#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Setelah Lebih dari Satu Abad, Perjalanan Bury Harus Berakhir Tragis
29 August 2019 14:31 WIB
BURY – Bury FC akhirnya dikeluarkan oleh Badan Liga Sepak Bola Inggris (EFL) dari kompetisi profesional negara tersebut. Ini menyusul kegagalan klub Divisi Tiga (League One) itu menemukan investor baru hingga tenggat yang ditetapkan, yakni Selasa (27/8) lalu. The Shakers dinyatakan pailit akibat masalah finansial berkepanjangan.

Pada saat yang sama, EFL memberikan waktu 14 hari kepada Bolton Wanderers FC untuk mengamankan masa depannya. The Trotters akan bernasib sama jika gagal mencapai kesepakatan dengan calon pembeli. Seperti hal Bury, mereka pun memiliki problem finansial dan di ambang kebangkrutan.

Jelang Selasa  tengah malam lalu, EFL mengumumkan The Shakers, dua kali juara Piala FA, menjadi klub pertama yang dilikuidasi sejak Maidstone United FC pada 1992 yang dikeluarkan dari kompetisi profesional Inggris. League One kini akan diikuti 23 klub hingga akhir musim, dan hanya tiga tim yang terdegradasi.


Baca Juga :
- Sheffield Siapkan Serangan Balik
- Perjudian Pelatih Everton Membuahkan Hasil

Bury telah diberikan waktu hingga pukul 17.00 waktu setempat untuk menunjukkan bahwa, di bawah pemilik kontroversial Steve Dale, mereka punya dana untuk melunasi semua utang sekaligus mendanai perjalanan tim musim ini. Opsi lain adalah menyelesaikan penjualan klub kepada pihak C&N Sporting Risk Group.

Namun kesepakatan itu gagal tercapai 90 menit sebelum tenggah yang ditetapkan. Dan, setelah rapat dewan yang panjang dan meski ada sekitar tujuh tawaran yang datang jelang deadline, Bury yang telah berdiri 134 tahun itu harus menerima kenyataan pahit, perjalanan panjang mereka di kompetisi profesional Inggris berakhir tragis.

Padahal The Shakers baru promosi dari League Two 2018/19. Mereka belum melakoni satu laga pun musim ini. Terkait keputusan berat ini, EFL mengatakan pihaknya tidak dapat membuat penundaan lebih lanjut ke daftar jadwal kompetisi kepada Bury. Bahwa integritas kompetisi merupakan faktor penting dalam keputusan itu.

Debbie Jevans CBE, Ketua Eksekutif EFL, mengumumkan kabar itu pada pukul 23.05 malam. "Hari ini adalah salah satu periode tergelap dalam sejarah sepak bola Inggris. EFL telah bekerja keras untuk menghindari hasil ini dan dengan berat hati keputusan harus dibuat demi integritas kompetisi.”

Jevans melanjutkan penjelasnnya, “Saya tahu ini sangat mengecewakan pemain, staf, fan Bury, dan komunitas sepak bola Inggris. Tak ada yang ingin berada di posisi ini, tetapi mengingat tenggat waktu, penangguhan lima laga, di samping tidak ada bukti yang kami butuhkan terkait kepastian finansial dan pengambilalihan klub, EFL dipaksa mengambil keputusan sulit, mengeluarkan Bury dari kompetisi.”


Baca Juga :
- Pemain Spurs Mendukung Pochettino
- Tottenham Masih Suram

Bury berjuang mengatasi problem keuangan selama beberapa tahun terakhir. Lalu, Dale datang mengambil alah pada Desember 2018 dengan tujuan menyelamatkan klub dari kebangkrutan. Namun masalah klub ternyata lebih parah dari yang dibayangkannya. Ia menyerah dan menjual kepemilikan The Shakers sejak April lalu.  

Di sisi lain, Bolton, yang juga menghadapi ancaman serupa, mendapatkan tambahan 14 hari lagi untuk menyelesaikan pengambilalihan klub dengan pihak Football Ventures. Dalam pernyataan terpisah, EFL menangguhkan penarikan keanggotaan The Trotters dari kompetisi. Klub League One itu sendiri telah dinyatakan pailit sejak Mei.*NURUL IKA HIDAYATI

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA