#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Meski Telat Berkembang, McTominay Punya Jiwa Kompetitif
22 August 2019 14:50 WIB
SCOTT McTominay memang telah menembus skuat utama Manchester United FC (MU), namun perjalanannya tidak mudah. Dengan postur tubuh 193 cm, kehadiran gelandang 22 tahun itu sangat krusial di lini tengah Setan Merah. Tetapi, walau telah bergabung dengan akademi klub sejak berusia lima tahun, kariernya terlambat berkembang.

"Ini baru buat saya, ukuran saya sekarang, berat badan saya, kekuatan berlari yang saya miliki," katanya kepada Sky Sports News. "Ketika saya masih pemain muda, saya tidak memilikinya, jadi butuh waktu menyesuaikan dengan keseimbangan dan pengendalian bola. Baru setelah tubuh saya berkembang, orang memperhatikan transformasi saya.”

Tertinggal dalam perkembangan fisik sangat sulit diterima McTominay. Tetapi dia dapat dukungan teman sekamarnya, Joe Riley, yang kini bermain di Bradford City FC. Berkat sahabatnya, McTominay terus memupuk semangat untuk bisa bersaing dengan pemain yang lebih besar, sekaligus yang selalu memujinya dan membuatnya tidak emosional.


Baca Juga :
- Lihat Manchester United Ditaklukkan West Ham, Legenda Klub Ini Sedih Bukan Main
- Greenwood Ukir Rekor

Jalan dari akademi MU ke skuat senior bukan jalur yang berhasil dilalui banyak orang. Riley dan McTominay melakukannya. Musim lalu di Liga Primer, Setan Merah memberikan menit paling banyak kepada lulusan akademi, melanjutkan tradisi untuk mengandalkan pemain muda, seperti McTominay, Marcus Rashford, dan Jesse Lingard.

Toh, MU tak bisa mengklaim semua kredit atas perkembangan karier McTominay. “Saat saya masih kecil, saya dan ayah saya sering melakukan lintas negara. Ke sekolah pun saya biasa berjalan 5 km di area pejalan kaki. Karena Ayah, saya terbiasa berkompetisi. Bahkan saat bermain snooker di kebun belakang, Ayah tak membiarkan saya menang.”

Itulah pelajaran yang selalu diingat McTominay, yang membuatnya tidak bisa menerima kekalahan. Dan itu berpengaruh pada penampilannya. Terlebih musim lalu jadi masa yang sulit bagi McTominay. Awalan yang buruk membuat Jose Mourinho, pelatih yang memberinya kesempatan debut untuk tim senior, dipecat pada bulan Desember.

Datanglah Ole Gunnar Solskjaer, awalnya sebagai caretaker, memiliki efek sukacita bagi tim setelah memenangkan 14 dari 17 pertandingan pertamanya untuk MU. Namun musim berakhir masam; delapan kekalahan dalam 12 pertandingan terakhir membuat Setan Merah kehilangan spot ke Liga Champions.

"Aneh. Setiap kali Anda melihat kembali pada musim seperti itu, Anda melihat awal dan akhir - dan itu sangat kontras," kata McTominay. "Jelas, itu selalu terjadi ketika Anda mengganti pelatih dan hal-hal berbeda seperti itu tetapi itu adalah musim yang penuh dengan momen roller-coaster.”

"Dari mencetak gol pertama saya di pertandingan sulit di Everton, lalu di Wolves, saya tidak pernah ingin mengalami perasaan itu lagi. Itu menyakiti semua orang."

Di mana posisi United setelah kemenangan 4-0 atas Chelsea? Bisakah mereka kembali ke empat besar musim ini? Akankah mereka siap berburu gelar musim ini? "Ini pertanyaan yang sulit setelah ini baru awal musim," kata McTominay. "Manchester United adalah klub yang dibangun untuk membawa pemain muda mengejar dan memenangkan trofi. Itulah yang harus kami capai.

"Apa pun yang kurang dari trofi, bagi kami semua, adalah kekecewaan. Saya yakin para pemain dan staf akan terus berprinsip pada itu. Kami benar-benar harus berjuang memenangkan beberapa trofi yang berbeda. Anda tidak ingin terlalu tidak realistis atau terlalu realistis. Bagi kami, secara keseluruhan, piala adalah target kami tahun ini."*NURUL IKA HIDAYATI


Baca Juga :
- West Ham vs Manchester United: Setan Merah Kehilangan Tiga Pilar
- Suporter MU Serbu Medsos, Kinerja Rashford Tak Berguna

 

 

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA