#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
news
Giampaolo Mesti Merakit Ulang Skuatnya
28 August 2019 13:03 WIB
MILAN – Pelatih AC Milan Marco Giampaolo terpukul karena timnya membuka musim ini dengan kekalahan, 0-1, Minggu (26/8). Lawannya pun tim kecil, Udinese Calcio. Tentu saja hal itu tidak bisa dimaafkan karena kerja keras selama 1,5 bulan seolah muspra.

Giampaolo kini siap merakit ulang mesin I Rossoneri sehingga dapat berlari kencang hingga akhir musim. Kemarin, Gianluigi Donnarumma dan kawan-kawan telah berlatih di Milanello. Tidak ada diskusi khusus dengan pemimpin klub. Allenatore yang memiliki kewarganegaraan Swiss dan Italia itu mendekati timnya seperti biasa. Masih terlalu dini untuk marah.

Sabtu (31/8), Milan akan ditantang Brescia Calcio di San Siro. Pelatih berencana melakukan perombakan dari sisi taktik. Dia pun mengumpulkan berbagai referensi termasuk mempelajari formasi ‘Pohon Natal’.


Baca Juga :
- Operasi Giroud Mengambang
- Rencana Penjualan Roma Bocor

Yang pertama ditinjau adalah skema 4-3-3, yang dikenal baik oleh tim dan materi pemain sangat mendukung. Pelatih juga melirik formasi 4-3-1-2, yang menjadi acuannya selama beberapa tahun terakhir. Dia bisa saja mundur jauh ke belakang, meniru modul 4-3-2-1 milik Carlo Ancelotti di era kejayaan Milan. Ini bisa menggaransi terpenuhinya berbagai kebutuhan skuat besutan Giampaolo.

Krzysztof Piatek bebas bergerak sebagai penyerang utama. Sementara, Suso dan permainan penting di bagian tigaperempat lapangan jadi kunci. Hanya saja, harus diingat bahwa trequartista asal Spanyol itu kurang bersinar ketika area aksinya digeser ke tengah.

Lalu bagaimana dengan pemain lain? Terlalu banyak awak Milan, tepatnya 50 persen dari jumlah pemain mereka yang bertugas di luar posisi biasanya. Fabio Borini didapuk sebagai mezzala (gelandang dalam), Hakan Calhanoglu sutradara permainan. Sementara, Suso dan Samu Castillejo trequartista. Para pesepak bola mesti mempelajari peran insidental itu.

Giampaolo perlu mendengar saran dari luar. “Suso dan Castillejo tidak boleh bermain bersama karena karakternya mirip. Sedangkan Piatek salah dalam dua tembakan ke gawang, tapi teman-temannya tidak pernah membuka peluang gol. Sepanjang pertandingan, jangan hanya saling bertukar bola dan menyentuh” legenda Il Diavolo Jose Altafini mengemukakan pendapatnya.

Aspek lain menyangkut pemain baru. Ismael Bennacer dan Rafael Leao memasuki lapangan ketika pertandingan hampir selesai. Secara keseluruhan lima komponen anyar sampai sekarang hanya bermain selama 280 menit dalam tujuh pertandingan.

Pertandingan di Udine memastikan bahwa Milan butuh seorang pemimpin: di samping kesulitan taktik, tim tampak kewalahan dan terlambat mengejar bola. Dalam kasus ini otot, taktik dan prestasi sangat berhubungan.

Jika pada persiapan musim panas, Milan memperlihatkan prestasi positif, sekarang justru berbeda. Tidak ada pemain yang berada dalam kondisi tepat untuk menerima bola. Mungkin salah satu penyebab kegagalan adalah masalah personalitas. I Rossoneri, tim yang sangat muda dan butuh pemimpin yang siap menangani situasi dalam pertandingan penting dan inilah yang sedang dipikirkan klub.

Buru Laxalt


Baca Juga :
- Gelandang Raksasa Ini Dibidik Napoli
- Selama di Bergamo, Gasperini Sering Beruntung lawan Juve

Torino FC bergabung dengan Atalanta BC dalam rute perburuan Diego Laxalt. Kedua tim kabarnya telah berkomunikasi dengan agen pesepak bola Uruguay tersebut.

Masuknya Il Toro membuat peluang Atalanta makin tipis. Pasalnya, klub milik Urbano Cairo berani menyodorkan tawaran lumayan tinggi. Torino menyodorkan formula pinjaman dengan kompensasi 1 juta euro (sekira Rp15,8 miliar) dan 13 juta euro kewajiban tebus. Sementara,  untuk pemain disediakan gaji 1,4 juta euro.*** Dari berbagai sumber

loading...

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA