#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
PRA-PIALA DUNIA 2022
Bagus-Beto Langsung Klop hingga Simon Tak Izinkan Pemain Kembali ke Klub
23 August 2019 12:05 WIB
BOGOR - Latihan perdana timnas senior di Stadion Pakansari, Bogor, kemarin, belum dihadiri seluruh pemain. Terhitung pemain yang baru hadir berjumlah 19 pemain. Artinya masih tersisa tujuh pemain yang belum tergabung dalam tim yang dipersiapkan untuk Pra-Piala Dunia 2022 ini.

Dalam pemusatan latihan di hari pertama ini pelatih timnas Simon McMenemy memberikan tiga materi latihan. Pertama latihan untuk beradaptasi dengan lapangan, Simon memberikan latihan dengan passing-passing pendek.

Tahap kedua pemain bermain rondo atau biasa disebut kucing-kucingan. Tahap ketiga, mantan pelatih Bhayangkara itu membagi dua kelompok: hijau dan kuning untuk melakukan internal gim.


Baca Juga :
- Kenapa Suporter Filipina Memuji Indonesia sebagai Tuan Rumah Pra-Piala Asia U-16?
- Bima Sakti Sempat Marah Saat Timnas U-16 Bantai Mariana Utara 15-1

Dalam materi ketiga ini cukup menarik karena pemain muda Amiruddin Bagus dipasangkan dengan Beto Goncalves dalam satu tim. Hal itu berjalan mulus beberapa peluang terjadi berkat kolaborasi keduanya.

“TC pertama tentu pengulangan dari TC sebelumnya, mengingat kami ingin bermain dalam waktu dekat. Hari ini (kemarin) permainan pemain dalam latihan sangat baik, standarnya bagus sekali, pemain semua terlihat siap menjalaninya, semoga ke depan akan lebih baik lagi,” ujar Simon.

Sementara itu untuk pemain yang belum dapat bergabung Simon mengatakan akan secepatnya pemain-pemain itu bergabung dengan tim. Untuk Otavio Dutra memang masih sedang ada masalah mengenai paspornya di imigrasi, namun yang lain akan bergabung dalam waktu dekat.

Sejatinya TC awal yang dilakukan timnas senior mempunyai kendala klasik yakni berbenturan dengan jadwal pertandingan Liga 1 yang kini masih menyisakan beberapa pertandingan menuju akhir putaran pertama. Beberapa klub menginginkan pemainnya tetap berada di klub karena tensi pertandingan liga yang semakin tinggi dan sebagai evaluasi akhir sebelum jeda kompetisi.

Salah satunya adalah Tira Persikabo yang ingin meminjam penjaga gawangnya, Angga Saputra untuk bermain menghadapi Persela Lamongan di Stadion Surajaya, Lamongan Minggu (25/8). Pelatih Tira Persikabo, Rahmad Darmawan (RD) mengatakan jika saat ini timnya hanya memiliki satu penjaga gawang, yakni Teguh Amiruddin untuk melawan Persela. Persebaya juga ingin beberapa pemainnya bermain di laga terakhir pada putaran pertama.

“Saya sudah mengajukan lewat komunikasi whatsapp dengan coach Yeyen Tumena (asisten pelatih timnas Indonesia) untuk disampaikan kepada pelatih kepala coach Simon McMenemy, jadi seperti itu memang. Kami masih menunggu jawaban sampai hari ini mungkin ya. Saya kalau tidak karena faktor seperti ini kami tidak akan memanggil kembali Angga untuk sementara. Masak kami harus bermain dengan satu kiper saja, menurut saya itu sangat berisiko,”  kata RD.

Sedangkan itu PSSI menyerahkan persoalan ini sepenuhnya kepada pelatih timnas Indonesia, Simon McMenemy. Menurutnya yang berhak melepas pemain kembali ke klubnya adalah tim pelatih. Hal itu seperti yang diungkapkan anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Gusti Randa. “Iya itu di cari titik temu saja nanti antara pelatih Simon McMenemy klub. Kerena ada beberapa klub yang menyumbangkan pemainnya ke timnas senior tiga sampai empat pemain. Itu mungkin di lihat saja waktunya, jadi ini sudah ranah pelatih Simon Mc Menemy. Kami serahkan kepada pelatih, karena ini mau masuk paruh musim jadi klub bersiap diri," kata Gusti.


Baca Juga :
- FIFA Sidak Manahan, Satpam Bentak dan Cegah Wartawan
- Ini yang Dilakukan Bima Sakti agar Timnas U-16 Rileks

Terkait hal ini Simon mengaku tidak ingin memusingkan diri. Menurutnya dirinya sudah membuat jadwal persiapan timnas senior ini. “Itu tidak ada urusannya dengan saya. Anda harus mengerti saya juga punya pekerjaan, saya juga mengerti klub juga punya itu,” ucap Simon.

“Tetapi pertanyaannya adalah apakah liga berjalan ketika timnas bermain. Hal pertama yang saya lakukan ketika saya jadi pelatih timnas, saya menulis jadwal sepanjang tahun tim nasional seperti apa jadwalnya, saya tidak bisa memberi keringanan ketika pekerjaan saya juga ditekan, yang bisa saya lakukan adalah membuat seadil mungkin.”NIZAR GALANG GANDHIMAR

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA