#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
news
Tim Oranye Tak Lagi Memiliki Striker Mematikan
05 September 2019 15:15 WIB
AMSTERDAM - Pemanggilan Justin Kluivert oleh pelatih tim nasional Belanda Ronald Koeman, sedikit dipertanyakan. Putra striker legendaris Belanda, Patrick Kulivert, itu dipanggil untuk menggantikan winger Steven Bergwijn yang mengalami cedera saat membela PSV Eindhoven di Eredivisie, akhir pekan lalu.

“Cukup mengejutkan saya dipanggil. Setelah meninggalkan AFC Ajax ke AS Roma, musim panas tahun lalu, saya merasa lebih kuat dan matang. Saya mampu membuat lebih banyak assist dan gol,” ucap Justin, 20 tahun, yang baru dua kali diturunkan bersama tim senior Belanda di laga uji coba.

Sekilas, tidak ada yang aneh dengan pemanggilan Justin. Posisi bermainnya sama persis dengan Bergwijn, sayap kiri. Namun, Koeman sepertinya lupa bila saat ini Tim Oranye tidak memiliki striker haus gol.     


Baca Juga :
- Striker Muda MU Ini Kembali Tajam
- Prancis Meningkat dari Sisi Teknik

Untuk dua pertandingan tandang Grup C kualifikasi Piala Eropa 2020, melawan Jerman pada Jumat (6/9) dan Estonia pada Senin (9/9), Koeman hanya memiliki dua striker murni, Luuk De Jong dan Donyell Malen. De Jong sudah 29 tahun dan baru mencetak empat gol dalam 19 kali dimainkan. Bahkan, gol terakhir striker yang kini memperkuat Sevilla CF itu dibuat hanya di laga uji coba melawan Rumania, 14 November 2017. Malen bahkan belum pernah dimainkan sama sekali.

Saat ini, mesin gol Belanda adalah Memphis Depay yang berposisi natural sayap kiri. Penyerang Olympique Lyonnais itu sudah mencetak tiga gol di kualifikasi Piala Eropa 2020. Belanda terbilang produktif karena sudah mencetak enam gol dalam dua pertandingan. Namun, tiga gol lainnya justru dibuat oleh bek (Virgil Van Dijk dan Matthijs De Ligt) dan gelandang (Georginio Wijnaldum).

Untuk mengatasi krisis striker ini, Koeman sejatinya tidak boleh melupakan Klaas-Jan Huntelaar. Striker Ajax itu memang sudah 36 tahun. Namun ia masih mampu bermain sangat efektif. Di Eredivisie musim ini, ia sudah mencetak tiga gol dalam tiga kali dimainkan selama 85 menit. Itu berarti, Huntelaar mampu mencetak satu gol setiap 28 menit. Koeman juga tidak bisa mengabaikan Huntelaar yang mampu mencetak 42 gol hanya dalam 76 pertandingan antara 2006-2015.   

Belanda pernah terkenal karena sederet penyerang kelas dunianya. Pada akhir 1980-an, Tim Oranye memiliki duet Marco Van Basten dan Ruud Gullit yang merebut Piala Eropa 1988, satu-satunya trofi bergengsi yang mampu mereka rebut hingga saat ini.

Pada Piala Eropa 1992, Dennis Bergkamp mencuat. Lalu, Kluivert menjadi tandem Bergkamp pada akhir 1990-an. Pada era 1990-an, Belanda masih memiliki striker sekelas Pierre Van Hooijdonk dan Jimmy Floyd Hasselbaink. Keduanya bersama Bergkamp dan Kluivert ikut mengantar Belanda sampai ke semifinal Piala Dunia 1998.

Setelah Bergkamp pensiun usai Piala Eropa 2000, muncul nama Ruud Van Nistelrooy. Sayangnya, kendati didukung Kluivert, Hasselbaink, dan Van Hooijdonk, Van Nistelrooy tidak mampu membawa Belanda lolos ke Piala Dunia 2002. Memang sempat ada nama Roy Makaay, peraih Sepatu Emas Eropa 2003. Tetapi, ia tidak banyak mendapatkan kesempatan bermain di timnas Belanda.

Nama Van Nistelrooy kian terpuruk setelah berselisih dengan Van Basten, pelatih Belanda, di Piala Dunia 2006. Ia tidak lagi berseragam Oranye sejak Piala Eropa 2008.


Baca Juga :
- Sterling Penyerang Terbaik Eropa saat Ini
- Bir dan Nyanyian di Sauna

Berikutnya muncul generasi Robin Van Persie, Dirk Kuyt, dan Huntelaar. Bersama dua winger top, Arjen Robben dan Wesley Sneijder, Belanda mampu lolos ke final Piala Dunia untuk kali ketiga pada 2010. Kini, Koeman masih kesulitan mencari pengganti sekelas Van Persie, Kuyt, dan Huntelaar.*TRI CAHYO NUGROHO DARI BERBAGAI SUMBER 

 

loading...

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA