#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
news
INFOGRAFIS
Efek Balo
23 August 2019 06:55 WIB
TURIN – “Sto venendo a casa. Ricordati di me?” atau “Saya sudah pulang, masih ingat saya?” Setelah hampir tiga tahun bertualang di luar Italia, Mario Balotelli akhirnya kembali ke negeri kelahirannya. Hanya kurang dari sepekan Seri A 2019/20 akan bergulir, Balo—panggilan Balotelli—menjadi kejutan terkini yang akan merayakan persaingan kompetisi Negeri Piza ini. Penyerang 29 tahun tersebut bergabung ke Brescia, klub yang berstatus promosi.

Perlahan tapi pasti, kekuatan klub-klub Seri A mulai terbentuk. Di tengah keramaian bursa transfer musim panas, sejumlah klub masing-masing mencoba membuat mereka lebih kuat dibandingkan sebelumnya. Pilihan Brescia terhadap Balo, memang menjadi transfer yang tidak terduga. Maklum, dalam pasar transfer, siapa yang mau memberikan kesempatan kepada pemain yang memang sebelumnya dikenal kontroversial ini?

Apalagi, jejak kualitas Balotelli tidak memperlihatkan grafik yang baik. Sebaliknya, Balo dari segi produktivitas terlihat menurun. Musim lalu bersama Marseille, dia hanya tampil dalam 12 laga dan hanya mencetak delapan gol. Jika ada fase terbaik dari karier Balotelli di luar Italia, tidak lain adalah masa kariernya di Nice ketika dia menorehkan 15 gol pada 2016/17 pada ajang Ligue 1 dan 18 gol di musim berikutnya. Setelah itu, tidak ada momen bagi publik sepak bola Italia untuk mengigat Balo secara konstan. Jejaknya dalam sepak bola Eropa nyaris terlupakan.


Baca Juga :
- Alexis Sanchez Datang
- Inter Cadas

Kini, Balo kembali. Dan, seberapa lama pun dia dilupakan, Balo selalu memiliki magnet tersendiri bagi suporter klubnya. Sekitar 1.000 tifosi telah menyambutnya di Brescia. Sebelum kehadiran Balo, nyaris tidak ada yang terlalu istimewa di Brescia. Semua perhatian publik Seri A kebanyakan mengarah kepada klub-klub besar seperti Juventus, FC Internazionale, AC Milan, atau Napoli. Namun, Presiden Brescia, Massimo Cellino, memiliki cara tersendiri untuk membuat sepak bola Italia mengarahkan perhatian. Cukup dengan menghadirkan Balo  ke tengah-tengah tifosi, ide itu berhasil.

Kini, karena Balo pula, Brescia pun menjadi tim yang pantas diperhitungkan untuk bersaing di papan tengah. Harapan pasukan Eugenio Corini untuk bertahan di Seri A pun semakin terbuka. Intinya, bersama Balo, Brescia memiliki dua hal: bintang dengan kelas dunia dan mimpi bertahan di Seri A yang ingin mereka wujudkan. Minggu (25/8), upaya Il Grifone tersebut akan dimulai dalam laga tandang lawan Cagliari. “Saya takut gagal lagi? Sama sekali tidak. Sepertinya, kalian yang lebih khawatir daripada saya,” kata Balotelli, tertawa, dalam konferensi pers perkenalannya, Selasa (20/8) lalu.

Balo memang tidak akan lagi bermimpi untuk mengejar scudetto namun dia bisa menjadi penghalang bagi bintang seperti Cristiano Ronaldo dalam membawa Juventus mempertahankan gelar Seri A. Balo juga akan memberikan kesulitan kepada Romelu Lukaku di FC Internazionale atau mengganjal ambisi Edin Dzeko membawa AS Roma ke empat besar. Jelang Seri A 2019/20 bergulir, masing-masing klub memang memiliki harapan tersendiri.

Bagi Juventus, Ronaldo adalah pemain yang akan membuat mereka terus dominan di Seri A. Lalu, keputusan Dzeko untuk bertahan bersama I Giallorossi merupakan hadiah besar bagi manajemen, tim, dan tifosi. Dengan Lukaku, Inter semakin menjadi tim yang berbobot di lini depan. Sementara Napoli terus mempertahankan mimpi mereka bersama penyerang baru, Hirving Lozano.

Di Milan, seperti halnya Balotelli, Krzsztof Piatek juga mencoba untuk kembali meraih hasil yang lebih baik sebagai penyerang. Sedangkan Ciro Immobile (Lazio), Andrea Belotti (Torino), dan Duvan Zapata (Atalanta), masih memberikan ancaman yang sama seperti musi lalu. Jangan lupakan pula penyerang senior Fabio Quagliarella. Dia seperti pemburu tua yang tidak pernah selesai dalam mencari mangsa (gawang lawan).

Di Fiorentina, publik sepak bola Firenze akan dimanjakan dengan aksi-aksi bintang gaek pula, pemain dengan spesialis sayap murni: Franck Ribery. Pemain 36 tahun ini tipikal pemain yang tidak mau berhenti dan jelas akan menjadi ancaman bagi Juventus. Itulah sekilas peta persaingan Seri A 2019/20.


Baca Juga :
- AC Milan Siap Kontak Real Madrid untuk Pinjam Luka Jovic
- Icardi Pilih Juve Tapi Dihalangi Inter

Dari sejumlah deretan penyerang tersebut, Ronaldo memimpin dalam produktivitas dengan menorehkan 601 gol di tingkat klub sepanjang kariernya dengan 88 gol lainnya bersama timnas Portugal. Musim lalu merupakan musim pertamnya di Juventus dan dia telah menorehkan 28 gol dalam 43 pertandingan. Kehadiran Ronaldo membawa Juventus kembali meraih gelar Seri A lalu Piala Super Italia.

Ya, bagi Juventus, Inter, Napoli, atau bahkan Fiorentina dengan Ribery, mereka memiliki deretan bintang yang tidak perlu lagi diragukan. Namun, Balotelli? Bintang yang memang besar di Brescia ini mengaku siap memberikan efek spesial. Balo tetaplah pemain yang berbahaya dengan gaya dan caranya sendiri. Total, dia telah menorehkan 146 gol dalam level klub dan 14 gol bersama timnas Italia. “Roberto Mancini (pelatih timnas Italia) sudah menelepon saya,” kata Balo yang memang sudah mengenal sang pelatih ketika masih di Manchester City.*Dari Berbagai Sumber

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA