#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Aprilia Kesulitan Perbaiki RS-GP
19 August 2019 13:39 WIB
FAENZA - Para teknisi dan mekanik Tim Aprilia Racing Gresini ditantang untuk memperbaiki performa Aprilia RS-GP. Kuda besi buatan Italia tersebut memang menjadi salah satu motor yang tidak mengalami peningkatan sepanjang musim ini. Pada Grand Prix (GP) Austria, 11 Agustus lalu, penurunan kinerja mereka semakin terlihat.

Pada putaran ke-11 MotoGP 2019 di Sirkuit Red Bull Ring, Austria, dua pekan lalu, Aleix Espargaro finis di posisi ke-14. Sedangkan rekan setimnya, Andrea Iannone, mengakhiri lomba di urutan ke-16 atau rider terakhir yang menyentuh garis finis. Bahkan pembalap asal Italia itu sempat di-over-lap oleh Marc Marquez dan Andrea Dovizioso.

“Pertama dan terpenting adalah kami harus meningkatkan kinerja di kualifikasi. Ada beberapa pembalap yang tampil lebih kuat daripada kami pada Sabtu (sesi kualifikasi), tapi mereka tidak bisa tampil bagus saat perlombaan. Jika mampu kompetitif, maka Anda akan memiliki lomba yang bagus,” kata Espargaro.


Baca Juga :
- Tarik Ulur Kalender Balap MotoGP
- MotoGP Italia 2019 Bukan Zona Nyaman Marc Marquez

Hasil terbaik Aprilia dari 11 lomba tahun ini adalah finis kesembilan oleh Espargaro di GP Argentina, 31 Maret lalu. Setelah itu, ia tidak mampu lagi finis di posisi 10 besar dan semakin jauh tertinggal dari pemenang lomba. Menurutnya, tim harus membenahi motor dari awal agar memiliki keseimbangan yang tepat.

“Jika tangki bahan bakar terisi penuh, motor akan terasa berat dan tidak dapat dikendalikan dengan baik saat di tikungan. Akselerasi motor juga benar-benar buruk dan sulit untuk mengubah arah dengan cepat. Ketika saya berkendara dengan bahan bakar sedikit, tidak ada masalah. Kami harus segera mencari solusinya,” kata Espargaro.

Selama ini, RS-GP terkenal sulit dikendarai karena karakternya yang agresif. Romano Albesiano selaku Direktur Teknik Aprilia menegaskan, timnya sudah memiliki rancangan untuk melakukan peningkatan besar pada RS-GP. Utamanya untuk membuat Espargaro dan Iannone merasa nyaman di atas motor.

“Kami telah melakukan banyak pekerjaan pada motor. Pasalnya, saat ini motor kami memiliki mesin yang lebih baik daripada sebelumnya. Begitu juga dengan sasis dan perangkat aerodinamika. Tetapi, level persaingan semakin meningkat dan tim lain juga memberikan tekanan besar,” ucap Albesiano.

Aprilia juga sudah bekerja untuk membangun sasis untuk 2020. Karenanya, Albesiano menargetkan tahun depan setidaknya pembalap mereka bisa konsisten berada di 10 besar.

“Terkadang sulit untuk memahami apa yang perlu Anda tingkatkan. Pembalap mengatakan bahwa ada area yang perlu ditingkatkan saat kami merasa itu tidak perlu,” ujar Albesiano. “Jadi, kami harus fokus pada satu hal. Kami harus mematangkan rencana untuk musim depan. Sesuatu yang sepenuhnya berbeda daripada apa yang kami miliki saat ini. Itu sebabnya kami memutuskan untuk mengambil langkah besar pada tahun depan.”


Baca Juga :
- Dovizioso Beruntung Bisa Turun di GP San Marino
- Oliveira Bikin Tech3 Pusing

Kabarnya, Aprilia bakal mengubah konvigurasi mesin empat silinder mereka dari V (V4) menjadi segaris (inline-four). “Saya tidak dapat menyangkal kemungkinan kami mengganti dengan mesin empat silinder segaris. Tapi, Aprilia sudah tampil dengan mesin V sejak awal,” kata Albesiano.

Karena saat ini baru ada 11 tim yang bersaing, MotoGP masih memiliki satu tempat untuk tim bergabung. Aprilia juga memiliki keinginan untuk menurunkan tim satelit agar memudahkan mereka dalam hal pengembangan. “Tim penguji dan satelit cukup penting. Jadi kami berharap bisa memilikinya di masa mendatang,” ujar Albesiano.*MUHAMAD FADLI RAMADAN DARI BERBAGAI SUMBER

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA