#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
news
INFOGRAFIS
Alexis Sanchez Datang
29 August 2019 12:03 WIB
MILAN – Alexis Sanchez kembali ke Seri A, ke tempat di mana bintang asal Cile ini mengawali kariernya di sepak bola Eropa. Pada 13 tahun silam tepatnya Sanchez pernah mendarat di Udinese ketika dirinya masih berusia 18 tahun, remaja yang bergabung dari klub bernama Cobreloa. Di Udinese, Sanchez kemudian membangun kariernya. Sempat dipinjamkan ke Colo-Colo dan Riverplate tapi Sanchez kembali lagi ke Udine dan kemudian menjadi pemain yang memiliki magnet besar.

Hingga akhirnya, Udinese mendapatkan keuntungan dari penjualan Sanchez ke Barcelona, dengan nilai transfer 26 juta euro. Kariernya berlanjut ke Arsenal, Manchester United (MU), dan kini penyerang sayap 30 tahun tersebut menjadi bagian dari FC Internazionale. Namun, situasi statusnya berbeda. Sanchez bergabung ke I Nerazzurri dengan status pinjaman. Dan, tentu, status tersebut memperlihatkan perbedaan pula terkait misinya bergabung ke Inter.

El Nino Maravilla—julukan Sanchez—atau Anak Ajaib. Kini, tentu, julukan tersebut tidak lagi berlaku karena dalam usia 30 tahun, Sanchez justru berada dalam situasi di antara gagal atau bangkit, memperbaiki reputasinya yang nyaris hancur di MU. Hingga kini, banyak yang sulit menjawab mengapa salah satu pemain dengan talenta menarik di Liga Primer ini justru menjadi kegagalan yang besar?


Baca Juga :
- Inter Cadas
- Efek Balo

Dalam semusim ke depan, akan terjawab apakah Sanchez memang benar-benar pemain yang sudah gagal dalam kariernya. Bersama Inter, pemain ini akan memperlihatkan apa yang salah dari MU atau memang sang pemain sendiri yang sudah berada dalam fase menurun dalam kariernya. Kemarin, menurut La Gazzetta dello Sports, Sanchez akan tiba di Bandara Malpensa pada pukul 3 sore waktu setempat. Sanchez kemudian akan melakukan tes medis dan selanjutnya menandatangani kontrak.

Terkait gajinya yang sebesar 12 juta euro per tahun, Inter tidak akan membayar semuanya. Presiden I Nerazzurri, Steven Zhang, kabarnya mengajukan proposal 5 juta euro untuk gaji sang pemain sedangkan sisanya akan dibayar oleh MU sendiri. Dengan demikian, jumlah tersebut mendekati 50 persen seperti yang diinginkan MU. Kesepakatan terkait gaji inilah yang membuat transfer pinjaman sang pemain akhirnya terwujud. Terkait gaji, memang menjadi salah satu kendala bagi MU untuk melepas pemain ini.

Dengan kehadiran Sanchez, kekuatan Inter akan semakin besar Kehadirannya pun tentu membuat pelatih Antonio Conte semakin senang, meski masih belum tentu apakah Sanchez sudah bisa tampil akhir pekan ini ketika Inter tandang lawan Cagliari. Conte sudah lama mengincar Sanchez bahkan ketika bintang ini meninggalkan Udinese untuk bergabung ke Barcelona yang saat itu di bawah kepelatihan Josep Guardiola.

Di sisi lain, Conte mendapatkan dua pemain baru yang sudah mengenal di lini depan setelah sebelumnya berhasil mendatangkan Romelu Lukaku. Baik Sanchez dan Lukaku sudah saling mengenal ketika keduanya di MU. Sanchez, Lukaku, dan Lautaro Martinez, bakal memberikan kekuatan baru untuk lini depan Inter. Agresivitas yang tinggi menjadi faktor yang bakal terlihat dari tim Inter saat ini.

Tampaknya ini bagian dari “Efek Dinamit” yang diinginkan Conte untuk memenangkan Scudetto. Ya, Conte akhirnya memiliki lini serang yang komplet seperti yang diinginkan sepanjang musim panas ini: dua penyerang kelas satu yang dapat menambahkan Lautaro. Dengan Lukaku dan Sanchez, perbedaan Inter dengan Juventus dan Napoli semakin berkurang. Kini, tifosi Inter semakin optimistis bahwa tim kebanggaan mereka bisa juara.

Sukses mendapatkan Sanchez tidak terlepas dari peran CEO Inter, Giuseppe Marotta dan Direktur Olahraga Piero Ausilio. “Apakah kami akan menyambutnya dengan spesial? Untuk saat ini kami berharap dia beruntung,” kata Marotta, sehari sebelum kesepakatan antara MU dan Inter tercapai. “Namun, kami yakin dia akan membuat kami semakin kuat. Sanchez pemain yang memiliki kemampuan besar dan dia masih memilikinya,” Marotta menambahkan.

Momen terbaik dalam kariernya dari sisi produktivitas terjadi pada musim penuh terakhirnya bersama Arsenal pada 2016/17. Ketika itu, Sanchez mampu mencetak 24 gol dalam Liga Primer. Dari 24 gol tersebut, 22 di antaranya diciptakan Sanchez ketika dirinya diturunkan sebagai penyerang. Namun, semua itu seolah lenyap begitu dirinya bergabung ke MU. Sepanjang kariernya di Arsenal (empat musim), rata-rata Sanchez mampu melepaskan 3,6 tembakan per pertandingan. Tapi, statistik tersebut merosot tajam di MU.


Baca Juga :
- AC Milan Siap Kontak Real Madrid untuk Pinjam Luka Jovic
- Icardi Pilih Juve Tapi Dihalangi Inter

“Dia justru berada di tim yang ketika itu memiliki konsep permainan lebih bertahan,” kata mantan pemain Arsenal dan MU, Robin Van Persie, ketika mengomentar karier Sanchez, awal Agustus ini. Pelatih MU ketika itu, Jose Mourinho memang memiliki filosofi strategi tim yang lebih kuat dalam bertahan. Dengan demikian, situasi tersebut menyulitkan Sanchez untuk membebaskan dirinya dalam mengeksplorasi kemampuannya.

Karena itu, Sanchez berharap dengan bergabung ke Inter, dia dapat memperlihatkan kembali kemampuan terbaiknya. Posisi terbaik Sanchez adalah di sayap, baik itu sayap kanan atau kiri. Dari sana, dia akan memulai aksinya, baik memberikan umpan, atau melakukan tekanan sendiri. Sanchez memiliki kemampuan yang luar biasa dalam menggiring bola. Tapi, dengan pola 3-5-2, tentu ada aspek bertahan yang juga harus dilakukan Sanchez jika ingin sukses di bawah kepelatihan Conte.*Dari Berbagai Sumber
 

loading...

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA