#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
news
Ter Stegen Resah Tak Kunjung Dapat Status Kiper Utama
09 September 2019 14:20 WIB
BELFAST – Dari lima laga timnas Jerman pada 2019 ini, hanya sekali Marc-Andre Ter Stegen tampil. Yaitu dalam laga uji coba ketika imbang 1-1 mengahadapi Serbia, 20 Maret lalu. Pertandingan tersebut sekaligus sebagai laga pertama Die Manschaft pada tahun ini.

Setelah itu, penjaga gawang 27 tahun ini harus kembali ke tempat asalnya: bangku cadangan, dan memberikan jalan kepada sang pemilik kiper utama, Manuel Neuer. Bagi Ter Stegen, Neuer seperti batu karang yang sulit untuk digeser tempatnya.

Bahkan ketika kiper Bayern Muenchen tersebut jarang bermain pada musim lalu di level klub, Neuer tetap mendapatkan tempatnya dalam starter timnas Jerman untuk putaran final Piala Dunia 2018 lalu. Ketika itu pula, sebenarnya sudah banyak yang mempertanyakan keputusan Joachim Loew, namun pelatih timnas Jerman ini tetap dengan sikapnya yaitu memprioritaskan Neuer.


Baca Juga :
- Berebut 18 Posisi yang Masih Tersedia
- Guendogan Jadi Protagonis saat Jerman Kalahkan Estonia

Pertama, Neuer adalah kapten tim ini dan yang kedua saat itu dia sudah sembuh dari cedera. Tapi, keputusan Loew justru membuat Jerman gagal total di Piala Dunia 2018 lalu yang digelar di Rusia. Di antaranya, kalah secara mengejutkan dari timnas Korsea Selatan dalam penyisihan grup yang membuat Jerman lebih dulu pulang meninggalkan Rusia.

Kegagalan Jerman saat itu mencuatkan isu bahwa sudah saatnya ada perubahan dalam starter. Dan, kondisi tersebut membuat harapan Ter Stegen kembali tinggi. Tapi, harapan tersebut tidak terwujud. Loew tetap memberikan kepercayaan kepada Neuer ketimbang kepada Ter Stegen.

Sejauh ini, Ter Stegen mencoba menghindari konflik terkait persaingan dengan Neuer. Tapi, kemarin, penjaga gawang Barcelona itu menyampaikan situasinya bahwa meski kecewa tapi dia akan tetap profesional menyikapi persaingan dengan Neuer.

“Tentu situasi ini membuat saya sedikit gila,” kata Ter Stegen, tersenyum. “Bayangkan, Anda telah berusaha melakukan yang terbaik tapi Anda masih berada di posisi yang tidak Anda inginkan. Meski demikian, setiap kali saya memikirkannya, jawabannya hanya ada di diri saya sendiri,” dia menambahkan.

Ter Stegen tetap dengan sikapnya, yaitu tidak membuat bising dengan situasi tersebut. Memang, ada sejumlah alasan yang bisa dikedepankan terkait dirinya pantas menjadi kiper utama.

Salah satu ukurannya adalah dirinya masuk dalam kandidat Kiper Terbaik FIFA. Di sisi lain, Ter Stegen juga memiliki rapor yang bagus di level klub bersama Barcelona, seperti membawa tim ini tampil sebagai juara La Liga pada musim lalu.

Bandingkan dengan Neuer yang justru seniornya ini bahkan tidak masuk dalam tiga kandidat kiper terbaik. Tentu saja, persaingan mendapatkan status Kiper Terbaik tersebut bakal sangat sulit karena dia akan bersaing dengan dua kiper hebat lainnya yaitu Alisson Becker (Liverpool/Brasil) dan Ederson Moraes (Manchester City/Brasil).

Pada 23 September nanti, akan diketahui siapa yang terbaik di antara ketiga kiper tersebut. Namun, fakta bahwa dirinya masuk sebagai tiga finalis tidak membuatnya berada dalam posisi yang sangat kuat untuk menggeser Neuer dari posisi kiper utama timnas Jerman. Menurut Ter Stegen, dirinya akan terus bertarung untuk mendapatkan status kiper nomor satu di timnas Jerman tapi dengan cara yang fair.


Baca Juga :
- Update Hasil dan Klasemen Kualifikasi Piala Eropa 2020, Senin Dini Hari WIB
- Main 10 Orang, Timnas Jerman Tanpa Kesulitan Bekuk Estonia

“Saya akan menetapkan prioritas. Saya ingin menjadi kiper nomor satu timnas Jerman, tapi dengan cara yang baik,” kata Ter Stegen. “Sepak bola memang sangat penting, tapi sikap sebagai manusia itu jauh lebih penting,” katanya, mengingatkan.

Ter Stegen juga tidak percaya dengan penilaian bahwa peluang menjadi kiper utama akan lebih besar karena faktor bermain di kompetisi Bundesliga. Seperti Neuer yang bermain untuk Bayern Muenchen. “Tidak, saya tidak percaya hal itu. Lagi pula, bermain di luar negeri membuat saya justru lebih baik. Saya tidak pernah menyesalinya,” kata Ter Stegen.***

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA