#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Nama Besar yang Datang Terlambat ke Liga Primer
21 August 2019 12:44 WIB
LIGA Primer tidak pernah kekurangan pemain berkualitas. Kompetisi yang ketat dan sengit menjadi daya tarik utama nama-nama besar berdatangan. Mereka ingin menguji kapasitasnya di kasta tertinggi sepak bola Inggris yang terkenal kompetitif itu. Bukan cuma talenta muda, pemain dengan reputasi besar dan status bintang pun silih berganti hadir. Namun, tak sedikit pula yang tiba terlambat.

Sejumlah pemain top meniti kariernya di Liga Primer setelah melewati masa keemasan mereka. Laurent Blanc salah satu di antaranya. Bek tengah asal Prancis itu bergabung dengan Manchester United FC (MU) pada 2001 silam, di usia 35 tahun. Jelas bukan waktu ideal bagi Blanc. Pelatih Sir Alex Ferguson merekrutnya dengan beban besar, mengisi kekosongan yang ditinggalkan Jaap Stam.

Blanc tiba di Old Trafford setelah bermain dengan sejumlah klub top Eropa seperti FC Internazionale, Olympique Marseille, dan FC Barcelona. Ia juga bergabung usai meraih status juara dunia dan eropa bersama timnas Prancis. Sayangnya, kontribusi Blanc tidak signifikan. Ia bermain dalam 75 laga dan hanya meraih satu trofi Liga Primer bersama MU selama dua tahun.


Baca Juga :
- Lihat Manchester United Ditaklukkan West Ham, Legenda Klub Ini Sedih Bukan Main
- Alarm untuk Spurs

Enam bulan sebelumnya, hal lebih pahit dialami Roberto Mancini. Leicester City FC meminjam penyerang top asal Italia itu dari SS Lazio pada Januari 2001. Harapannya, Mancini, ketika itu telah menginjak 36 tahun, bisa memberi pengaruh dan menjadi inspirator tim dengan segudang pengalamannya. Namun yang terjadi adalah sebaliknya. Ia hanya tampil dalam lima laga tanpa sekalipun mencetak gol bagi The Foxes.

“Ketika Roberto (Mancini) datang, saya masih sulit percaya,” kata mantan gelandang Leicester Robbie Savage mengenang. “Saya biasa melihatnya bermain di Seri A lewat TV. Bisa bermain dan berada dalam ruang ganti yang sama dengan seorang legenda adalah sebuah kehormatan. Sayangnya itu hanya berlangsung sangat singkat.”

Hidetoshi Nakata menjadi pemain besar selanjutnya yang gagal memberi dampak ketika bermain di Liga Primer. Setelah mereguk sukses di Italia bersama AC Perugia, AS Roma, AC Parma, hingga ACF Fiorentina, gelandang asal Jepang itu bergabung ke Bolton Wanderers FC dengan status pinjaman di usia 28 tahun pada Agustus 2005. Siapa sangka The Trotters menjadi klub Liga Primer pertama dan terakhir Nakata.    

Ia hanya bermain satu musim sebelum dipulangkan ke Fiorentina. Nakata bermain dalam 32 laga untuk Bolton, 21 di antaranya di Liga Primer, dengan sumbangan satu gol. “Saya telah memikirkan untuk pensiun satu setengah tahun sebelum tampil bersama Jepang di Piala Dunia 2006 Jerman,” kata Nakata.

Selain ketiga nama di atas, sejumlah pemain besar pun gagal memberi dampak bagi timnya. Masalah utama adalah usia. Bek asal Brasil Maicon bergabung ke Manchester City FC saat berumur 31 tahun (2012). Striker Diego Tristan direkrut West Ham United FC ketika telah menginjak 32 tahun (2008). Bek timnas Uruguay Diego Lugano membela West Bromwich Albion FC di usia 33 tahun (2013).

Problem serupa juga dialami striker Mario Jardel (Bolton), gelandang Portugal Paulo Futre (West Ham), dan bek Jerman Thomas Helmer (Sunderland AFC). Mereka mulai berkarier di Liga Primer setelah berumur 30 tahun. Bagi pesepak bola, itu adalah periode di mana pemain telah melewati masa keemasannya.*


Baca Juga :
- Newcastle Masih Sulit Menang
- Aguero Tak Bisa Berhenti Torehkan Rekor

  

  

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA