#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Roma Bangun Kekuatan Baru
19 August 2019 13:34 WIB
ROMA – Musim lalu mungkin salah satu periode paling suram dalam sejarah AS Roma. Bukan cuma soal performa tim, tapi juga manajemen klub. I Giallorossi tak pernah benar-benar kompetitif di Seri A dan Liga Champions, kehilangan semua target pada penghujung musim. Itu ditambah kecerobohan para petinggi dalam melakukan manuver di mercato.

Menjual dua pilar lini tengah, Radja Nainggolan dan Kevin Strootman, di awal musim adalah kesalahan pertama. Tanpa pengganti sepadan, permainan Roma langsung ambruk. Apalagi kapten Daniele De Rossi jarang tampil karena dirundung cedera.

Eusebio Di Francesco dan Direktur Olahraga Monchi mendatangkan sederet darah muda untuk jadi tulang punggung tim. Tapi sulit mengharap hasil instan dari para pemain kurang pengalaman. Performa I Giallorossi jadi inkonsisten, sampai akhirnya dua sosok tadi jadi korban pemecatan. Meski sempat membaik di tangan Claudio Ranieri, tifosi kembali marah ketika klub “mengusir” gelandang legendaris De Rossi dari Olimpico.


Baca Juga :
- Trigoria Bersolek buat Piala Eropa 2020
- Roma Sangat Membutuhkan Dzeko

Intinya, Roma rusak dan terluka. Sekarang, yang perlu dilakukan adalah belajar dari kesalahan dan membangun kekuatan baru. Semua dimulai kembali dari nol: manajemen, pelatih, sampai tim. Gianluca Petrachi datang dari Torino FC untuk menggantikan Monchi sebagai guru transfer, Paulo Fonseca dipercaya membentuk pasukan tangguh, dan semua kelemahan dalam skuat musim lalu siap dibenahi.

Ketika kiper cadangan tampil lebih baik dari pemeran utama, sudah jelas ada yang salah di bawah mistar. Inilah kenapa Roma memboyong Pau Lopez dari Real Betis untuk menggantikan Robin Olsen. Pemuda asal Spanyol itu diharap bisa mengembalikan gawang Roma jadi tembok kokoh. Sementara di sisi kiri pertahanan, Leonardo Spinazzola bergabung untuk memberi bantuan buat Aleksandar Kolarov yang mulai dimakan usia.


Baca Juga :
- Skandal Direktur Olahraga AS Roma
- Duel Dua Serigala, Dzeko Paling Berbahaya

Namun, perubahan terbesar ada di lini tengah. Sadar sektor ini perlu tambahan kualitas, I Giallorossi menggaet dua gelandang sekaligus: Amadou Diawara dan Jordan Veretout. Perlu waktu, tapi dengan bimbingan yang tepat, mereka bisa menggantikan peran yang dulu dimainkan Nainggolan dan Strootman. Ditambah dukungan dari talenta lain macam Lorenzo Pellegrini dan Bryan Cristante, Roma terlihat cukup solid.

Yang patut dinanti juga adalah dampak kepergian Kostas Manolas ke SSC Napoli. Bek internasional Yunani itu merupakan tembok terbaik Roma dalam beberapa tahun terakhir. Gianluca Mancini, yang dibeli sebagai pengganti, punya potensi dan kualitas. Namun, belum tentu bisa jadi pemimpin sebaik Manolas. Tak heran bila klub masih mengejar bek berpengalaman macam Dejan Lovren.* Dari berbagai sumber

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA