#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Peluang Fred Masuk Tim Inti MU Masih Terbuka
16 August 2019 13:55 WIB
MANCHESTER – Manchester United FC (MU) benci pergi ke Stadion Molineaux, markas Wolverhampton Wanderers FC. Sejarah membuktikan. Setan Merah punya daftar lawan di luar The Big Six (enam besar) yang juga menyulitkan mereka. Pada awal 2000-an, West Ham United FC dan Middlesbrough FC. Kini, sejak pergantian dekade, Wolves adalah batu sandungan mereka.

Molineux telah menjadi tempat yang sulit bagi Setan Merah. Bahkan, Sir Alex Ferguson, pelatih legendaris MU, pun merasakan kesulitan itu. Timnya dipaksa kehilangan tiga poin pertama mereka pada Liga Primer 2010/2011. Ole Gunnar Solskjaer juga mengalami kesulitan yang sama. Timnya kalah dua kali dari Wolves musim lalu, keduanya dengan skor sama 1-2.

Tetapi langkah pelatih asal Norwegia itu mendatangkan tiga pemain baru berkualitas, berarti MU lebih siap untuk menghadapi pasukan Nuno Espirito Santo, Senin (19/8) nanti. Aaron Wan-Bissaka, Harry Maguire, serta Daniel James diyakini akan mampu membantu Setan Merah keluar dari kesulitan. Dan, itu telah terbukti. Ketiganya tampil impresif dalam kemenangan 4-0 atas Chelsea FC di laga perdana.


Baca Juga :
- WAWANCARA: Teemu Pukki, “Saya Datang dengan Keyakinan Mampu Mencetak Gol”
- Saatnya Arsenal Akhiri Paceklik

Para fan menyukai tiga wajah baru ini karena mereka pemain yang berkarakter. Wan-Bissaka dan James menambah kecepatan dan dinamisme tim. Sementara gaya bertahan Maguire yang solid membuat mantan bek tengah Leicester City FC itu langsung jadi sosok favorit di Old Trafford. Yang paling vital, ketiganya punya daya gertak. Ini sesuatu yang tidak dimiliki MU bertemu Wolves.

Semisal 2010/11. MU berada di pengujung kursi juara Liga Primer dan tak terkalahkan pada saat itu. Masalahnya, pemain seperti Dimitar Berbatov dan Nani selalu kewalahan ketika pergerakan mereka di sayap dipersempit. Wolves kini sangat berbeda. Mereka solid dan kompak dalam bertahan dan menyerang sejak dilatih Santo. Setan Merah kekurangan sumber daya untuk menyulitkan mereka musim lalu.

Pada kekalahan Piala FA dari Wolves pada Februari, MU menurunkan tim yang memiliki bakat lebih dari yang diperlukan. Paul Pogba, Anthony Martial, Marcus Rashford, dan Jesse Lingard starter sejak awal, di belakang, ada Victor Lindeloef dan Diogo Dalot. Sayang, Lindeloef saat itu belum benar-benar nyaman menghadapi penyerang tangguh macam Raul Jimenez dan Diogo Jota. 

Kisah sama terjadi saat MU kalah dari Wolves di Liga Primer pada April. Tak ada harapan bahwa Fred bisa memberikan solusi. Tampil luar biasa melawan PSG beberapa minggu sebelumnya, dia malah melempem di liga domestik. Namanya pun tidak masuk daftar cadangan MU saat mengalahkan Chelsea. Artinya, ada banyak pekerjaan yang harus dilakukan Fred untuk membangkitkan kembali kariernya di Old Trafford.

Setidaknya, rivalitas lini tengah pasukan Solskjaer tak sepanas sektor lain. Jika Fred seorang penyerang ia akan bersaing dengan Lingard, Rashford, Martial, Mason Greenwood, hingga Alexis Sanchez untuk mendapatkan tempat. Lini tengah MU adalah masalah yang sama sekali berbeda. Paul Pogba satu-satunya operator top tim dan Scott McTominay adalah starter yang dijamin.

Opsi lainnya tak meyakinkan. Nemanja Matic mulai menua, Andreas Pereira belum benar-benar membuktikan layak masuk inti. Artinya, peluang Fred masih terbuka. Hanya saja, banyak yang harus dilakukan gelandang asal Brasil itu untuk mendapatkan kepercayaan Solskjaer. Ia perlu membuktikan diri mampu lebih efektif dari McTominay, Pereira, Matic untuk menjadi senjata baru sekaligus sebagai pendamping Pogba.***NURUL IKA HIDAYATI


Baca Juga :
- EA Sports dan Jesse Lingard Luncurkan FIFA 20 Edisi Spesial ‘JLingz’
- Nemanja Matic Frustrasi Bersama Manchester United

 

 

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA