#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
news
Pemain Naturalisasi Penyeimbang Mental di Timnas Indonesia
24 August 2019 16:01 WIB
BOGOR - Persiapan matang menuju laga Pra-Piala Dunia (PPD) 2022 akan dijalankan timnas senior hingga sepekan ke depan di Stadion Pakansari, Cibinong, Bogor.  Selain, mengenai performa dalam bertanding, pelatih timnas Simon McMenemy juga menilai dari sisi kepribadian pemain.

Sebelumnya Manahati Lestusen harus menepi dan tidak mengikuti beberapa agenda TC serta uji coba timnas, karena sikap tidak disiplinnya di dalam pertandingan. Saat ini, gambaran terdekat kala Barito Putera dikalahkan PSM Makassar 2-1 pada lanjutan Liga 1 pekan ke-13. Saat itu, Rizky Pora menunjukan sikap yang arogan dengan bertingkah kasar kepada pemain PSM Bayu Gatra seusai pertandingan.

Atas tingkahnya itu, Simon tidak berpikir panjang untuk mencoret dirinya dari list timnas senior. Tetapi, kali ini Simon kembali mempercayakan Manahati Lestusen sebagai bagian dari timnya. Hal itu karena Manahati dinilai mampu berubah dari sikapnya yang emosional, hingga membawa timnya kini masih bercokol di Liga 1 2019.


Baca Juga :
- Timnas Indonesia U-23 Bawa Psikolog ke Filipina
- Presentasi Shin Tae-yong kepada PSSI Agak Janggal

Jelas dari dua kejadian ini Simon menunjukan keseriusannya dalam mencari pemain yang mempunyai mental baja, pemain yang bisa mengontrol emosi, dan bisa menjadi teladan dalam lapangan. Tentu dua hal ini akan dibangun pada TC kali ini yang akan sangat berguna bagi performa timnya pada gelaran Kualifikasi Piala Dunia 2022.

“Kriteria pemain yang sangat saya butuhkan, paling utama adalah kuat secara mental ya. Tantangannya selama ini adalah ketika kami sudah berada di zona nyaman bermain di Liga dengan gaya sendiri dan kami keluar dari zona yang nyaman itu, sekiranya bisa atau tidak? Ternyata jawabannya masih belum,” ujar Simon.

Mengenai masalah ini, Simon juga berkaca dengan beberapa uji coba yang sudah dilakoni timnas. Terutama ketika timnas menjamu Yordania bulan Juni lalu, kala itu timnas senior kalah telak dengan skor 1-4. Di sini Simom merasa kekuatan timnya hanya kalah di mental bermain. 

Menurut Simon dengan adanya beberapa pemain naturalisasi yang kini bergabung masalah itu akan sedikit teratasi. “Banyak hal yang saya pelajari dari pertandingan uji coba, terutama ketika kalah dari Yordania, ketika itu kami mencoba memilih banyak pemain lokal yang bermain, sedikit pemain naturalisasi, kami memang mau coba melihat bisa atau tidak. Ternyata jawabannya masih belum. Nah sekarang kami akan coba perbaiki dari segi mental itu sendiri,” ucap Simon.

Dalam pemusatan latihannya kali ini Simon juga mengapresiasi beberapa pemain baru yang dirasa akan cukup berkontribusi bagi timnas senior. Salah satunya adalah penyerang naturasliasi andalan dari Tira Persikabo, Osas Saha.

“Saya rasa dia sudah terbiasa ya main di level yang tinggi di klub, dan sekarang kami bawa dia ke timnas. Level permainan dia harus lebih bertambah lagi. Soal speed atau kecepatan dia juga harus menyesuaikan, tetapi tidak usah khawatir, saya rasa beberapa hari ke depan kami sudah bisa lihat kemampuan terbaiknya,” ujar Simon.

Ke depan, pasukan Simon juga sudah mengagendakan dua laga uji coba guna menjajal kualitas performa tim sekaligus meramu strategi untuk melawan Malaysia pada partai pertama Kualifikasi Piala Dunia 2022 pada 5 September mendatang. 


Baca Juga :
- Jangan Memalukan
- Laga Indonesia versus Malaysia Bukan Sekadar Menang-Kalah

“Sepanjang kami ada di Bogor, kami akan ada dua pertandingan persahabatan. Pertama tanggal 25 nanti akan melawan tim Liga 2, nanti masih akan kami umumkan siapa yang akan menjadi lawannya. Lalu pada tanggal 29, kami fix akan menghadapi Bhayangkara sebelum kami ke Jakarta,” ujar Simon.***NIZAR GALANG GANDHIMAR

 

loading...

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA