#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Tim Papan Atas Liga Primer Patut Anggap Wolves Ancaman Serius
22 August 2019 13:18 WIB
WOLVERHAMPTON – Wolverhampton Wanderers FC mungkin baru promosi ke Liga Primer musim lalu. Namun tim asuhan pelatih Nuno Espirito Santo tersebut patut diperhitungkan sebagai ancaman serius oleh tim-tim elite papan atas kompetisi kasta tertinggi sepak bola Inggris. Kesuksesan menahan Manchester United FC (MU) 1-1 pada laga Senin (19/8) lalu menjadi penegas.

Itu bukan kali pertama Wolves menyulitkan tim enam besar Liga Primer (The Big Six). Pada 2018/19, mereka mengalahkan Tottenham Hotspur FC, Chelsea FC, Arsenal FC, dan MU. Tak heran jika juara Divisi Dua (Championship) 2017/18 itu mampu finis di posisi ketujuh musim lalu. Bagi Setan Merah, hasil di Stadion Molineux pun membuat mereka tidak pernah menang dalam empat laga terakhir dengan Wolverhampton.

Bukan tidak mungkin Ruben Neves dan kawan-kawan bisa lebih baik daripada musim lalu. Sejauh ini, Wolves memang belum meraih kemenangan, tetapi mereka juga belum terkalahkan. Sebelum menahan MU, Wolverhampton juga mampu mengimbangi juara Liga Primer 2015/16, Leicester City FC, dengan skor 0-0 di Stadion King Power. Dibandingkan musim lalu, skuat Santo pun sudah lebih baik.


Baca Juga :
- WAWANCARA: Teemu Pukki, “Saya Datang dengan Keyakinan Mampu Mencetak Gol”
- Wolves Siap Sapu Bersih Lagi di Liga Europa

Sepanjang bursa transfer Juni-Agustus, Wolves telah merekrut bek Jesus Vallejo dengan status pinjaman dari Real Madrid CF. Pihak klub juga sukses memboyong penyerang potensial Italia, Patrick Cutrone. Mereka juga berhasil mempermanenkan dua sosok vital musim lalu, striker Raul Jimenez serta gelandang Leander Dendoncker. Ini merupakan alarm bagi para rival di Liga Primer.

Salah satu faktor lain yang menjadi kekuatan Wolves adalah Molineux. Sebelum menjamu MU, mereka tidak terkalahkan dalam 13 laga kandang terakhir di semua kompetisi. Dua di antaranya adalah mengalahkan pasukan Ole Gunnar Solskjaer di ajang Liga Primer dan Piala FA. Selain itu, kehadiran Santo merupakan salah satu faktor penting dalam progres signifikan klub.

Datang dari klub raksasa Portugal, FC Porto, Mei 2017, ia tak butuh waktu lama untuk membawa Wolverhampton bangkit. Pada musim debutnya, Santo langsung mengantar tim promosi dengan catatan impresif. Wolves menjadi kampiun Championship dengan raihan 99 poin. Di tahun keduanya, pelatih 45 tahun tersebut membawa klub finis di posisi terbaiknya di Liga Primer.


Baca Juga :
- Saatnya Arsenal Akhiri Paceklik
- The Saints Tidak Terkalahkan di Empat Laga Terakhir Semua Ajang

Santo juga membawa Wolverhampton kembali berlaga di kompetisi Eropa untuk kali pertama dalam empat dekade! Kini mereka akan bersiap menghadapi wakil Italia, Torino FC di babak play-off penyisihan Liga Europa, Kamis (22/8) malam. Salah satu ciri khas Santo adalah jarang melakukan perubahan masif dalam susunan starternya. Bagi sebuah tim, ini mungkin bisa berdampak negatif.

Pasalnya, gaya permainan mereka menjadi mudah dibaca lawan. Selain itu, ini jelas menguras energi pemain. Hebatnya, Santo justru mampu mengubah kelemahan tersebut sebagai kekuatan timnya. Wolves selalu memulai laga dengan tampil defensif, membiarkan lawan mendominasi bola. Mereka akan menunggu sebelum melancarkan serangan balik cepat. Anehnya, cara ini selalu efektif bagi Wolverhampton.* 

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA