#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
news
Derbi Krusial
31 August 2019 12:02 WIB
LONDON – The Big Kane. Hanya Harry Kane yang kini masih aktif dalam daftar pencetak gol terbanyak sepanjang masa Liga Primer. Dengan 127 gol yang telah ditorehkannya sepanjang tampil dalam kompetisi ini, termasuk dua gol yang diciptakan penyerang 26 tahun ini ke gawang Aston Villa dalam pekan pertama, penyerang Tottenham Hotspur tersebut membutuhkan 22 gol lagi untuk masuk dalam daftar 10 besar pencetak gol terbanyak tersebut.

Saat ini, Kane ada di peringkat ke-14 dan musim ini dia berpeluang untuk masuk dalam 10 terbaik mesin gol di ajang ini. Meraih 22 gol pada musim ini target yang bisa diwujudkan bagi penyerang yang rata-rata per musim menorehkan 20 gol di Liga Primer. Hanya musim lalu, memang, produktivitas kapten timnas Inggris ini menurun ketika dia mengakhiri 2018/19 dengan 17 gol.

Kini, Kane semakin ambisius. Gol memang bukan harapan paling besar melainkan trofi. Meski demikian, keinginan tersebut semakin berpeluang diwujudkan jika dirinya mampu menorehkan banyak gol sepanjang musim ini. Di sisi lain, Kane berharap menyongsong laga kualifikasi Piala Eropa bersama timnas Inggris dengan hasil yang positif bersama klubnya.


Baca Juga :
- Liga Inggris Dominasi, Barcelona 9, Madrid 8 Pemain
- Fenomena Kata Kunci Streaming Liga Inggris di Mesin Pencari

“Anda tidak pernah menginginkan bergabung ke timnas dengan kekalahan dan imbang di klub,” kata Kane. “Dan, tentu saja, derby adalah pertandingan besar. Jika kami meraih kemenangan, hasil tersebut akan membuat empat pertandingan awal kami di Liga Primer jauh lebih baik,” dia menambahkan. Derby London Utara lawan Arsenal, Minggu (1/9), menjadi laga yang sangat penting untuk Tottenham sebelum menyongsong jeda kompetisi karena pertandingan timnas.

Seperti Arsenal, Tottenham datang ke Stadion Emirates setelah pekan lalu takluk 0-1 dari Newcastle United. Kekalahan tersebut membuat Tottenham tidak pernah menang dalam dua laga terakhir Liga Primer setelah sebelumnya imbang 2-2 lawan Mancester City. Padahal, pasukan Mauricio Pochettino ini membuka musim ini dengan hasil positif ketika menaklukkan Villa. Spurs kini ada di posisi ketujuh dengan hanya meraih empat poin dari tiga laga sejauh ini.

Meski baru tiga laga bergulir tapi dengan hanya meraih satu kemenangan, Spurs tampak terlihat tertinggal dari dua klub kuat: Manchester City dan Liverpool.

“Kami tahu bahwa pertandingan nanti tidak akan mudah. Karena itulah kami harus mempersiapkannya dengan baik,” kata Kane lagi. Faktanya, Tottenham memang selalu mengalami kesulitan setiap kali tandang lawan Arsenal. Kali terakhir Spurs menang di Emirates terjadi pada November 2010 lalu. Setelah itu, Tottenham mengalami lima kekalahan dan tiga kali imbang, termasuk kekalahan 2-4 pada musim lalu.

Tapi, walau Spurs kerap gagal memetik poin penuh di Emirates, Kane memiliki rapor yang bagus setiap kali tampil dalam laga derby London ini. Dalam enam laga menghadapi Arsenal, Kane total juga mencetak sembilan gol. Dengan demikian, dia membutuhkan satu gol lagi untuk menyamai pencapaian mantan bintang Spurs, Emmanuel Adebayor dan Bobby Smith yang banyak mencetak gol lawan Arsenal dalma laga derby.

Salah satu momen spesial justru dalam derby pertamanya menghadapi The Gunners. Pada 2015 itu, dia menorehkan dua gol yang membuat timnya menang 2-1 pada laga kandang. “Itu momen yang spesial. Namun, memori paling penting bagi saya hanyalah kemenangan. Kapanpun kami dapat mengalahkan mereka, itu merupakan pencapaian yang spesial,” kata Kane lagi.

Ambisi Emery
Sosok Kane pula yang membuat Emery mewaspadai penyerang tersebut. Laga ini juga menjadi sangat penting bagi The Gunners setelah pekan lalu mereka pun takluk 1-3 dari Liverpool. “Kane adalah pemain besar dan dia bintangnya Tottenham. Kami memiliki pemain besar di pertahanan yang juga bisa menghentikannya,” kata Emery, dengan nada optimistis.


Baca Juga :
- Menguji Ceballos
- El Mago City

Jika Spurs akan mengandalkan Kane sebagai satu-satunya penyerang dalam pola 4-2-3-1, Arsenal kemungkinan akan menurunkan tiga pemain depannya: Emeric Aubameyang, Nicolas Pepe, dan Alexandre Lacazette. Musim lalu, Emery pun sempat menurunkan Auba dan Lacazette dalam satu pertandingan sebagai starter. Kini, fan The Gunners berharap melihat aksi trio lini depan saat menjamu Tottenham.

“Ya, saya kira mereka dapat bermain bersama-sama. Tapi, itu akan tergantung dari kondisi dan taktik yang akan kami terapkan,” kata Emery. Aubameyang yang biasanya bermain sebagai penyerang kemungkinan bakal ditempatkan sebagai penyerang sayap kiri jika menggunakan pola tiga penyerang ini. Lacazette yang akan menjadi penyerang tengah sedangkan Pepe di sayap kanan. Saat ini, Emery masih mencoba melihat kemungkinan apakah dapat menurunkan Lacazette yang memang baru sembuh dari cedera.*Irfan Sudrajat

loading...

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA