#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Mentalitas Jadi Faktor Penentu Kesuksesan Awal Liverpool
19 August 2019 09:27 WIB
SOUTHAMPTON – Liverpool FC tak punya banyak waktu istirahat. Setelah sukses menjuarai Piala Super Eropa di Istanbul, Turki, Rabu (14/8), mereka dijadwalkan bertandang ke Stadion St. Mary’s pada Sabtu (17/8). The Reds harus menghadapi tuan rumah Southampton FC dalam lanjutan Liga Primer 2019/20. Hebatnya, semua dilalui dengan sempurna.

Tiga hasil vital diraih dalam rentang delapan hari. Sebelum mengalahkan Chelsea FC lewat adu penalti di Piala Super Eropa, Liverpool memetik kemenangan 4-1 melawan Norwich City FC pada laga perdana Liga Primer di Anfield, 9 Agustus lalu. Sempat ada kecemasan jika jadwal padat di awal musim akan menghambat The Reds. Faktanya, kendala tersebut mampu dilalui dengan impresif.

Kini, Mohamed Salah dan kawan-kawan bahkan memuncaki klasemen sementara Liga Primer dengan raihan enam poin dari dua laga. Hanya Arsenal FC yang menyamai pencapaian Liverpool tersebut. Namun secara produktivitas, pasukan Juergen Klopp lebih baik. Sementara itu, juara bertahan dan rival utama The Reds, Manchester City FC tertahan 2-2 di Etihad oleh Tottenham Hotspur FC.


Baca Juga :
- Leicester Penasaran Selalu Kalah di Tiga Duel Terakhir melawan Spurs
- Lindeloef Ikuti Jejak De Gea

Bukan hanya itu, hasil maksimal di Southampton membuat Liverpool mampu menyamai pencapaian pada 2013/14 lalu, yakni meraih 11 kemenangan beruntun di ajang liga. Ya, sejak 10 Maret lalu, tim Merseyside tersebut selalu berhasil membukukan tiga poin. Sebelumnya, hal yang sama pernah terjadi periode 8 Februari hingga 20 April 2014 ketika The Reds masih dilatih Brendan Rodgers.

Catatan ini tentu bisa bertambah panjang jika mereka mampu kembali membukukan kemenangan pada laga berikutnya. Liverpool dijadwalkan manjamu Arsenal di Anfield, 24 Agustus nanti. Selain itu, bagi Klopp, kemenangan di St. Mary’s pun menjadi prestasi tersendiri baginya. Pria asal Jerman itu mencatatkan diri sebagai pelatih The Reds yang paling cepat mencapai 300 poin di ajang liga domestik.

Klopp cuma butuh 146 laga sejak ditunjuk menggantikan Rodgers pada Oktober 2015 lalu. Ia sukses melewati torehan pelatih legendaris Liverpool Kenny Dalglish yang perlu 150 pertandingan untuk memberikan 300 poin pada periode pertama kepelatihannya di Anfield (1985-1991). Klopp pun mengungguli nama-nama besar seperti Rafael Benitez (159) hingga Bill Shankly (166). 

Klopp menyebut mentalitas sebagai faktor penentu. Ia sadar setelah perjalanan dan laga melelahkan di Istanbul, sangat mungkin performa timnya mengendur. “Saya terkesan dengan start yang diperlihatkan tim. Mereka tahu laga di Southampton selalu sulit. Karena itu, para pemain berinisiatif menyerang sejak menit awal,” kata Klopp. “Kami mampi mengontrol laga meski ada sedikit kesalahan.”

Tim tamu membuka keunggulan lewat Sadio Mane sebelum turun minum. Mantan penyerang Southampton tersebut kembali berandil dalam gol kedua Liverpool. Assist-nya sukses dimaksimalkan Roberto Firmino. Namun blunder yang dilakukan kiper Adrian San Miguel membuat The Saints mampu mencuri gol hiburan lewat eks penyerang The Reds, Danny Ings di pengujung laga.


Baca Juga :
- Liverpool Cari Pelampiasan
- WAWANCARA: Teemu Pukki, “Saya Datang dengan Keyakinan Mampu Mencetak Gol”

“Gol lawan bukan sepenuhnya kesalahan Adrian. Itu karena kami terlalu sering memberikan bola kepadanya,” ujar Klopp. “Seperti yang Anda ketahui, kondisi Adrian tidak sepenuhnya fit karena masalah pada pergelangan kaki yang dialaminya. Tetapi secara keseluruhan, saya puas dengan performanya dan seluruh pemain.”***    

 

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA