#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Buntut Kerusuhan, Popnas dan Peparpenas Batal Digelar di Papua
24 August 2019 18:48 WIB
JAKARTA - Pekan Olahraga Pelajar (Popnas) dan Pekan Paralimpik Pelajar Nasional (Peparpenas) 2019 urung digelar di Papua. Gubernur Papua Lukas Enembe menyatakan pengunduran diri sebagai tuan rumah.

Dalam suratnya tertanggal 20 Agustus 2019 kepada Menteri Pemuda dan Olahraga Pemerintah Provinsi Papua menyampaikan permohonan kepada Kemenpora agar pelaksanaan POPNAS dan PEPARPENAS dapat dilakukan di daerah lain. 

"Kondisi keamanan secara umum di Papua serta secara khusus di Jayapura dengan mempertimbangkan aspek kenyamanan atlet peserta Popnas dan Peparpenas yang belum stabil pasca terjadinya demonstrasi masyarakat Papua. Rentang waktu yang terbilang dekat dengan rencana pelaksanaan Popnas dan peparpenas menjadi pertimbangan yang sangat penting bagi kami," demikian surat Gubernur Papua, Lukas Enembe.


Baca Juga :
- Dua Kali Menang Futsal Papua ke Perempat Final
- Tim Basket DKI Jakarta Awali POMNAS 2019 dengan Kemenangan Mutlak

Pertimbangan utama permohonan tersebut adalah karena tingkat penyelesaian sejumlah venue pertandingan untuk POPSNAS dan PEPARPENAS belum sepenuhnya tuntas.  Ditambah lagi kondisi keamanan di Bumi Cendrawasih yang memanas belakangan ini. Diketahui, kondisi di Papua sedang bergejolak pasca-aksi persekusi dan serangan rasis terhadap mahasiswa Papua di Pulau Jawa.

"Keputusan ini karena ada permintaan dari Gubernur Papua. Intinya kedua event tersebut tidak bisa diadakan di Papua karena waktunya juga sudah mepet. Mereka selama ini lebih fokus ke perisapan Pekan Olahraga Nasional (PON)," kata Sekretaris Kemenpora Gatot S. Dewa Broto, Sabtu (24/8).

Rencananya POPNAS dan PAPERPENAS akan diselenggarakan di Kota Jayapura, Papua pada Oktober 2019 mendatang. Dua perhelatan ini tertuang dalam surat Keputusan Menteri Pemuda dan Olahraga 72/2018.

POPNAS dan PEPARPENAS tahun ini juga merupakan uji coba venue-venue untuk penggunaan PON XX dan PEPARPENAS XVI tahun 2020. Tapi, dengan alasan keamanan di Papua, Lukas Enembe memohon penyelenggaraan tersebut dialihkan ke daerah lain.


Baca Juga :
- 10 Cabor Dipertandingkan di POPNAS 2019 Jakarta
- Enembe Soal PON, Target Kita Juara 1 Diluar Pulau Jawa

"Kondisi keamanan secara umum di Papua, serta secara khusus di Jayapura dengan mempertimbangkan aspek kenyamanan atlet peserta POPNAS dan PEPARPENAS yang belum stabil paska terjadinya demonstrasi besar-besaran masyarakat Papua berkaitan kejadian di Surabaya dan Malang, rentang waktu yang terbilang dekat dengan pelaksanaan POPNAS dan PEPARPENAS yang menjadi pertimbangan yang sangat penting bagi kami," tulis Lukas Enembe dalam surat tertanggal 20 Agustus tersebut, Sabtu (24/8).

Kemenpora dapat sepenuhnya memahami permohonan tersebut. Saat ini sedang melakukan pendekatan dengan beberapa daerah tertentu agar berkenan mengambil alih pelaksanaan POPNAS dan PEPARPENAS.*
 

BERITA TERKAIT

Penulis
Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA