#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Elite Pro Academy U-20, Kans Persib U-20 Menipis
20 August 2019 00:26 WIB
BANDUNG - Keutuhan dan soliditas Persib Bandung U-20 hancur. Tidak ada lagi kebersamaan yang menjadi kunci kehebatan tim. Sisa-sisa kejayaan tahun lalu memudar. Secara matematis, peluang Maung Ngora untuk lolos dari penyisihan Grup B Elite Pro Academy U-20 semakin menipis.

Itu setelah mereka harus mengakui keunggulan tamunya Persela Lamongan U-20 Senin (19/8) di Stadoon Sport Jabar, Arcamanik, Bandung, dengan 1-2. Gol tuan rumah diciptakan kapten tim Ilham Qolba menit 39. Gol Persela disodorkan Ahmad Jaya (31) dan Alvin Haryanto (51).

"Jangankan bicara peluang. Bahkan untuk menjadi peringkat ketiga terbaik sudah sangat berat karena semua tergantung hasil pertandingan lawan lainnya," kata Arif Gustara, asisten pelatif Persib, usai laga.


Baca Juga :
- Sepak Bola Menyerang Sudah Menjadi DNA bagi Persib U-20
- Bola yang Digunakan untuk Kompetisi Liga U-20 Dirasa Aneh, Pemain Persib Butuh Adaptasi

Kini Persib berada pada posisi keempat dari enam tim di Grup B dengan poin tujuh dalam tujuh laga. Sedangkan posisi pertama hingga ketiga diduduki Barito Putera (19 poin), Persela (14), dan PSIS Semarang (10) dengan jumlah laga yang sama.

Diakui Arif, langkah anak asuhnya terbebani kegemilangan masa lalu yang belum bisa dilepaskan pemain. Mereka masih merasa di puncak prsestasi. Padahal lawan sudah banyak berubah dan punya hasrat besar menjegal juara bertahan.

"Mereka belum bisa move on. Merasa sudah puas. Masalah mental tanding jadi sumber utamanya. Kami belum punya solusi jitu untuk mengangkat prestasi tim. Sebab, dari teknik permainan tidak terlalu jelek dibanding rival-rivalnya," ujar Arif.

Qolba membenarkan pernyataan pelatihnya. Ia dan rekan-rekannya mengakui sangat sulit keluar dari romantisme juara musim lalu. Kemampuan terbaik tidak ke luar. Soliditas tim tidak tercipta. Di dalam tim pun, kebersamaan tidak mengkristal. Ujungnya, kolektivitas tim sulit tercipta.

"Yang terjadi di lapangan, kekalahan yang kami alami bukan karena lawan yang bermain istimewa. Tapi karena kesalahan sendiri. Selalu begitu. Sebagai kapaten tim saya sudah ajak pemain untuk berubah dan move on. Tapi dorongan untuk berubah tetap kurang muncul. Hasilnya seperti ini," ujar Qolba

Sebaliknya Persela yang dilanda kelelahan luar biasa, karena perjalanan jauh, justru bisa meredam permainan tuan rumah. Lewat serangan balik tajam dan taktis, mereka melukai Maung Ngora lewat gol-gol mematikan.

"Kondisi pemain kami sedang tidak bagus. Makanya kami menunggu Persib keluar dulu dan melakukan serangan. Itu berhasil karena target kami datang ke Bandung untuk meraih tiga poin. Kalau kalah akan menutup peluang lolos fase grup," ujar pelatih Persela Puji Handoko.*Dani Wihara

BERITA TERKAIT

news
Nyaman di Harian TopSkor, Mantap di TopSkor.id
Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA