#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Saatnya Martusciello Keluar dari Bayangan Sarri
22 August 2019 15:31 WIB
TURIN  - Giovanni Martusciello tak pernah menyangka akan berdiri di panggung besar secepat ini, meski kesempatan itu didapatkan karena bosnya sakit paru-paru basah. Ya, asisten pelatih Juventus, Maurizio Sarri, yang akan mengambil alih tongkat komando dalam pertandingan lawan Parma Calcio, Sabtu (24/8).

Mantan pelatih Empoli FC tersebut sudah saatnya keluar dari bayang-bayang Sarri. Dia menggantikan atasannya dalam duel dengan Triestina. Tapi sensasi dan tantangannya tentu berbeda antara uji coba dan pertandingan resmi.

Sarri dan Martusciello mengenal satu sama lain sejak tujuh tahun silam. Allenatore 60 tahun tersebut bahkan pernah memintanya jadi wakil di SSC Napoli dan Chelsea FC, tapi semua ditolak karena ingin menghormati kontrak dengan Empoli dan FC Internazionale (asisten Luciano Spalletti).


Baca Juga :
- Sterling Calon Penerus Hegemoni Messi dan Ronaldo
- Lukaku Mulai Frustrasi

Interaksi keduanya sangat intens dalam tujuh hari terakhir. Selasa (20/8), pelatih sempat singgah di Continassa setelah menjalani pemeriksaan di J Medical. Dia merencanakan program latihan kemudian pulang.

Di Juve, Martusciello berusaha memulihkan fase bertahan. Dia juga melakukan pekerjaan bersama Paulo Dybala, Gonzalo Higuain, Federico Bernardeschi, Alex Sandro dan mengingatkan kepada semua untuk menciptakan gol. Siapapun yang mengenalnya dengan baik akan menjelaskan bahwa dia merupakan pelatih pintar dan murah senyum. Jika tidak terdegradasi bersama Empoli ke Seri B, mungkin pria kelahiran 48 tahun lalu itu tidak akan pernah mulai bekerja dengan Spalletti dan hari ini mungkin tidak berada di Juve.

Fabrizio Corsi, presiden Empoli, adalah orang pertama yang memberikan Martusciello kepercayaan. Martusciello sudah pernah menjadi pemainnya dari tahun 1995 sampai 1999, kemudian menjadi staf pelatih. Sekarang Corsi mengatakan, “Saya sangat senang, saya sangat percaya kepada Giovanni. Saya senang jika dia berada di sini tapi saya melihat dia sudah menjalani karier yang baik... Beberapa jam lalu, saya meneleponnya dan menjelaskan keraguan ketika melihat dia kembali melatih di Seri A dan dia tertawa.”

Sampai 41 Tahun

Musim panas ini, banyak pemain hebat berdatangan ke Seri A tapi Cristiano Ronaldo tetap yang paling mentereng. Menjelang pertandingan pembuka Seri A 2019/20 lawan Parma, striker Juve itu memilih berbicara di depan kamera TVI.

Genap berusia 35 tahun pada 5 Februari mendatang, tak lantas membuat attaccante itu memikirkan masa pensiun. Dia ingin gantung sepatu 6 atau 7 tahun lagi.

“Saya tidak butuh sepak bola untuk hidup dengan baik, saya tetap tenang dari segi finansial. Yang saya butuhkan adalah rencana menarik dan Juve memilikinya. Setelah juara di Inggris dan Spanyol, kini saatnya di Italia. Setelah menang di Inggris dan Spanyol, saya juga ingin menang di Italia,” dia mengungkapkan. “Saya bisa saja menutup karier tahun depan tapi saya juga ingin main sampai usia 40-41 tahun. Saya yakin tidak ada pemain yang memiliki lebih banyak rekor dari saya. Saya sudah masuk dalam sejarah sepak bola.”


Baca Juga :
- Milan Belajar dari Slavia
- Sardegna Arena Sangat Angker

CR7 mengingatkan bahwa tidak baik terobsesi jadi juara Liga Champions. Lebih baik bekerja keras maka kesuksesan akan datang dengan sendirinya. Kekayaan sebuah klub juga tidak jaminan naik podium tertinggi Eropa.

Sementara itu, bek muda Merih Demiral menjalani sesi wawancara perdana dengan jurnalis, Selasa (20/8). Pemain yang dibeli dari US Sassuolo itu menuturkan, “Juve memulai setiap musim dengan target memenangi semuanya. Saya yakin tahun ini akan terjadi hal besar, kalau melihat besarnya determinasi seluruh anggota grup. Saya bermain bersama para bek terhebat dunia. Berada di dekat mereka adalah sebuah kehormatan. Saya berharap segera jadi starter dalam waktu singkat.”*** Dari berbagai sumber

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA