#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Wawancara Eksklusif Cucu Sumantri: Ini adalah Perintah
23 August 2019 13:08 WIB
JAKARTA - Mayor Jenderal (Mayjen) TNI AD Cucu Sumantri baru saja diperkenalkan sebagai pendamping Komjen Pol Mochamad Iriawan (Iwan Bule) sebagai bakal calon ketua umum PSSI periode 2020-2024. Tidak ada alasan lain bagi dirinya untuk mengurus PSSI, selain karena ia memiliki satu visi dan misi dengan Iwan Bule, yakni memajukan sepak bola Indonesia.

Pengalamannya menjabat Kepala Staf Kostrad yang mengurus  puluhan ribu pasukan dan pernah menjadi Pangdam I Bukit Barisan membuatnya yakin mampu mengatasi segala konflik krusial dalam tubuh PSSI. Lalu, seperti apa pandangan Cucu mengenai PSSI? Berikut wawancara eksklusifnya bersama TopSkor:

 


Baca Juga :
- Persis Solo Kembali Tersendat
- Daftar Pemain Persebaya Away ke Magelang

Ceritanya bagaimana Anda bisa menjadi wakil Pak Iwan?

Saya tidak mengajukan, jadi beliau meminta saya untuk membantu beliau menjadi pasangannya (calon wakil ketua umum PSSI). Setelah itu saya tanya dulu, saya cari tahu juga bagaimana visi misinya. Waktu saya dengar langsung dari beliau ternyata visi misinya sangat mulia untuk memajukan sepak bola Indonesia. Apalagi ada petunjuk dari pimpinan saya, jadi itukan sama dengan perintah. Jadi, ini adalah perintah dan saya siap untuk melaksanakan.

Apa yang membuat Anda yakin menjadi pendamping Pak Iwan?

Visi misinya sangat bagus sekali ya, itu yang pertama. Terus yang kedua Pak Iwan sudah terbukti sekali menjadi pimpinan. Beliau sudah tiga kali menjadi Kapolda. Saya rasa dengan situasi PSSI seperti sekarang perlu figur seperti beliau.

Tidak sedikit publik yang tahu Anda sebagai penikmat sepak bola, bagaimana cara meyakinkan mereka?

Ya kalau PSSI itu tidak hanya soal mengolah bola, tapi juga memanage organisasi. Kalau berbicara memanage organisasi saya pernah menjadi Kepala Staf Kostrad yang pasukannya puluhan ribu dan saya juga pernah menjadi Panglima Kodam. Kemudian saya sering memanage konflik baik bencana alam maupun krusial. Itu yang menjadi bekal saya untuk membantu Pak Iwan sebagai Caketum untuk memanage PSSI.

Saya juga pernah membina sepak bola PSDS Deli Serdang sewaktu di Liga Indonesia, saya juga pernah terlibat di PSMS waktu menjadi Panglima Kodam. Artinya dengan itu saya juga memiliki pengalaman bagaimana untuk membina dan mendorong pemain untuk berprestasi.

Pernah menjadi pelatih wasit, nantinya bagaimana cara Anda meningkatkan kualitas wasit kita?

Saya belum tahu ke dalam jadi belum tahu secara persis tentang itu. Hanya dulu waktu saya menjadi Komandan Brigif di Cimahi kami pun punya lapangan bola dan barak. Sehingga dulu kami diminta waktu Sekjen PSSI-nya Pak Nugraha Besoes berapa gelombang di sana dalam rangka pelatihan wasit itu.

Jadi wasit itu yang perlu ditingkatkan bukan hanya masalah teknis saja, motivasi mereka sebagai wasit pun juga harus ditingkatkan, dan juga harus dibangun karakternya. Artinya mereka akan mendapat rasa malu kalau berbuat tidak baik, karena wasit sama dengan hakim.

Bagaimana cara Anda menyatukan seluruh suporter?

Suporter itu juga menjadi tanggung jawab PSSI. Sebagaimana suporter adalah kelompok pembangun semangat dan motivasi tim. Jadi saya rasa nanti perlu di PSSI ada direktur khusus pembinaan suporter. Jadi pembinaan itu jangan mempertemukan suporter pada saat di lapangan saja, mungkin di buat event tertentu. Seperti suporter Persija dan Persib diajak outbond ke luar kota sehingga suasananya bagus. Karena sepak bola itu adalah sebuah hiburan dan suporter mau timnya kalah atau menang harus berjiwa besar.

Apa setuju nantinya Exco tidak ada yang rangkap jabatan?

Pada dasarnya itu saya kan membantu ketua umum demikian kan perlu menyarankan juga, mengevaluasi baik dan buruknya dari pandangan masyarakat. Intinya kinerja pada masa jabatan kami jika kami terpilih nanti bisa lebih baik.

Timnas kelompok umur superior, tapi timnas senior loyo. Bagaimana solusinya?

Itu kami akan lihat juga dari kelompok umur harus dibina secara benar. Kemudian harus juga memelihara karakter yang sudah didapat pada saat usia dini itu, jangan sampai orientasinya berubah. Jadi motivasi yang harus dipelihara, karena saya lihat kalau mereka sudah bergeser ke usia dewasa apalagi masuk pro sedikit berkurang, jadi itu yang harus dijaga motivasinya.

Fasilitas yang perlu ditingkatkan?

Saya kira satu provinsi harus memiliki stadion yang representatif. Apalagi sudah ada inpres dari Presiden soal percepatan kemajuan sepak bola Indonesia. Jadi saya kira stadion harus memenuhi standar Internasional.

Soal mafia bola?

Saya rasa itu sangat objektif sekali untuk dihilangkan. Kalau yang salah kan sekarang sudah kena garuk oleh satgas anti mafia bola. Tapi kami kan sebagai negara hukum harus memiliki asas praduga tak bersalah. Tapi ya itu (Mafia Bola) juga harus dibersihkan.*SUMARGO PANGESTU

 

 

 

 


Baca Juga :
- PSM Beradu Tekad melawan Tira Persikabo
- Kenapa Suporter Filipina Memuji Indonesia sebagai Tuan Rumah Pra-Piala Asia U-16?

 

 

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA