#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Eriksen Terpaksa Bertahan di London Utara
04 September 2019 15:11 WIB
LONDON - Christian Eriksen tak pernah menyesal berbicara jujur terkait keinginannya meninggalkan Tottenham Hotspur FC. Tetapi gelandang serang asal Denmark itu juga tidak menutupi kekecewaannya karena harapannya gagal terwujud. Kini sang pemain terpaksa tetap bertahan di London Utara, setidaknya sampai Januari 2020, saat bursa transfer musim dingin dibuka.

Eriksen, 27 tahun, mengakui pada Juni lalu bahwa dirinya ingin menjajal tantangan baru setelah enam tahun membela Tottenham. Bak gayung bersambut, pernyataannya tersebut menuai respons dari klub-klub elite Eropa seperti Real Madrid CF, Juventus FC, dan Paris Saint-Germain FC (PSG). Sayangnya, tidak ada negosiasi resmi yang terjadi hingga hari terakhir jendela transfer Benua Biru, Senin (2/9) malam.

“Inilah sepak bola, Anda tak pernah tahu apa yang akan terjadi dan banyak faktor selalu ikut bermain. Saya berharap bisa memutuskan masa depan seperti dalam (game) Football Manager. Namun kenyataannya tidak bisa seperti itu,” kata Eriksen. “Saya tak banyak membaca apa yang ditulis media. Setiap tahun selalu ada rumor terkait karier saya, walau tahun ini lebih intens karena kontrak saya akan berakhir.”


Baca Juga :
- Pemain Spurs Mendukung Pochettino
- Vorm Balik Kandang ke Tottenham

Sang playmaker telah melakoni 281 laga bersama Spurs, mencetak 67 gol dan 86 assist, sejak didatangkan dari AFC Ajax pada musim panas 2013. Kontrak Eriksen di London Utara akan berakhir 30 Juni 2020. Artinya, dia bebas melakukan negosiasi prakontrak dengan klub manapun mulai Januari tahun depan. Meski begitu, pihak Tottenham masih berusaha meyakinkannya untuk menandatangani proposal baru..

Pada jumpa pers sebelum derbi melawan Arsenal FC, pelatih Spurs Mauricio Pochettino mengatakan bahwa Sabtu (31/8) adalah hari penentuan masa depan Eriksen. Kecuali ada tawaran yang logis, ia meyakini tidak akan ada waktu untuk menyelesaikan kesepakatan terkait salah satu bintangnya itu dengan klub lain sebelum bursa transfer tutup. Untuk saat ini, Pochettino bisa bernapas lega.

“Hal positifnya adalah, sekarang, Christian (Eriksen) tetap bertahan. Nantinya, kami akan tahu apakah dia mau melanjutkan komitmennya di sini atau tidak. Itu yang paling penting," ujar Pochettino.

Eriksen baru tampil penuh dalam dua dari empat laga awal Tottenham di Liga Primer 2019/20. Pochettino dikritik karena tidak memainkan playmaker-nya tersebut sebagai starter secara reguler. Namun, sang pelatih mengklaim suporter Spurs perlu percaya bahwa dirinyaa punya alasan membangkucadangkan Eriksen saat melawan Aston Villa FC dan Newcastle United FC.

“Dalam situasi ini, ada banyak hal yang terjadi yang saya tidak bisa terjemahkan kepada suporter kami. Satu-satunya jalan adalah tetap percayai keputusan dan penilaian kami. Meski semuanya tak selalu memberikan hasil akhir yang memuaskan,” kata Pochettino.

Korban Taktik

Seperti Eriksen, Jan Vertonghen juga mengungkapkan kekecewaannya. Bek asal Belgia itu membuat penampilan pertamanya pada 2019/20 saat imbang 2-2 dengan Arsenal di Emirates, setelah melewatkan tiga pertandingan awal karena dianggap belum fit sepenuhnya usai libur musim panas. Tetapi Vertonghen justru merasa dirinya menjadi korban taktik sang pelatih.


Baca Juga :
- Hugo Lloris Cedera, Tottenham Tandatangani Kiper Pengganti, tapi Masih Wajah Lama
- Performa Kane Belum Memenuhi Standar Musim Ini

Sebelumnya, Pochettino menegakan tak punya masalah dengan Vertonghen, yang kontraknya akan habis Juni 2020, walau tak memainkannya menghadapi Aston Villa, Manchester City FC, dan Newcastle. “Saya senang bisa kembali,” kata Vertonghen usai laga di Emirates. “Pelatiih mengatakan saat melawan Villa adalah faktor taktik. Mungkin dua laga berikutnya juga begitu. Sebagai pemain saya menghormati keputusannya.”

Namun pemain 32 tahun itu merasa sangat fit sejak pramusim. Ia bahkan tak pernah melewatkan satu sesi pun selama periode tersebut. Vertonghen, yang membuat 286 penampilan di semua ajang untuk Spurs sejak 2012, mengecam kegagalan Spurs menjaga keunggulan 2-0 lawan Arsenal. Kini mereka melorot di urutan kesembilan Liga Primer dengan lima poin. “Seharusnya kami bisa menang,” ujarnya.***NURUL IKA HIDAYATI

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA