#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Dua Misi Mengakhiri Periode Negatif di Tuah Pahoe
24 August 2019 11:25 WIB
JAKARTA – Misi tidak mudah akan dijalani Bhayangkara FC pada pekan ke-15 Liga 1 2019. Tekad mengakhiri rentetan hasil buruk mereka akan diadang Kalteng Putra. yang juga tengah mencari pelampiasan seusai dipermak Persija dengan skor 0-3 dalam pertandingan pekan ke-14.

Pelatih sementara Bhayangkara FC Yeyen Tumena, menyadari hal ini. Menurutnya, setelah enam laga beruntun tanpa kemenangan, hal terpenting yang harus dilakukannya saat ini adalah mendongkrak kembali motivasi pemain. Telah ditunjukkan pelatih baru, diharapkan membuat semangat pemain terpelanting.

Sembari menunggu kedatangan pelatih anyar Paul Munster, eks arsitek timnas Vanuatu, mentalitas pemain terus digenjot. Kabarnya, Munster juga akan menyaksikan langsung duel kontra Kalteng Putra. Yeyen menambahkan, persoalan penyelesaian akhir menjadi fokusnya dalam mempersiapkan laga melawan Kalteng.


Baca Juga :
- Main Seadanya, Digilas PSG 0-3, Zidane Jelaskan Penyebab Kekalahan Madrid
- Hasil Liga Champions; Madrid Dibantai PSG, Juventus-Atletico Imbang Ketat

Ia berharap daya dobrak tim berjulukan The Guardian ini segera kembali. “Jadi dalam dua kali sesi latihan menjelang lawan Kalteng, saya coba ambil sentuhan di finishing. Mulai dari awal sampai selesai. Karena saya pikir ini puzzle terakhir yang harus saya gabungkan dengan materi lainnya,” kata Yeyen.

Dalam empat laga sebelumnya, keran gol Bhayangkara tampak seret. Mereka hanya menyarangkan dua gol. Bahkan, gagal mencetak gol dalam dua laga kandang beruntun, yakni saat takluk dari tim lemah Perseru Badak Lampung FC dan imbang tanpa gol saat melawan PSIS.

Meski begitu, Yeyen mengindikasikan bakal melakukan rotasi. “Ini kesempatan tim pelatih mereview kembali, karena sebelumnya banyak pemain yang tidak dapat jam terbang. Ini baik buat tim karena bakal ada sekitar empat pemain bugar di dalam lapangan,” kata Yeyen.

Meski begitu, strategi rotasi saja mungkin tidak cukup untuk menghapus tuah Stadion Tuah Pahoe, markas Kalteng Putra. Sejak kembali ke kandangnya, setelah menjadi tim musafir, pasukan Gomes de Oliviera itu menjadi jago kandang. Semen Padang dan Arema FC, jadi korban di Palangkaraya.


Baca Juga :
- Dzumafo dan Kebangkitan Pasukan Munster Akhiri Paceklik Bhayangkara FC
- Promotor Gaek Ini Tetap Peringatkan Pacquiao, Jika Kena Pukul Lagi Efeknya Seumur Hidup

Gomes pun sadar, untuk menyelamatkan kariernya, ia harus semaksimal mungkin mengamankan seluruh laga kandang pada sisa musim ini. Sama halnya dengan Bhayangkara, Kalteng pun memiliki masalah di lini depan. Gomes menilai pasukannya kurang efektif dalam menuntaskan peluang.

“Melawan Persipura dan Persija kami sejatinya banyak peluang. Tapi banyak yang gagal berbuah gol. Itu pasti kami benahi dan semoga bisa lebih baik saat melawan Bhayangkara. Kami terus minta doa dan dukungan. Kompetisi masih panjang dan tentu saya perlu pemain baru yang lebih fresh,” ucap Gomes.* Furqon Al Fauzi 

BERITA TERKAIT

news
Pejalan kaki untuk gunung-gunung tropis Indonesia. Mencintai sastra, fanatis timnas Garuda, dan sedang aktif di sepak bola usia dini. Anak pertama dari tiga bersaudara.
Total Komentar 0
Tulis Komentar +
news
ARTIKEL SEBELUMNYA