih asing di sepak bola Indonesia.

Kapan rencana asosiasi pelatih ini dihidupkan kembali?

Ya secepatnya. Ada rencana kita berkumpul bersama di Jakarta membahas itu pada 7 dan 8 September mendatang bersamaan nonton bareng uji coba timnas.


Baca Juga :
- Alasan Persebaya Rekrut Diogo Campos dari Kalteng Putra
- Berangkat 20 September, Riedl Diperkirakan Baru Bisa Dampingi Persebaya pada 24 September

Ini upaya pelatih harus mendapat penghargaan yang pantas?

Arahnya ke sana. Atau tepatnya untuk perbaikan ke depannya karena pelatih tidak punya posisi yang kuat di dalam tim yang dibelanya. Sekedar contoh, sudah sukses membawa timnya juara, tidak lantas jadi warga kehormatan.*Dani Wihara

BERITA TERKAIT

news
Nyaman di Harian TopSkor, Mantap di TopSkor.id
Total Komentar 0
Tulis Komentar +
news
ARTIKEL SEBELUMNYA