#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Havertz dan Camavinga Bintang Masa Depan
22 August 2019 14:20 WIB
RENNES – Dua bintang yang mendominasi gelar pemain terbaik di dunia selama lebih dari satu dekade terakhir, Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo, mulai meredup sinarnya seiring usia yang menua. Kini, publik sepak bola dunia mulai bertanya-tanya siapa saja yang bakal mengambil alih status bergengsi tersebut saat keduanya gantung sepatu nanti.

Pertanyaan seperti itu akan selalu muncul setiap jelang pergantian generasi. Tapi, sepak bola tidak pernah kekurangan bakat istimewa. Setelah kemunculan Kylian Mbappe, Matthijs De Ligt, dan Jadon Sancho musim lalu, kini mencuat nama-nama seperti Eduardo Camavinga, Joao Felix, dan Kai Havertz. Mereka jadi sorotan lantaran aksi impresif bersama klub masing-masing di liga-liga top Eropa akhir pekan lalu.

Camavinga baru memainkan laga ke-10 di level senior bersama klubnya, Stade Rennes, saat menjamu juara bertahan Paris Saint-Germain pada pekan kedua Ligue 1 di Roazhon Park, Minggu (18/8). Dan, gelandang 16 tahun asal Angola ini merebut perhatian berkat assist yang dikonversi Romain Del Castillo jadi gol penentu kemenangan 2-1 Les Rouge et Noir atas Les Parisiens.


Baca Juga :
- Leverkusen Akan Maksimalkan Peluang Langka
- Die Bayern Frustrasi

Camavinga lahir di Angola pada 10 November 2002 dan pindah ke Prancis saat masih berusia dua tahun. Dia memukau pencari bakat dari Rennes saat bermain sepak bola di Fougeres, sekitar 50 kilometer dari Kota Rennes. Ketika itu usianya baru 13.

Camavinga menandatangani kontrak pertamanya sebagai pemain profesional dengan Rennes pada 14 Desember 2018 pada usia 16 tahun satu bulan. Itu menjadikannya pemain profesional termuda dalam sejarah klub itu. Pada 15 Agustus lalu, Camavinga meneken kontrak baru yang mengikatnya di Roazhon Park hingga 2022.

Sebelum kemenangan atas PSG, pelatih Rennes, Julien Stephan, mengingatkan bahwa Camavinga masih butuh proteksi agar bisa berkembang dengan baik. “Usianya belum 17. Otot-otot tubuhnya masih berkembang dan dia belum memainkan serangkaian laga di Ligue 1 secara beruntun dengan intensitas yang dibutuhkan," kata Stephan.

Dengan tinggi 182 centimeter, Camavinga terbilang jangkung untuk ukuran remaja 16 tahun. Tapi, beratnya yang hanya 68 kilogram membuatnya terlihat agak kurus. Meski begitu, Stephan tidak terlalu mengkhawatirkan postur tubuh sang pemain. "Tubuhnya sangat bagus. Dia tahu bagaimana melakukan hal yang benar," ujar Stephan.

Di Bundesliga, Havertz melanjutkan kebiasaannya dalam urusan mengukir rekor baru. Gelandang serang 20 tahun ini mencetak satu gol saat Bayer Leverkusen mengalahkan tamunya, SC Paderborn, 3-2 di BayArena, Sabtu lalu. Gol ini menjadikannya pemain termuda kedua yang mencapai rekor 25 gol di Bundesliga.


Baca Juga :
- Bek Tim Juara Piala Dunia Jadi Kelemahan Muenchen
- Inilah Modal Sancho hadapi Leverkusen

Pada 2016, Havertz telah menorehkan rekor sebagai debutan termuda dalam sejarah Bundesliga pada usia 17 tahun 126 hari. Pada 2018, pemain tim nasional Jerman ini jadi pemain termuda yang tembus 50 laga di Bundesliga pada usia 18 tahun 307 hari. Musim lalu, Havertz membukukan 17 gol di Bundesliga dan jadi pemain remaja dengan rekor gol terbanyak dalam satu musim di kompetisi elite Jerman itu sepanjang sejarah.

Performa itu pula yang membuat Havertz menempati peringkat kedua dalam pemilihan Pemain Terbaik Jerman 2019 dengan meraih 121 suara. Dia kalah dari kapten Borussia Dortmund, Marco Reus, yang keluar sebagai pemenang dengan meraup 158 suara dan unggul atas bek kanan FC Bayern Muenhen, Joshua Kimmich, yang finis di urutan ketiga dengan 35 suara.*Rijal Alfurqon

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA