#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Awal Mengecewakan Sarri
21 August 2019 13:56 WIB
TURIN – Maurizio Sarri tampak pucat dan lesu ketika mendampingi Juventus FC di laga internal di Villar Perosa, pekan lalu. Ketika itu, pelatih tersebut didiagnosis menderita flu. Namun, dia menghabiskan waktu lebih lama dalam bis tim. Hanya turun ketika Paulo Dybala dan kawan-kawan bertanding.

Alih-alih pulih setelah mengonsumsi obat, kondisinya berangsur memburuk beberapa hari kemudian. Dokter mendeteksi adanya infeksi di paru-paru Sarri. Dia pun terancam absen dalam laga pembuka Seri A lawan Parma Calcio, di Stadion Ennio Tardini, Sabtu (24/8). Bukan awal yang diharapkan  dalam petualangan baru bersama I Bianconeri.

Sarri muncul di Continassa, selama dua hari terakhir, namun tidak melatih. Dia memberi indikasi kepada stafnya segala yang perlu dilakukan untuk menjaga ritme tim sehingga siap di pekan perdana. Eks allenatore SSC Napoli itu akan memonitor progres sembari menjalani terapi pengobatan.


Baca Juga :
- ​​​​​​​Oblak di Ambang Rekor Reina
- Metropolitano Masih Angker di Eropa

Banyak orang bertanya-tanya apakah Sarri bisa duduk di kursi pelatih selama partai tandang. Juve ingin menggelar jumpa pers pra pertandingan, Jumat nanti, lalu tim bertolak ke Parma. Tapi ada rencana lain yang disiapkan berdasarkan kondisi kesehatan pria 60 tahun itu.

Jika harus tetap tinggal di Turin, maka wakilnya Giovanni Martusciello akan menggantikan. Dia  bukan seorang debutan di Seri A karena sudah pernah menangani Empoli FC pada musim 2016/17. Sarri tentu tidak mau berlama-lama menjauh dari tim. Dia berharap sudah fit dalam duel reuni versus Napoli, di Allianz Stadium, pekan berikutnya.

Sementara itu, spesialis paru dari Universitas Milan, Profesor Francesco Blasi, mengingatkan kalau penyakit tersebut tidak bisa dianggap remeh. Pelatih mesti menjalani pengobatan intensif dan menghentikan kebiasaan merokok.

“Sarri harus mengobati dirinya. Penyakit ini bisa sembuh tapi harus diwaspadai. Apalagi dia adalah perokok berat. Asap rokok adalah salah satu dari lima risiko yang dapat memfasilitasi timbulnya pneumonia. Paling halus. Sarri mesti berhenti merokok,” katanya kepada La Repubblica.

Menuju Barcelona

Direktur Olahraga Juve Fabio Paratici berada di Katalunya sejak Senin kemarin. Misinya masih misterius, namun mencuat rumor kalau dia ingin membahas operasi mercato Juan Miranda, gelandang kiri tim B FC Barcelona. Sejauh ini dari pihak Si Nyonya Besar tidak ada bantahan maupun konfirmasi.

Juve bukan peminat baru. Mereka memerhatikan Miranda selama Piala Eropa U-19, yang mana sepanjang turnamen pemain muda ini memberikan kontribusi penting kepada kemenangan Spanyol, juga dengan mencetak dua gol. Namun, perlu memantau manuver Olympique Marseille yang lebih dulu bicara dengan manajer Miranda, Jose Maria Orobitg.

“Sempat ada kontak dengan Marseille, semua orang berbicara mengenai pinjaman tapi tidak ada negosiasi yang rampung. Kami sedang bekerja untuk kemungkinan mencapai kesepakatan tapi ada tawaran lain,” ujarnya kepada FootMercato.


Baca Juga :
- Debut Tak Terlupakan Herrera
- Atletico Percaya Diri Main di Kandang

Barcelona memasang harga sebesar 7-8 juta euro (sekira Rp110-124 miliar). Jika Paratici tidak memberikan tawaran yang tepat, pemain gelandang ini mungkin dipinjamkan ke Marseille. Jadi Juve bukan tim favorit tapi tidak akan menyerah begitu saja.

Miranda masih belum berdebut di La Liga bersama Barcelona, tapi sebelumnya sudah mengumpulkan 3 penampilan di Piala Raja dan 1 di Liga Champions. Remaja 19 tahun itu jadi starter melawan Tottenham Hotspur di babak grup. Lari, cross dan umpan menjadi keahliannya.*** Dari berbagai sumber

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA