#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
news
Papu Lambat di Awal
06 September 2019 15:35 WIB
BERGAMO – Gagal mencetak gol buat Atalanta BC dalam dua laga pembuka Seri A tidak menimbulkan kekhawatiran bagi Alejandro Gomez. Faktanya, dalam empat musim terakhir, penyerang asal Argentina itu memang selalu mengalami awal yang lambat. Namun, sekalinya menemukan irama, pria yang akrab disapa Papu itu akan jadi mimpi buruk bagi pertahanan lawan.

Ambil contoh musim 2016/17. Papu tak mampu merobek gawang atau memberi umpan buat rekannya dalam lima laga pertama di Seri A. Gol baru lahir dalam kemenangan 3-1 di markas FC Crotone, akhir September. Namun, pada akhirnya, kapten Atalanta itu menyelesaikan kompetisi dengan 37 penampilan, 16 gol dan 10 assist—statistik terbaik dalam kariernya.

Inilah yang patut dicermati dalam karakter Gomez. Perannya bukan sekedar mencetak gol atau membuka peluang. Lebih dari itu, pria 31 tahun itu adalah sosok yang selalu terlibat dalam membangun permainan, selalu mampu memberi kontribusi di manapun ditempatkan. Ketika tidak menciptakan gol, bukan berarti dia tampil buruk.


Baca Juga :
- Juara Liga Champions Masih Mimpi Buat PSG
- Jadwal Siaran Langsung Liga Champions, Rabu dan Kamis Dini Hari WIB

Dua laga yang sudah dilalui bisa dijadikan acuan. Saat melawan SPAL 2013, Gomez memulai sebagai tandem Duvan Zapata di lini depan. Dia tampil cukup baik dengan beberapa peluang, namun kondisi tertinggal cepat di kandang lawan membuat pelatih Gian Piero Gasperini mesti melakukan penyesuaian. Ketika Luis Muriel masuk dari bangku cadangan, Gomez bergeser lebih ke kiri dengan tugas menyuplai bola matang. Hasilnya, salah satu berhasil diubah eks pesepak bola ACF Fiorentina itu jadi gol. Alhasil, Atalanta berbalik menang 3-2.


Baca Juga :
- Kemenangan Jadi Harga Mati Chelsea
- Statistik Kiper Utama Chelsea Ini Bikin Waswas

Menjamu Torino, Gomez ditugaskan jadi trequartista untuk menopang duet Zapata-Josip Ilicic. Penampilannya lagi-lagi mengesankan, lewat sebuah assist kepada striker asal Kolombia itu,  Atalanta mampu unggul 2-1. Sayang, organisasi tim yang kurang solid membuat Torino FC bisa berbalik unggul dengan cepat. Pada momen inilah Gomez dikorbankan oleh Gasperini. Dia digantikan Ruslan Malinovsky demi lini tengah yang lebih seimbang.

Jadi, gol bukanlah ukuran bagi Gomez. Meski tak ada di papan skor, dia selalu mampu menyumbangkan sesuatu buat Atalanta. Memang, belum terlalu maksimal mengingat ini baru awal kompetisi. Setelah jeda internasional, Papu diharapkan sudah jauh lebih fit dan kompetitif di lapangan. Ada lawatan ke kandang Genoa CFC sebelum memulai petualangan Liga Europa melawan GNK Dinamo Zagreb. Kapten tim siap memperlihatkan performa yang lebih brilian, dari segi kreativitas maupun ketajaman.*

loading...

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA