#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
MU Harus Percaya kepada Rashford dan Pogba
26 August 2019 04:05 WIB
PELATIH Manchester United (MU), Ole Gunnar Solskjaer, tidak memiliki pilihan lain terkait eksekutor penalti. Jika Bukan Paul Pogba, tentu penembak penalti itu adalah Marcus Rashford. Menurut Solskjaer, siapapun yang menjadi penembak penalti dalam sebuah laga, baik itu Rashford atau Pogba, tidak masalah. Ya, tidak ada persoalan bagi MU, kecuali setelah kegagalan penalti kembali terjadi ketika mereka kalah dari Crystal Palace, Sabtu (24/8).

MU memang kembali mendapatkan peluang mencetak gol dari penalti setelah gelandang mereka, Scott McTominay, dijatuhkan lawan. Ketika itu, Rashford tampil menjadi eksekutor namun, bola tembakannya membentur tiang. Dengan kegagalan penalti ini, plus kekalahan yang dialami Tim Setan Merah, situasinya menjadi makin sulit untuk klub besar Liga Primer ini. Masalah penalti, sesuatu yang tidak pernah muncul jelang atau persiapan menghadapi musim baru ini. Meski demikian, situasi tersebut justru menjadi bagian yang mengiringi langkah MU di Liga Primer 2019/20.

Penalti kini menjadi bagian yang justru menyulitkan. Menjadi sulit karena kegagalan penalti ini terjadi dalam dua laga beruntun. Lalu, untuk tim seperti MU, kegagalan ini menjadi isu yang cukup besar. MU mendapatkan tiga penalti pada tiga laga pembuka Liga Premier musim ini. Jumlah ini sama dengan yang didapat Chelsea pada 2012/13. Tapi, ironisnya, MU hanya mencetak satu gol dalam tiga kesempatan tersebut sedangkan Chelsea ketika itu mampu memanfaatkan semua kesempatan tersebut dengan baik.


Baca Juga :
- Jalan Terjal Liverpool
- Kekuatan Barca Bakal Lebih Dahsyat

Kalau saja dua penalti tersebut menjadi gol, tentu situasinya akan berbeda. MU kini menjadi tim yang terlihat sulit meraih hasil positif dalam pekan-pekan pertama Liga Primer. Demikianlah, tidak semua pemain mampu mengeksekusi penalti. Bahkan untuk pemain besar, penalti adalah bagian yang gampang-gampang susah. Perlu pemain yang memiliki karakter kuat, percaya diri, tentu tentu pemain yang memang secara teknik sudah melakukan latihan secara khusus terkait menembak penalti.


Baca Juga :
- Conte Mampu Membuat Pemain Bangkit
- Kini Banyak yang Meragukan Solskjaer

Dalam sejarah MU, ada pemain yang memiliki kemampuan mencetak gol dari penalti dengan baik. Wayne Rooney contohnya. Pemegang rekor sebagai pencetak gol terbanyak MU ini mampu menorehkan 19 gol penalti dari 27 kesempatan. Lalu ada Robin van Persie yang mencetak enam gol penalti dari delapan kesempatan. Van Persie sendiri merupakan penembak kedua di MU setelah Van Persie pada masanya.

Lalu ada Denis Irwin. Ia spesialis tendangan bebas untuk MU. Selama membela MU di Premier League, Irwin mencetak tujuh gol dari delapan kesempatan. Ada pula Eric Cantona, mencatatkan 100 persen  sukses. Atau Dari 14 kesempatan penalti, semua berakhir menjadi gol. Ruud van Nistelrooy, 17 gol penalti dari 22 kesempatan penalti. Ya, hanya pemain tertentu yang bisa mengatasi tekanan maupun segi teknik dalam menembak penalti. Solskjaer tentu tetap percaya kepada Rashford dan Pogba. Dan, tetap memberikan tugas tersebut kepada keduanya memang tepat untuk menjaga psikologis tim.*Irfan Sudrajat
 

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA