#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
INFOGRAFIS
The Haters
21 August 2019 12:05 WIB
MADRID – Pendukung Barcelona berharap pintu transfer tidak terbuka bagi Neymar. Namun, ada sebagian fan Los Azulgrana lainnya yang justru memberikan kesempatan kedua untuk bintang asal Brasil tersebut. Dari jajak pendapat salah satu pers Spanyol, hampir 70 persen menolak ide kehadiran Neymar di La Liga dan hanya 10 persen yang setuju bintang 27 tahun tersebut kembali ke Camp Nou.

“Saya akan bertaruh untuk Neymar. Saya mengerti reaksi fan yang masih kecewa karena kepergiannya meninggalkan Barcelona. Tapi, jika ada segelintir kelompok yang dapat menerimanya kembali, saya salah satu dari bagian tersebut,” kata Jordi Cruyff, memberikan komentarnya terkait isu Neymar, Senin (19/8) lalu. “Saya terbuka dan mendukung ‘kesempatan kedua’,” dia menambahkan.

Jordi Cruyff yang ide-idenya tentang sepak bola kerap muncul dalam harian ternama Spanyol, El Pais, merupakan putra dari legenda sepak bola Belanda dan Barcelona, Johan Cruyff. Jordi yang juga pernah bermain di Los Azulgrana menilai bahwa saat ini memang ada perbedaan yang tajam di antara pendukung Barcelona mengenai kemungkinan Neymar kembali.


Baca Juga :
- Target Banyak Klub
- Ditakuti!

“Membiarkan Neymar kembali? Saya selalu antusias terhadap pemain berkualitas yang ingin kembali ke klub. Pemain yang memiliki kualitas istimewa yang dengan kemampuannya dapat memberian perbedaan,” kata Jordi lagi. “Tentu banyak pemain bertalenta besar di dunia, tapi dia satu dari lima pemain yang spesial,” katanya lagi.

Bagi Jordi, Neymar adalah pengecualian. Kini, ketika pintu bursa transfer Eropa akan berakhir pada 2 September nanti, tanda tanya terkait masa depan Neymar pun semakin besar. Pemain timnas Brasil ini tidak mungkin untuk bertahan di klubnya saat ini, Paris Saint Germain (PSG), khususnya setelah salah satu insiden spanduk yang bernada mengusir dirinya dari klub tersebut.

Namun, ke klub mana Neymar bakal bergabung. Ibaratnya, Neymar masih berada di luar pintu. Keinginannya adalah bergabung ke Barcelona tapi pintu transfer selalu memberikan keajaiban karena bisa mengarahkannya justru ke klub lain. Dalam hal ini ke Real Madrid bahkan bukan tidak mungkin ke klub raksasa Seri A, Juventus.

Neymar akan datang ke Barcelona dengan menawarkan satu hal: Talenta yang spesial. Untuk pemain seperti Neymar, fan selalu memiliki sensasi yang memang berbeda. Ketika pemain seperti Neymar menerima bola, penonton sepertinya tahu bahwa sesuatu yang hebat akan segera terjadi.

Meski demikian, pendukung Barcelona, menurut Jordi akan selalu membenturkan transfer ini dengan sisi emosional. Kepergian Neymar ke PSG pada 2017 lalu demi uang, belum dapat mereka terima. “Dalam sepak bola, tidak memaafkan pemain untuk keputusannya pergi beberapa tahun lalu adalah bagian dari aspek emosional,” kata Jordi lagi.

Bek Barcelona, Gerard Pique, sebelumnya memberikan saran agar Neymar lebih banyak berbicara dalam hal ini menyampaikan pernyataannya. “Kami membutuhkan reaksi dari Neymar. Apa yang diinginkannya karena selama ini dia tidak pernah berbicara apapun terkait Barcelona,” kata Pique.

Kasus Cannavaro
Pique sendiri sebenarnya masuk kategori sebagai pemain yang pergi namun kembali lagi. Meski demikian, tentu bek timnas Spanyol ini bukan termasuk kategori yang memiliki haters karena Pique meninggalkan Barcelona ke Manchester United ketika dirinya masih dalam kategori junior. Dan, ketika dia kembali pada 2004, fan Barcelona menerimanya dengan tangan terbuka.

Banyak kasus pemain kembali ke klub lamanya. Cesc Fabregas yang meninggalkan Barcelona ke Arsenal tapi kemudian kembali lagi ke Camp Nou. Lalu Kaka yang meninggalkan AC Milan untuk ke Madrid tapi kemudian kembali lagi ke Milan. Gianluigi Buffon, seperti Neymar, meninggalkan Juventus untuk ke PSG tapi musim ini kembali ke Juve.

Beruntung, tifosi Juventus tetap menerima kiper senior ini. Contoh terbaik ketika suporter tidak menerima kehadiran mantan pemain adalah Fabio Cannavaro. Pendukung Juventus tidak pernah memaafkan bek tersebut karena meninggalkan klub pada 2006 ke Madrid, bertepatan dengan kasus Calciopoli yang menghantam Juve.


Baca Juga :
- Kutukan Barradas
- INFOGRAFIS: Ney+Grizzi?

Juve terdegradasi ke Seri B sedangkan Cannavaro memilih Madrid. Ketika dia kembali ke Juve pada 2009, sikap suporter tidak pernah lagi sama. Hingga akhirnya, dia menyadari kariernya telah berakhir dan pergi ke Dubai, bergabung ke Al Ahli. Namun, Neymar punya sesuatu yang bisa diberikan kepada Barca.* Irfan Sudrajat


 

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA