#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Ini Saatnya Scudetto, Napoli!
23 August 2019 12:36 WIB
NAPOLI – Dalam empat tahun terakhir, hanya SSC Napoli yang mampu memberi tekanan kepada Juventus FC di jalur scudetto. Memang, tak satupun percobaan mereka berhasil. Tapi, konsistensi pasukan I Partenopei patut diacungi jempol. Sekarang, di musim kedua Carlo Ancelotti, Napoli mendapat peluang terbaik untuk meruntuhkan dominasi Si Nyonya Tua di Seri A.

Juve saat ini sedang melalui masa transisi dari Massimiliano Allegri kepada Maurizio Sarri, tentu butuh waktu untuk mendapatkan permainan terbaik. Sedangkan Napoli sudah melewati proses tersebut musim lalu, di mana ada jatuh-bangun dalam rangkaian eksperimen Ancelotti. Kini, Lorenzo Insigne dan kawan-kawan lebih siap dan kompak untuk menghadapi persaingan juara.

Musim lalu pula, Napoli digoyang kepergian sejumlah pilar. Mulai dari Pepe Reina di bawah mistar, sampai Jorginho dan Marek Hamsik di lini tengah. Tiga pemain yang berperan besar dalam identitas permainan I Partenopei, tak bisa begitu saja digantikan. Butuh sepanjang kompetisi bagi Ancelotti untuk kembali menyeimbangkan pasukannya.


Baca Juga :
- Sarri Siap Mengubah Rencana
- Milinkovic Kunci Hapus Kesialan Lazio di Kandang

Kali ini, tak ada kehilangan berarti. Hanya Raul Albiol yang pulang kampung ke Spanyol, dan Amadou Diawara hengkang ke AS Roma. Namun, transfer keduanya membawa Kostas Manolas ke San Paolo. Pengorbanan kecil buat kepentingan lebih besar. Manolas merupakan bek kelas dunia, berada pada usia matang. Dia adalah peningkatan dibanding Albiol yang mulai menua dan kerap cedera.

Bersama Kalidou Koulibaly, Manolas akan membentuk tembok supersolid di jantung pertahanan Napoli. Ini satu lagi kunci menuju scudetto. Selama ini, I Partenopei terlalu bergantung kepada Koulibaly. Sehingga ketika bek asal Senegal itu sedang menurun, performa tim akan ikut anjlok. Dengan kedatangan Manolas, Napoli kini punya dua palang pintu yang bisa diandalkan.

Selain Manolas, klub juga memboyong beberapa pemain lagi untuk memperkuat posisi kunci. Giovanni Di Lorenzo disiapkan jadi bek kanan masa depan, Eljif Elmas menyuntikkan energi di barisan tengah, kemudian Hirving Lozano bakal memberi dimensi berbeda dalam serangan Napoli. Mungkin yang kurang hanya trequartista, jika Ancelotti ingin menggunakan pola 4-2-3-1 musim depan. Inilah mengapa James Rodriguez terus diburu dari Real Madrid CF.

Sebagai satu-satunya raksasa Seri A yang tak mengalami perubahan kepelatihan, Napoli memang selangkah lebih maju dibanding para rival. Ketika Juve, FC Internazionale, AC Milan dan AS Roma sibuk bekerja memahami filosofi pelatih anyar, I Partenopei bakal langsung tancap gas. “Musim lalu kami baru menarik busur, sekarang siap melepas anak panah,” ujar Ancelotti, bertekad membawa scudetto perdana buat publik San Paolo sejak 1990.

Menebus Kekecewaan

Musim lalu terbagi dua episode buat Lorenzo Insigne. Agustus-November, periode di mana semua terasa indah. Penyerang timnas Italia ini menikmati peran baru sebagai striker di bawah asuhan Carlo Ancelotti, mencetak 7 gol dan 2 assist dalam 10 penampilan Seri A buat SSC Napoli.

Namun, mulai Desember, semuanya berubah suram. Kartu merah dan kekalahan 0-1 di kandang FC Internazionale jadi pukulan telak. Setelah itu, hanya ada tiga gol sampai akhir musim, diwarnai sederet cedera. Tanggung jawab sebagai kapten baru pasca kepergian Marek Hamsik juga ikut menambah beban psikologis.

Tifosi berharap Insigne jadi pemimpin di dalam dan luar lapangan, tapi performanya terus menurun. Badai kritik pun menggulung ke arahnya. Perselisihan dengan Ancelotti sama sekali tak membantu.Insigne pun mengancam hengkang dari klub masa kecilnya. Namun, persiapan pramusim kemarin mengubah segalanya.


Baca Juga :
- Lazio Mulai Terkuras
- Kamera Mini Ini Bisa Mencegah Rasialisme

Insigne berbicara dengan kepala dingin dengan presiden dan pelatih, sadar bahwa dirinya memang inkonsisten. Sepanjang musim panas, dia kembali fokus berlatih, siap memberikan yang terbaik buat Napoli. Dalam kemenangan 3-0 atas Liverpool FC di laga uji coba, bulan lalu, Insigne memperlihatkan bahwa dirinya tetap salah satu pemain terbaik I Partenopei.

Selalu ada dalam setiap serangan, tak henti meneror pertahanan lawan, dan piawai mencetak gol-gol spektakuler. Itu pula yang siap diperlihatkan saat melakoni Seri A musim depan. Jika Napoli ingin scudetto, sang kapten perlu berada dalam kondisi maksimal.* Dari berbagai sumber

loading...

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA