#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Zappacosta Solusi Pertahanan Roma
22 August 2019 14:30 WIB
ROMA – Dalam beberapa musim terakhir, para pelatih AS Roma selalu mempercayai Alessandro Florenzi sebagai pilihan utama di sisi kanan pertahanan. Eksperimen masuk akal, namun sangat berisiko. Terlepas dari kualitasnya sebagai pemain, kapten baru I Giallorossi itu bukan fullback natural. Dia akan lebih berbahaya jika kembali main sebagai gelandang serang, menciptakan banyak peluang buat tim.

Namun, ini bukan soal “membebaskan” Florenzi. Yang lebih penting adalah membentuk lini pertahanan terbaik buat Roma. Pasalnya, Florenzi seringkali jadi titik lemah ketika lawan menyerang. Bukti paling anyar tampak dalam laga pramusim melawan Real Madrid, di mana pria 28 tahun itu diteror habis-habisan oleh Marcelo.

Sekali lagi, Florenzi bukan seorang bek. Dia tak punya penempatan posisi dan insting bertahan mumpuni. Inilah mengapa Roma terus mencari fullback kanan setiap mercato musim panas dibuka. Sayang, dari sederet pemain yang datang, tak ada yang bisa tampil lebih baik dari sang kapten. Florenzi lagi-lagi dipaksa main di posisi tak natural. Dari Bruno Peres, Davide Santon, sampai Rick Karsdorp semua gagal memenuhi ekspektasi.


Baca Juga :
- Roma Sangat Membutuhkan Dzeko
- Hasil Liga Europa Matchday Kedua, Jumat Dini Hari WIB

Musim ini, di bawah komando Direktur Olahraga Gianluca Petrachi, Roma bertekad membereskan problem kronis tersebut. Opsi pertama yang didatangkan adalah Leonardo Spinazzola dari Juventus FC. Ya, pemuda 26 tahun itu memang lebih sering beroperasi di sisi kiri. Tapi, sebagai pemain dengan kaki kanan natural, Leo bisa main sama baiknya di posisi berlawanan. Keunggulannya dari Florenzi sangat jelas, Spinazzola jauh paham soal penempatan posisi, baik bertahan maupun menyerang.

Namun, dari rangkaian uji coba pramusim, pelatih Paulo Fonseca sepertinya ingin mempertahankan Spinazzola di kiri, bergantian dengan Aleksandar Kolarov. Itulah sebabnya Roma kini berusaha melabuhkan Davide Zappacosta dari Chelsea FC. Dia adalah bek kanan ideal: kuat dalam bertahan, bagus saat membantu serangan, punya umpan silang akurat, dan nyaman menguasai bola.

Rabu (21/8), Zappacosta sudah mendarat di ibukota Italia untuk menjalani tes medis bersama I Giallorossi. Dia datang atas rekomendasi Petrachi, sosok yang dulu pernah mengorbitkannya semasa memperkuat Torino FC. Sang direktur yakin, Zappacosta adalah solusi yang lama dicari Roma—bukan hanya memperkuat pertahanan, tapi juga membebaskan Florenzi main di posisi natural.


Baca Juga :
- Revolusi Fonseca Bikin Pemain Ini Moncer
- Hasil lawan Lazio Kunci Kebangkitan I Giallorossi

Bagaimanapun, Florenzi tetap penting bagi Olimpico, penerus Francesco Totti dan Daniele De Rossi sebagai pemimpin tim. Kecintaan dan pengorbanannya buat Roma tak perlu diragukan. Bahkan, untuk meyakinkan Edin Dzeko agar menolak tawaran FC Internazionale, Florenzi sampai menawarkan ban kaptennya. “Namun, saya menolak. Karena dialah kapten saya,” tutur sang striker. Ya, Florenzi adalah pilar, yang kini kian vital setelah mendapatkan kembali peran favoritnya di lapangan.* Dari berbagai sumber

 

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA