#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
news
Salah Memang Harus Egois
06 September 2019 14:45 WIB
LIVERPOOL – Aksi individualis Mohamed Salah saat Liverpool FC menghantam tuan rumah Burnley FC, 3-0, akhir pekan lalu, sempat mengundang polemik. Winger asal Mesir itu dinilai egois karena memilih menendang sendiri bola ke gawang Burnley meskipun rekannya, Sadio Mane, berdiri lebih bebas.
Semua tahu, tembakan Salah melebar. Mane yang kecewa akibat sikap egois Salah, melampiaskannya secara emosional di bangku cadangan. Publik pun terbelah. Sebagian membela keputusan Salah untuk mencoba bikin gol. Maklum, pemain 27 tahun ini memang belum menyumbang gol lagi sejak ke gawang Arsenal pada 24 Agustus.

Di sisi lain, ada juga yang menyayangkan dengan membela Mane. Pasalnya, andai bola diberi kepada Mane hingga gol bakal mendongkrak selisih gol Liverpool dengan Manchester City.

Hingga pekan keempat ini, Liverpool memimpin dengan 12 poin diikuti Man. City (10 poin).  Hanya, skuat asuhan Juergen Klopp kalah selisih gol akibat baru mengemas 12 gol dengan kebobolan tiga kali (+9). Pada saat yang sama, Man. City surplus 11 gol berkat 14 kali menjebol gawang lawan dan hanya tiga kemasukan.


Baca Juga :
- Gol Keren Moh Salah Bikin Crouch dan Owen Gelengkan Kepala
- Benitez Beberkan Cara Mengalahkan Liverpool

Nah, andai Mane menciptakan gol lagi hingga Liverpool menang 4-0 atas Burnley, jelas memangkas selisih gol dengan Man. City. Sebab, dalam regulasi, jika kedua tim memiliki nilai sama, selisih gol sangat berpengaruh untuk menentukan peringkat.

“Pemain harus bisa membuat keputusan. Mengoper bola, atau jangan,” kata Klopp terkait situasi yang dialami Salah. “Apa yang Anda lakukan tergantung pada situasi. Kami akan membiarkannya (Salah) 100 persen karena sedang menang 3-0. Dalam sepekan, saya tidak berpikir akan membicarakannya lagi.”    

Secara tidak langsung, pelatih asal Jerman itu memaklumi sikap egois Salah yang ingin mencetak gol. Faktanya, Salah memang memberi kontribusi yang signifikan bagi Liverpool sejak didatangkan dari AS Roma pada 22 Juni 2017. Dalam periode itu, Salah menyumbang 57 gol dari 78 pertandingan di Liga Primer.

Di antara trisula Liverpool di lini depan yang meliputi Mane dan Firmino, jelas Salah lebih unggul. Baik dari segi gol dan lainnya seperti menciptakan peluang. Salah sudah melakukannya hingga 77 kali sejak musim lalu yang melampaui Mane (55) dan Firmino (46).

Yang menarik, Salah juga memiliki hubungan harmonis dengan Mane. Mereka berbagi peluang hingga 40 kali. Mane memberikan kepada Salah hingga 23 kali dan Salah membalas budinya dalam 17 kesempatan. Sementara, kombinasi Salah dan Firmino tidak jauh beda dengan 38 kali.  


Baca Juga :
- Liverpool Penguasa Big Seven
- Salah Simpan Ambisi Kejar Pencapaian Legenda Man. City

Salah mengolah peluang dari Firmino 21 kali dan dibalas dengan 17 kali ke Firmino. Justru, kolaborasi Firmino dan Mane yang kurang efektif. Mereka hanya 20 kali terlibat yang setengah dari Salah-Mane. Ini bukti, produktivitas Liverpool kian bertambah jika Salah terlibat.***CHOIRUL HUDA DARI BERBAGAI SUMBER

 

loading...

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA