#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Yeo Mariba, Sosok Ibu Super bagi Pogba Bersaudara
19 August 2019 14:32 WIB
SETIAP kali rombongan Paul Pogba muncul, selalu ada seorang wanita yang jadi pusat perhatian. Dialah Yeo Moriba, ibu dari bintang Manchester United FC (MU), Paul Pogba dan saudara kembarnya, Mathias dan Florentin. Sosok wanita yang bersedia melakukan pengorbanan besar untuk menjadikan ketiga putranya sukses dalam hidup mereka.

Yeo yang lahir di Guinea itu sangat mencintai olahraga, sepak bola khususnya, tetapi dia pisah dari suaminya, Antoine, yang seorang insinyur telekomunikasi, pada 1996 ketika Paul baru dua tahun, pindah ke Prancis, dan membesarkan ketiga anaknya sendirian di area perumahan rakyat Renardiere di Roissy-en-Brie, pinggiran Paris.

Antoine, yang meninggal pada Mei 2017 di usia 79 tahun, masih memiliki ikatan dengan putra-putranya dan menyaksikan Pogba bermain di Euro 2016. Tetapi membesarkan ketiga bocah itu sepenuhnya urusan Yeo, yang mereka sebut sebagai 'ibu super'. Karena tak hanya cinta, wanita itu juga membutuhkan disiplin untuk mendidik anak-anaknya.


Baca Juga :
- Bintang Muda Norwich Bangga Ungguli De Bruyne dan Silva
- Putra Legenda Milan Berpeluang Menjadi Calon Bintang Chelsea dan Timnas Inggris

"Tidak mudah, tetapi ketika Anda memiliki anak laki-laki dan Anda harus membesarkan mereka sendiri, Anda harus bersikap sangat ketat dengan mereka. Tapi juga lembut pada saat yang sama," kata Yeo kepada Fifa.com.

Ketika Pogba bersaudara mencapai usia lima tahun, mereka bermain sepak bola untuk tim lokal. Dan itu hasrat yang diturunkan oleh sang ibu. “Saya memainkan banyak olahraga berbeda tetapi akhirnya memilih sepak bola. Kami menciptakan sebuah tim wanita dan saya kaptennya," kata Yeo. "Mungkin ini soal genetik, saya tidak tahu."

Walau tiga tahun lebih muda, Paul lebih berbakat di antara ketiganya. Pada usia 16, si kembar Mathias dan Florentin pindah ke Spanyol untuk bergabung dengan akademi Celta Vigo, sementara Paul di akademi Le Havre.

"Saya mengunjungi mereka bergantian. Akhir pekan ini mengunjungi Paul, pekan berikutnya si kembar," kata Yeo. "Saya tak pernah absen memberi dukungan. Dan, setiap kali saya selalu memberi mereka saran ini: ‘Kalian meninggalkan negara untuk mencapai tujuan, jadi lakukan yang terbaik untuk mencapai tujuan ini’.”

Lalu Paul harus pindah ke salah satu klub terbesar di dunia, MU, yang mengakui potensi remaja berbakat dan memetiknya dari Le Havre pada 2009. Saat itulah Yeo membuat pengorbanan tertinggi. Wanita itu berhenti dari pekerjaannnya untuk fokus menemani putra bungsunya yang baru 16 tahun, terbang ke Inggris dan pindah ke Manchester.

Dan, ketika Fergie memutuskan tidak mencantumkan Pogba dari susunan starting line- up, sang pelatih legendaris itu harus berhadapan dengan amarah sang ibu yang tidak terima atas pelakuan yang diterima putranya. Itu dipicu Pogba yang menolak kontrak baru. Ferguson lalu menghukumnya. Yeo murka besar saat Pogba menangis karenanya.

Lalu Pogba terbang ke Turin di mana ia memenangkan delapan gelar, termasuk empat Scudetto, dan dinominasikan untuk Ballon d'Or hanya dalam empat tahun bersama Juventus. Namun, MU memanggilnya pulang ke Old Trafford walau harus keluar biaya 90 juta paun. Sayangnya belakangan Pogba berselisih paham dengan Jose Mourinho.

Selama itu pula Yeo tak pernah jauh dari anak-anaknya. "Anak-anak adalah teman saya. Kami saling memberi tahu segalanya. Saya selalu memberi tahu mereka bahwa mereka dapat mencapai apa pun, tapi berhati-hatilah karena hidup ini rumit. Entah itu sekarang atau bahkan kemudian, selama saya masih hidup aku akan terus membimbing mereka."


Baca Juga :
- Terusir dari Donetsk Gara-gara Perang
- Firmino Spesial dan Komplet

Termasuk soal gaya rambut. Pogba dikenal karena berbagai gaya rambutnya, diciptakan oleh stylist A Star Barbers. Dan itu, kata Yeo, diwarisi darinya. "Saya mengganti gaya rambut saya sepanjang waktu."*NURUL IKA HIDAYATI

 

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA