#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
INFOGRAFIS
Kualitas Crossing De Bruyne seperti Dua Gelandang Legendaris Inggris
21 August 2019 14:12 WIB
MANCHESTER - Gary Neville benar-benar terkesima dengan permainan Kevin De Bruyne. Ia menyebut gelandang Manchester City FC itu “sangat cerdas dan memikat” dalam acara Monday Night Football. Puncaknya, mantan bek kanan Manchester United FC (MU) itu membandingkan De Bruyne dengan dua legenda Liga Primer, David Beckham dan Steven Gerrard.

De Bruyne tampil performa brilian saat Man. City dipaksa bermain imbang 2-2 dengan Tottenham Hotspur FC di Stadion Etihad, Sabtu (17/8) lalu. Pemain 28 tahun itu, yang sering absen musim lalu lantaran cedera, memberikan assist untuk kedua gol The Citizens yang dicetak Raheem Sterling dan Sergio Agureo dengan umpan silang (crossing) akurat dari sisi kanan.

Beckham, mantan gelandang MU telah dianggap sebagai salah satu pengumpan silang terbaik dalam sejarah Liga Primer. Sementara eks kapten Liverpool FC, Gerrard, pun terkenal oleh crossing-nya yang terukur. Neville mengklaim De Bruyne memberikan kualitas yang setara dengan dua mantan rekannya di timnas Inggris tersebut.


Baca Juga :
- Hasil Undian 16 Besar Liga Europa: MU Lawan LASK, Inter Punya Tugas Berat
- Casemiro Yakin Real Madrid dapat Memutar Balikan Keadaan di Etihad

"Saya suka menonton laga-laga taktis yang ketat. Dan, selama ini saya tidak pernah benar-benar kagum dengan permainan individual seorang pemain. Tetapi De Bruyne pengecualian, dia sungguh memikat saya!” ujar Neville. “Dia tipe gelandang yang perfek, dan selama pertandingan akhir pekan lalu, dia benar-benar menakjubkan.”

Neville melanjutkan, “Posisinya selalu bagus. David Beckham dan Steven Gerrard sejauh ini dua pengumpan silang terbaik yang pernah saya lihat di sisi kanan di Liga Primer. Saya pikir De Bruyne telah menyamai mereka dalam hal kualitas crossing. De Bruyne juga melakukan banyak hal yang pernah Beckham dan Gerrard lakukan."

Neville juga memuji kecerdasan De Bruyne. Untuk gol pembuka Man. City, dia turun jauh untuk menerima bola sebelum menyeberangkannya ke arah Sterling. Selanjutnya, De Bryune lari di sepanjang sisi kanan lapangan untuk melambungkan bola kepada Aguero untuk memastikan gol kedua tim asuhan Josep “Pep” Guardiola.

"Pada gol pertama, kualitas umpan silangnya sangat istimewa," kata Neville. "Gol kedua agak berbeda. Dia dikelilingi orang-orang yang mengover di belakangnya, sehingga De Bruyne bisa bergerak ke arah lain. Dia cerdas, timing-nya sempurna. Umpan silangnya akan menuju tepat ke tempat yang ingin ditujunya.”

Neville teringat momen saat bermain bersama Beckham. “Lawan biasanya terselip di zona sempit tetapi taktik itu tidak pernah berhasil melawan MU. Anda harus menutup ruang gerak David, memastikan dia tidak bisa melepas crossing. Bahkan, dari posisi dalam pun, umpan-umpan silang David kadang tidak masuk di akal.”

Menurut Neville, De Bruyne mengulangi level kualitas dan presisi umpan silang dari sisi kanan yang dulu dilakukan Beckham untuk MU. “Dan, itu bukanlah sesuatu yang saya lihat lagi di Liga Primer untuk waktu yang lama."

Mengenai Gerrard, Neville mengungkapkan masalah yang disebabkan kapten Liverpool itu memaksa Sir Alex Ferguson mengubah taktik. Selama dua atau tiga musim saat Gerrard beroperasi di sayap kanan, MU sering terpaksa bermain hingga ke lini belakang. Lalu Fergie memasang Anderson di sayap kiri dan Ryan Giggs di ujung lini depan.

Instruksi Fergie sangat jelas. Tidak masalah siapa yang berlari melebar, baik Anderson dan Giggs harus tetap bertahan menjaga Gerrard. Hasilnya, selama tiga atau empat tahun mereka mampu menghentikan Gerrard. “MU sangat jarang mengubah cara kami bermain untuk sebuah tim, tapi Gerrard membuat kami melakukan itu," ujar Neville.

Neville berpikir lawan harus menutup ruang gerak De Bruyne untuk melayangkan umpan silang dari kanan. De Bruyne ancaman, seperti Beckham di MU. "Saat lawan menutup ruang Beckham, itu membuka jalan saya untuk naik. Itu juga terjadi di Man. City. De Bruyne bisa dihentikan dengan cara yang tak lazim."***NURUL IKA HIDAYATI


Baca Juga :
- Zidane Refleksi Keruntuhan Madrid di Bernabeu
- Guardiola Berurusan dengan Polisi, Peretas IT Nakal Bocorkan Emailnya

 

 

loading...

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA