#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
news
Ironisnya Lini Depan dan Lini Belakang Arema FC
04 September 2019 14:32 WIB
MALANG – Pelatih Arema FC Milomir Seslija layak membusungkan dada hingga tuntasnya 16 laga putaran pertama Liga 1 2019. Tidak hanya mampu melewati target masuk enam besar klasemen sementara, Arema bahkan kini berada pada urutan keempat. Singo Edan juga jadi tim paling produktif, 33 gol di bawah Tira Persikabo (38 gol).

“Kans juara masih terbuka, tapi kami lebih dulu kejar posisi kedua pada putaran kedua nanti. Sebab untuk juara, poin terlalu jauh dengan Bali United. Kami kehilangan lima poin di kandang yang seharusnya bisa dapat sempurna. Ada empat poin lepas di luar kandang,” kata Milo, sapaan Seslija, Selasa (3/9).

Di sisi lain, gawang Singo Edan sudah kebobolan 25 gol atau kebobolan terbanyak keenam bersama Persib Bandung. Di atasnya ada Barito Putera (33 gol), Perseru Badak Lampung (32), Kalteng Putra (30), Persela Lamongan (28), dan Tira Persikabo (26).


Baca Juga :
- Paling Lambat April 2020 Arema FC Akan Melantai di Bursa Efek Indonesia
- Alasan Pelatih Arema FC Soal Kekalahan Telak dari Persib

Mantan kiper Arema era Liga Indonesia 1996-1998, Dwi “Kirun” Sasmianto mengakui kekuatan Singo Edan jauh berbeda dibanding dua musim sebelumnya (2017 dan 2018). Jauh lebih mengutamakan agresivitas dan tidak terlalu defensif. Di bawah kendali pelatih asal Bosnia Herzegovina itu Arema memeragakan permainan ultra offensive.

“Dalam 16 laga Arema memasukkan 33 gol itu relatif istimewa. Coach Milo cenderung lebih mengoptimalkan gaya sepak bola menyerang, baik bermain di kandang atau tandang. Mereka sangat agresif,” Dwi mengungkapkan.

Hanya saja, dijelaskan Dwi, dengan tidak terlalu defensif, justru lini pertahanan dan sektor penjaga gawang sedikit kurang diperhatikan. Mudah membobol gawang lawan, tapi sama mudahnya kebobolan.

“Saya pikir sampai kebobolan 25 gol itu juga kesalahan penjaga gawang. Harus ada pressing ketat ke mana pun pemain lawan bergerak, jangan berikan keleluasan. Putaran kedua nanti, tim harus ada perbaikan sistem pertahanan,” Dwi menegaskan.

Materi lini pertahanan Arema sejatinya tidak terlau buruk, kalau boleh dikatakan sangat komplet. Sebut saja Agil Munawar, Arthur Cunha da Rocha, Hamka Hamzah, Alfin Ismail Tausalamony, dan Johan Ahmad Alfarizi. Di bawah mistar gawang dengan Kurniawan Kartika Ajie, Utam Rusdiuana, dan M. Sandy Firmansyah.

Senada juga diungkapkan mantan bek tengah Arema Claudio de Jesus  yang lebih menyoroti sistem pertahanan mantan timnya. Pemain asal Brasil yang kini menetap di Malang itu sangat berharap lini pertahanan Singo Edan lebih bisa ditingkatkan dalam mem-pressure dan memberikan tekanan penyerang lawan.


Baca Juga :
- Arema FC Menang Meyakinkan Atas Madura United
- Arema FC dan Madura United Sama-sama Pincang

Komposisi tim Arema saat ini bagus dan semua lini diisi pemain-pemain yang menjanjikan kualitasnya. Mereka bisa cetak banyak gol, 33. Masalahnya menurut Claudio hanya satu, tim ini mudah sekali kebobolan, ada 25 gol. Bukan salah kiper atau materi beknya. Melainkan ada yang tidak pas dengan pola pertahanan yang dijalankan.

“Mereka terlalu longgar memberikan kesempatan pemain lawan bebas masuk dan melakukan shooting. Pemain harus lebih rajin melakukan covering guna meminimalisasi ruang kosong agar pemain lawan sulit masuk,” Claudio menuturkan.*Noval Luthfianto

loading...

BERITA TERKAIT

news
Nyaman di Harian TopSkor, Mantap di TopSkor.id
Total Komentar 0
Tulis Komentar +
news
ARTIKEL SEBELUMNYA