#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Rencana Man. City Gunakan Facial Recognition untuk Distribusi Tiket Dipertanyakan
20 August 2019 13:33 WIB
MANCHESTER – Manchester City FC tengah bersiap melakukan terobosan mutakhir terkait pendistribusian tiket. Manajemen juara bertahan Liga Primer itu berencana menggunakan teknologi pengenalan wajah (facial recognition). Sistem ini nantinya akan memindai setiap muka para suporter yang akan menyaksikan tim asuhan Josep “Pep” Guardiola itu bertanding di Stadion Etihad.

Pihak The Citizens menilai teknologi tersebut dapat mempercepat antrian dan lebih efisien. Dengan sistem facial recognition, klub tidak perlu lagi mencetak tiket. Penerapannya juga diyakini dapat mengurangi calo dan penggelembungan harga. Jika sukses, langkah Man. City ini kemungkinan diikuti oleh klub-klub di Eropa. Bahkan, juga bisa diberlakukan pada event olah raga lain atau konser musik.

Direksi The Citizens diketahui telah merekrut Blink Identity untuk melakukan uji coba (trial) terhadap sistem pengenalan wajah ini. Langkah pertama adalah dengan membuat jalur khusus bagi para suporter untuk memasuki Etihad. Lalu satu persatu wajah akan dipindai untuk mengetahui apakah mereka memiliki tiket atau tidak. Jalur tersebut akan beroperasi seperti sistem lampu lalu lintas.


Baca Juga :
- Leicester Penasaran Selalu Kalah di Tiga Duel Terakhir melawan Spurs
- Lindeloef Ikuti Jejak De Gea

Lampu hijau menyala menandakan para suporter telah mempunyai tiket, jika kuning berarti sebaliknya. Blink Identity sebagai produsen sistem facial recognition mengklaim teknologi ini sangat efisien. Untuk memindai 50 wajah fan hanya dibutuhkan waktu satu menit. “Tentu Anda tidak senang mengantri lama dan dengan teknologi ini semua akan berlangsung cepat,” ujar Mary Haskett, CEO perusahaan asal Amerika Serikat (AS) itu. 

Namun, penerapan facial recognition pada pendistribusian tiket bukannya tanpa cacat. Sebuah kelompok pembela hak asasi di Inggris menilai sistem tersebut justru berbahaya. Teknologi pemindaian wajah akan berisiko menormalkan alat pengawasan masal. Hal tersebut dapat mengancam kehidupan personal setiap suporter karena data mereka akan tersimpan di server klub dan perusahaan.

“Rencana Man. City ini justru jadi langkah yang mengkhawatirkan, membuat mereka yang ingin menyaksikan pertandingan harus rela wajahnya diperiksa,” kata Hannah Couchman, salah satu anggota lembaga sipil Inggris, Liberty. “Ini alarm bahwa fan akan membagi informasi personal kepada sebuah perusahaan tanpa mereka sadari bisa berdampak negatif. Kami minta Man. City mempertimbangkan kembali keinginannya.”

Hal serupa juga mendapat perhatian dari pihak Asosiasi Suporter Sepak Bola Inggris dan Wales (FSA). Mereka menilai penggunaan facial recognition tidak terlalu krusial dalam pendistribusian tiket. “Sulit menilai teknologi ini akan lebih efektif dan tidak ada instruksi formal dari Badan Liga Primer atau Otoritas Keamanan Stadion terhadap penggunaan sistem ini,” ujar anggota FSA Amanda Jacks.  

Sumber dalam The Citizens mengatakan kabar rencana penerapan facial recognition masih prematur. Artinya, rencana tersebut mungkin saja dibatalkan. Yang pasti, Man. City selalu terbuka dengan inovasi teknologi yang akan membantu klub serta suporter mereka dalam menyaksikan pertandingan di stadion, khususnya di Etihad.*             


Baca Juga :
- Liverpool Cari Pelampiasan
- Man. City Juru Selamat Inggris di Liga Champions

     

 

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA