#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
news
Kegemukan Juve Jadi Bumerang
06 September 2019 15:06 WIB
TURIN – Skuat yang terlalu gemuk sudah diprediksi bakal jadi masalah buat Juventus FC musim ini. Dan benar saja, kompetisi baru dimulai, polemik muncul dari daftar skuat Liga Champions. Emre Can mengaku kecewa ketika diberi tahu namanya tak masuk tim I Bianconeri menuju kasta elite Eropa. Jika tak disikapi dengan benar, situasi ini bisa mempengaruhi performa pasukan Maurizio Sarri.

Jaminan tampil di Liga Champions adalah hal yang membuat Can rela menolak bujukan FC Bayern Muenchen, Paris Saint-Germain, dan FC Barcelona untuk bertahan di Turin. Namun, alih-alih jadi andalan, gelandang internasional Jerman itu malah mendapati dirinya bakal absen hingga musim dingin nanti. “Janji berbeda dengan sepekan lalu. Mereka bahkan hanya memberi penjelasan kurang dari semenit,” kata Can.

Pemberitahuan dicoretnya Can, juga Giorgio Chiellini dan Mario Mandzukic, disampaikan langsung oleh Sarri via telepon. Ini sebenarnya hal yang tidak nyaman buat sang pelatih. Bahkan sempat membuatnya marah kepada petinggi Juve. Sarri sudah menganjurkan kepada klub untuk melego Can dan beberapa pemain lain pada musim panas. Tapi ketidakmampuan mereka membuat allenatore 60 tahun itu berada dalam posisi sulit.


Baca Juga :
- Reaksi Antonio Conte Usai Inter Dikalahkan Barcelona dan Tersingkir dari Liga Champions
- Update Tim yang Sudah Lolos ke 16 Besar Liga Champions

Sekarang, patut ditunggu bagaimana langkah Juve dan Sarri selanjutnya. Mungkin setelah jeda internasional akan ada pertemuan antara semua pihak untuk mencari jalan keluar. Buat meredakan ketegangan sementara, ada pernyataan dari Can lewat media sosial. “Saya akan selalu berutang kepada Juve, dan bagaimana mereka mendukung saya selama periode sulit. Demi kepentingan semua, saya akan berhenti bicara dan fokus di lapangan,” ujarnya.

Gemuknya skuat Juve memang sebuah pisau bermata dua. Di satu sisi, Sarri bisa membagi timnya jadi pasukan sama kuat, memudahkan rotasi buat banyak kompetisi. Namun, di sisi lain, ada risiko meninggalkan pemain berkualitas di bangku cadangan.

Seperti yang terlihat dalam dua pekan pembuka Seri A, di mana Juve menurunkan tim nyaris identik dan menyisakan banyak nama besar sebagai pengganti. Jika disusun, bangku cadangan I Bianconeri bisa membentuk tim tak kalah menakutkan dengan pola 4-3-3: Gianluigi Buffon; Juan Cuadrado, Merih Demiral, Daniele Rugani, Danilo; Can, Rodrigo Bentancur, Adrien Rabiot; Aaron Ramsey, Paulo Dybala, Federico Bernardeschi.

Kasus Can merupakan sinyal awal bahwa Sarri mesti jeli dalam memanfaatkan kedalaman skuatnya. Jika di tim lain ada perbedaan antara 14-15 pemain inti dengan pelapis, Juve tak demikian. Hampir semua nama yang ada bisa turun sebagai starter dan melakukan tugas dengan baik. Jadi, ketika ada pemain yang merasa terabaikan, itu bisa jadi pemicu ketidakharmonisan.


Baca Juga :
- Update Hasil dan Klasemen Liga Champions, Rabu Dini Hari WIB
- Juara Liga Champions Masih Mimpi Buat PSG

Ketika Liga Champions bergulir nanti, Sarri mungkin bisa melakukan lebih banyak rotasi dalam susunan starter. Ini bukan cuma untuk memuaskan ego pemain, tapi juga berguna buat menjaga level kompetitif skuat. Dia bisa memilih pemain yang memiliki kondisi lebih prima dan sesuai dengan kebutuhan taktik. Jika dimanfaatkan, kegemukan skuat adalah senjata Juve yang jarang dimiliki tim lain.

Namun, Sarri mesti pandai menyikapi para pemain juara. Mulai dari Paulo Dybala dan Mario Mandzukic yang kalah saing dengan Gonzalo Higuain, sampai Can, Ramsey, atau Rabiot yang sejauh ini masih terpinggirkan oleh Miralem Pjanic, Sami Khedira, dan Blaise Matuidi. Sang pelatih harus bisa memastikan semua pemain bakal punya kontribusi sampai akhir kompetisi. Jika tidak, jalan selanjutnya adalah mercato Januari.*** Dari berbagai sumber

loading...

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA