#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
news
Morata Petarung Ideal Simeone
22 August 2019 16:21 WIB
MADRID – Sorotan utama pada kemenangan Atletico Madrid di jornada satu La Liga boleh saja lebih terpaku ke Joao Felix dengan berbagai aksi memukaunya. Tapi di rumah sendiri, Stadion Wanda Metropolitano, itu juga ada Alvaro Morata yang tak kalah besar perannya. Ia membuktikan diri bisa menjadi petarung ideal bagi pelatih Diego Simeone.

 Satu-satunya gol pada kemenangan 1-0 atas Getafe CF diciptakan oleh Morata. Lebih dari itu, sepanjang pertandingan saat bermain penuh, ia terus menunjukkan etos kerja yang patut diapresiasi. Apa yang ditampilkannya malam itu adalah ringkasan dari semua kebutuhan di sosok striker yang diinginkan oleh El Cholo, julukan Simeone.

Striker 26 tahun ini terus bertarung. Berjuang menjangkau bola dan membuat para pemain bertahan lawan menjadi tidak nyaman. Peran perihal bola-bola udara yang dimainkannya sangat baik. Ia terus berlari, melompat, dan tak hentinya beradu badan di duel perebutan bola. Tak hanya ujung tombak, ia jadi elemen penting jalannya serangan.


Baca Juga :
- Ter Stegen “Laba-laba Hitam” Barca
- Gol d’Or Messi!

Sejak awal Simeone memang punya harapan besar terhadap dirinya, meskipun sejatinya Morata didatangkan ketika Diego Costa sedang cedera (28 Januari 2019, lebih dulu sebagai pemain pinjaman). Kini setelah dipermanenkan dari Chelsea CF, ia pun bisa menjadi tandem sempurna Costa, yang sudah dibuktikan selama masa pramusim.

Sinyal positif sudah ditunjukkan eks striker Real Madrid ini pada musim lalu. Meski bergabung setelah melalui periode buruk pada paruh pertama di klub Inggris, ia sama sekali tak mengalami masalah dengan permainan Atletico. Ada enam gol dan satu assist yang dicatatkannya dari 15 pertandingan (1.089 menit main) La Liga 2018/19.

“Morata menampilkan apa yang saya harapkan di laga hari ini. Jelas masih ada kekurangan soal penalti. Tapi keseluruhan ia bermain sangat fantastis. Bertarung untuk semua bola dan mencetak gol dengan meyakinkan. Ia terus menciptakan bahaya,” kata El Cholo, usai duel.

Ya, satu-satunya hal yang kurang dari Morata kemarin adalah kegagalannya sebagai algojo. Tendangan dari titik 12 meter yang dilesakannya di menit ke-56 mampu digagalkan David Soria di bawah mistar Getafe. Itu kian menegaskan Los Rojiblancos –julukan Atletico– masih bermasalah terkait eksekusi penalti terutama di La Liga.

Sejauh ini sudah ada 136 kegagalan yang dirasakan tim ibu kota itu dari 459 kesempatan yang dimiliki (30 persen). Rapor itu membuat mereka jadi klub Spanyol yang paling sering gagal penalti dalam sejarah kompetisi kasta tertinggi di sana. Atletico sendiri sejatinya menjadika Diego Costa selaku eksekutor utama.


Baca Juga :
- Update Hasil dan Klasemen La Liga Spanyol, Senin Dini Hari WIB
- Griezmann Melawan Atletico untuk Kali Pertama

“Dia (Soria) sudah sangat mengenal saya dan kami telah bermain besama sejak masih anak-anak. Ia memposisikan dirinya dengan baik,” kata Morata soal penaltinya. “Lain kali ceritanya mungkin berbeda seba Diego lah penembak utamanya. Setelahnya baru saya. Namun saya akan terus mencoba yang terbaik saat mendapat giliran.”* TAUFANI RAHMANDA DARI BERBAGAI SUMBER

 

loading...

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
news
ARTIKEL SEBELUMNYA