#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Juara Piala AFF U-18 2019, Australia Samai Rekor Thailand
20 August 2019 09:29 WIB
HO CHI MINH – Sekali lagi, Australia membuktikan sebagai jawara dalam urusan sepak bola di Asia Tenggara. Itu setelah menaklukkan Malaysia 1-0, dalam laga final Piala AFF U-18 2019 di Stadion Thong Nhat, Ho Chi Minh, Senin (19/8) malam. Berkat kemenangan ini, Australia menjuarai Piala AFF U-18/U-19 untuk kelima kalinya.

Torehan ini menyamai pencapaian Thailand, yang mengukir juara pada edisi 2002, 2009, 2011, 2015, dan 2017. Adapun The Young Socceroos meraih gelar juara pada 2006, 2008, 2010, 2016, dan kali ini. Uniknya, dari lima gelar tersebut, tiga di antaranya selalu diraih saat tampil di Negeri Paman Ho tersebut.

Satu-satunya gol yang tercipta pada pertandingan tersebut dilesakkan Lachlan Brook pada menit ke-81. Gol tersebut tercipta lewat skema terencana, di mana Brook berhasil mengelabui kawalan dua pemain bertahan Malaysia, sekaligus kiper pengganti Malaysia yang baru tampil pada 10 menit terakhir babak kedua.


Baca Juga :
- Kenapa Suporter Filipina Memuji Indonesia sebagai Tuan Rumah Pra-Piala Asia U-16?
- Bima Sakti Sempat Marah Saat Timnas U-16 Bantai Mariana Utara 15-1

Adapun pencetak gol terbanyak dalam ajang ini diraih tiga pemain, dengan torehan enam gol. Tiga pemain tersebut adalah Dylan Ruiz Diaz dari Australia, Amiruddin Bagus dari Indonesia, dan Maizinho Barreto dari Timor Leste. Ini terjadi untuk pertama kalinya, di mana gelar top scorer diraih tiga pemain.

Pelatih Australia Gary Rudy Peter mengatakan kesuksesan mereka membalas dendam atas Malaysia, setelah takluk 0-3 pada babak grup, karena lapangan kering. Dengan kondisi lapangan yang tidak basah, pola, dan strategi yang ia inginkan bisa berjalan dengan baik. Kecepatan pemain-pemain Malaysia pun bisa diantisipasi.

“Kami tampil menekan pada babak pertama, namun kehilangan banyak bola pada awal babak kedua. Menjelang 15 menit akhir pertandingan kami bisa kembali menguasai.  Ini tak lepas karena pemain tampil disiplin sepanjang pertandingan. Saya pikir kami sangat layak meraih gelar ini,” kata Gary.

Sementara itu, pelatih timnas Malaysia Brad Malonei, menyebut cederanya kiper utama mereka Firdaus Irman pada akhir babak kedua, membuat situasi tak baik. Psikologis pemain bertahan terganggu. Dampaknya, sisi pertahanan menjadi melemah dan Australia akhirnya bisa melesakkan satu gol.

“Apa yang sudah dicapai pemain sudah sangat baik. Kami harus segera melupakan kekalahan pada laga final ini untuk kemudian bersiap kembali pada pertandingan Pra Piala Asia U-19 2020. Saya pikir ajang ini harus kami atasi agar bisa tampil di Piala Asia,” ucap pelatih asal Australia tersebut.*ABDUL SUSILA


Baca Juga :
- FIFA Sidak Manahan, Satpam Bentak dan Cegah Wartawan
- Ini yang Dilakukan Bima Sakti agar Timnas U-16 Rileks

 

 

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA