#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Tetap Semangat dan Terus Berjuang
19 August 2019 04:05 WIB
SEBUAH kata yang biasa terdengar: Lakukan saja, selebihnya biarkan Tuhan yang menentukan. Atau Kita sudah Berusaha tapi yang Maha Kuasa yang menentukan akhir ceritanya. Bukan mencari alasan atau pembenaran, namun tidak ada kata yang sangat mujarab selain dua kata di atas tersebut ketika dalam kehidupan kita terantuk kepada kegagalan.

Terantuk yang berarti bukan berarti selesai. Dengan demikian, setelah terantuk (terjatuh), seseorang dapat kembali bangkit. Meski dalam kondisi terjatuh, sepertinya kita melewatkan sesuatu yang indah. Meski dalam kekalahan timnas U-18 asuhan Fakhri Husaini dalam final Piala AFF, Garuda Muda melewatkan momentum yang sangat ideal: 17 Agustus. Ya, Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.

Sebelum kekalahan dalam final tersebut, semua menilai bahwa hari itu sangat tepat untuk meraih kemenangan. Apalagi, yang dihadapi dalam laga final adalah timnas Malaysia. Ideal untuk merayakan atau memanfaatkan momentum. Tentu, jika menang, akan ada judul “Kado Indah untuk Indonesia”. Tapi, yang terjadi justru berbeda.


Baca Juga :
- Jalan Terjal Liverpool
- Kekuatan Barca Bakal Lebih Dahsyat

Juara memang indah. Trofi memang akan memberikan kebanggaan tersendiri. Bahkan menjadi ukuran terkait perkembangan timnas. Meski demikian, perlu diingat bahwa ini laga usia 18 dan 19. Yang berarti pasukan Garuda Muda masing-masing pemainnya masih memiliki begitu jalan yang panjang. Akan ada kesempatan lain dalam turnamen atau momen lainnya, baik itu di timnas maupun di klub. Fakta bahwa berhasil ke final, adalah sisi positif tersendiri yang bisa dipetik dari aksi Garuda Muda dalam ajang Piala AFF U-18.


Baca Juga :
- Conte Mampu Membuat Pemain Bangkit
- Kini Banyak yang Meragukan Solskjaer

Beckham Putra dan kawan-kawan tidak akan mungkin bisa sejauh ini (ke final) tanpa perjuangan, persiapan, baik teknik maupun psikologis yang baik. Banyak yang menilai bahwa ada faktor lapangan yang tidak bagus sehingga laju bola atau serangan khas Garuda Muda tidak berjalan dengan baik. Ada pula penilaian bahwa mereka tidak sabar. Jelas, semua itu akan menjadi bahan evaluasi.

Walau tidak juara, Merah-Putih di dada para Garuda Muda tetaplah akan berkibar selamanya. Itulah yang dapat dipetik. Perjuangan para generasi muda perlu diapresiasi, bukan disesali. Karena perjuangan bukan hanya di Vietnam melainkan di Qingdao, Cina. Kemarin, TopSkor Indonesia berhasil mengibarkan bendera Merah-Putih setelah tampil sebagai juara dalam ajang Piala Gothia. Mereka (timnas U-18 dan TopSkor Indonesia) adalah generasi muda yang akan tetap semangat dan terus berjuang.*Irfan Sudrajat
 

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA