#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Status Jago Kandang Everton Bisa Berlanjut
06 September 2019 13:43 WIB
LIVERPOOL - Everton FC bisa mempertahankan status sebagai tim jago kandang di Liga Primer musim ini. Stadion Goodison Park seolah sudah berubah bentuk menjadi benteng bagi The Toffees dalam dua musim terakhir Liga Primer.

Bukti kekokohan “benteng” Goodison Park terlihat dari rangkaian hasil Everton di level liga sejak musim lalu. Setelah dipermalukan Manchester City 0-2 pada 6 Februari lalu, skuat asuhan Marco Silva itu tidak terkalahkan di Goodison Park. Enam kemenangan beruntun mereka kantongi plus sekali imbang versus rival sekota, Liverpool, pada 3 Maret lalu.

Yang menarik, di antara enam korban itu, tiga di antaranya merupakan klub anggota The Big Six Liga Primer. Chelsea digilas 2-0, Arsenal ditekuk 1-0, dan Manchester United dicukur 4-0.


Baca Juga :
- Torreira Akan Dapat Tugas Baru di Arsenal
- Lagi, Pep Harus Memilih antara Aguero atau Jesus

Musim ini, tren Goodison Park sebagai pendulang poin bagi Everton kembali. Dimulai saat menang tipis atas Watford, 1-0, pada 17 Agustus lalu berlanjut saat mengalahkan Wolverhampton Wanderers, 3-2, Minggu (1/9).

Hasil impresif di stadion berkapasitas 39 ribu penonton ini menutupi tren minor saat tampil tandang. Ya, berbanding terbalik jika skuat Everton bermain di luar rumah. Mereka justru lebih sering kehilangan poin. Bahkan, belum pernah menang dalam lima pertandingan beruntun sejak 2-0 atas West Ham United (31 Maret).

Penampilan kontras itu yang harus diperbaiki Silva jika ingin timnya ke Eropa musim depan. Saat ini, Everton masih menempati peringkat enam dengan tujuh poin. Memang, selisih mereka dengan Liverpool hanya lima angka. Dengan kompetisi masih empat pekan, Sam Allardyce optimistis Seamus Coleman dan kawan-kawan bisa melangkah lebih jauh.

Itu diungkapkan sosok yang menangani Everton pada 2017-2018 ini. Menurut Allardyce, peluang untuk menembus enam besar hingga melaju ke Eropa tetap besar. Apalagi, mengingat tim besar masih inkonsistensi. Misalnya, Man. United, Tottenham Hotspur, dan Chelsea baru mengoleksi lima poin yang di bawah Everton.

“Saya pikir, mereka harus menembus enam besar. Jika Everton ingin menerobosnya, ini musim yang tepat,” kata Allardyce. “Sementara, Chelsea mengalami situasi sulit. Man. United juga seperti itu. Ini memberikan keuntungan bagi tim seperti Everton. Saya tidak berpikir Wolverhampton bisa melakukannya karena terpecah akibat tampil di Eropa.”

Pernyataan pria 64 tahun ini beralasan. Musim lalu, Everton hanya finis di peringkat delapan Liga Primer hingga gagal ke Liga Europa 2019/20. Sementara, Wolverhampton yang menempati urutan tujuh lolos ke Liga Europa. Namun, imbasnya konsentrasi Wolves terpecah karena harus melakoni enam laga di fase grup hingga Desember.

Faktor Belanja

“Dengan masuknya beberapa pemain baru bikin Everton lebih kuat. Mereka berani menggelontorkan dana di bursa transfer. Saya harap, itu membuat Everton bisa bersaing menembus enam besar,” Allardyce, mengungkapkan. Faktanya, Everton sudah mengeluarkan 107 juta paun (Rp1,8 triliun) pada bursa transfer lalu.

Termasuk, Moise Kean yang direkrut dari Juventus senilai 24 juta paun. Kehadiran beberapa pemain anyar memberi kontribusi positif bagi Everton dalam empat laga di Liga Primer musim ini. Selain dua kemenangan kandang, mereka imbang di markas Crystal Palace 0-0 dan menyerah 0-2 dari Aston Villa. Usai jeda kompetisi, Everton ditunggu AFC Bournemouth pada 15 September ini.*CHOIRUL HUDA DARI BERBAGAI SUMBER


Baca Juga :
- Leicester Penasaran Selalu Kalah di Tiga Duel Terakhir melawan Spurs
- Lindeloef Ikuti Jejak De Gea

 

Statistik Everton di Goodison Park dalam Delapan Laga Terakhir di Liga Primer
6 Februari: vs Manchester City 0-2
3 Maret: vs Liverpool 0-0
17 Maret: vs Chelsea 2-0
7 April: vs Arsenal 1-0
21 April: vs Manchester United 4-0
4 Mei: vs Burnley 2-0
17 Agustus: vs Watford 1-0
1 September: vs Wolverhampton 3-2

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA